Panwaslu Malaysia beberkan kronologi penggerebekan penyelundupan surat suara

998

KUALA LUMPUR (Arrahmah.com) – Ketua Panwaslu Kuala Lumpur Yaza Azzahara Ulyana  mengungkapkan kronologi penggerebekan penyelundupan surat suara pada Kamis (11/4/2019).

Zaya menuturkan, pukul 12.48 waktu setempat dia menerima aduan dari seorang relawan sekber satgas BPN Prabowo -Sandi di Malaysia yang bernama Parlaungan melalui pesan whatsapp bahwa ada dugaan penyeludupan surat suara yang dilakukan oleh oknum tertentu.

Mendengar laporan tersebut, Yaza bersama seorang anggota Panwaslu KL Rizki Israeni Nur menuju ke lokasi.

Kemudian, pada pukul 13.00, Yaza dan Rizki tiba di lokasi yang beralamat di Taman Universiti Sungai Tangkas Bangi 43000 Kajang, Selangor.

Tempat tersebut merupakan sebuah lot toko yang sudah dipenuhi dengan surat suara yang berada di dalam bag diplomatik sebanyak kurang lebih 20 buah, 10 kantong plastik hitam dan kurang lebih 5 karung goni berwarna putih dengan tulisan Pos Malaysia.

“Diperkirakan jumlah surat suara yang berada di lokasi pertama sejumlah 10-20 ribu buah dan jumlah yang kurang lebih sama juga berada di lokasi kedua,” kata Yaza dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/4).

Berdasarkan sampel yang dibuka di lokasi, semua surat suara telah tercoblos paslon 01. Untuk surat suara legislatif sudah tercoblos partai Nasdem dengan caleg NASDEM DPR RI no urut 3.

“Pukul 13.30 sebanyak 6 orang Pihak Polis Diraja Malaysia perwakilan Sungai Tangkas datang ke lokasi berkenaan dan meminta keterangan dari beberapa saksi yang berada di lokasi tersebut. Berdasarkan keterangan kepolisian, pihaknya merekomendasikan untuk pihak kedutaan besar mengambil semua surat suara di lokasi penyimpanan tersebut,” jelasnya.

Kemudian, pada pukul 14.20, pihak polisi memasang garis polisi di kawasan tersebut.

Selanjutnya, pada pukul 14.30, Panwaslu Kuala Lumpur menerima informasi tambahan dari Anggota Satgas BPN PADI bahwa telah di temukan lokasi lain lagi yang menjadi gudang penyimpanan surat suara POS.

“Lokasi tersebut berada di sebuah rumah di kawasan Bandar Baru Bangi, Selangor (15 menit dari lokasi pertama). Panwaslu Kuala Lumpur belum pergi ke lokasi berkenaan karena langsung menuju ke kantor polisi sekitar,” ujar Yaza.

Pukul 15.00, lanjut Yaza, Panwaslu Kuala Lumpur pergi ke Balai Polis Sungai Tangkas untuk membuat laporan kepolisian terkait adanya dugaan pelanggaran pemilu tersebut.

“Saat ini laporan sudah diterima oleh pihak kepolisian Sungai Tangkas dan sedang dalam tahap pemeriksaan,” tandasnya.

Pukul 17.00, Panwaslu KL tiba di lokasi kedua dan langsung menuju ke lokasi penyimpanan surat suara, kali ini ditemukan sejumlah 158 karung dengan bobot surat suara sebanyak 216-230 per karungnya.

“Kali ini surat suara yang di coblos yaitu capres 01 dengan Caleg DKI Dapil 2 Nasdem No. 2. Terdapat juga beberapa lembar susu tercoblos caleg Demokrat nomor urut 3,” terangnya.

Jumlah keseluruhan surat suara yang ditemukan di dua lokasi berjumlah 40-50 ribu surat suara.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.