Tiga tawanan Abu Sayyaf, termasuk dua WNI, berusaha melarikan diri

Filipina akan menurunkan tambahan batalion tentara untuk memburu para penculik ABK asal Malaysia dan Indonesia yang diduga adalah kelompok Abu Sayyaf. (Foto: Gabriel Mistral / Getty Images)
170

MANILA (Arrahmah.com) – Tiga sandera yang ditahan oleh kelompok Abu Sayyaf, yang barafiliasi dengan ISIS, di Filipina selatan melakukan pelarian yang menyebabkan satu orang tenggelam, satu tertembak di punggung kini dalam kondisi kritis dan satu lagi berhasil selamat setelah berenang hingga bertemu kapal marinir Filipina, ungkap para pejabat.

Tiga sandera, dua orang Indonesia dan satu warga Malaysia, tersebut secara terpisah melarikan diri sementara marinir Filipina berusaha menyelamatkan mereka di pulau Simusa di provinsi Sulu selatan selama dua hari terakhir, ungkap juru bicara militer regional Letnan Kolonel Gerry Besana pada Sabtu (6/4/2019), sebagaimana dilansir Associated Press.

Pelarian diri dramatis ini menyisakan setidaknya tiga sandera di tangan Abu Sayyaf, yang dimasukkan dalam daftar hitam oleh Amerika Serikat dan Filipina sebagai organisasi teroris karena dituduh melakukan berbagai aksi pemboman, penculikan, pemerasan dan pemenggalan secara brutal. Tawanan yang tersisa termasuk pengamat burung Belanda, Elwold Horn, yang diculik oleh kelompok jaringan ISIS tersebut pada 2012, dan dua orang Filipina.

Salah satu orang Indonesia, Heri Ardiansyah, dibantu oleh marinir untuk naik ke kapal perang sementara rekannya Hariadin, yang tewas tenggelam, ditemukan jasadnya. Marinir menembak mati tiga orang penculik anggota kelompok Abu Sayyaf yang berusaha mengejar dua orang Indonesia tersebut di laut, kata para pejabat militer.

Marinir itu menyita empat senapan serbu, sebuah granat dan berbagai amunisi dari para penculik yang mengejar orang Indonesia, kata para pejabat militer.

Sedangkan satu warga Malaysia, yang diidentifikasi oleh pejabat militer sebagai Jari Bin Abudullah, ditembak oleh para penculik ketika ia melarikan diri pada Kamis (4/4) ketika marinir berusaha menyelamatkannya dan terlibat dalam baku tembak dengan para penculik.

Pasukan pemerintah mengepung pulau Simusa, di mana sebuah komunitas kecil tumbuh subur di dekat hutan bakau, untuk memburu anggota teroris bersenjata pimpinan Abu Sayyaf yang tersisa.

“Tindakan menembak korban penculikan merupakan indikasi keputusasaan anggota kelompok Abu Sayyaf karena mereka sekarang dikepung oleh pasukan kami,” kata komandan militer Sulu, Brigjen. Jenderal Divino Rey Pabayo Jr.

Warga Malaysia, yang kini berada dalam kondisi kritis, langsung diterbangkan ke rumah sakit di kota Zamboanga, kata pejabat militer.

Ketiga sandera tersebut diculik dari negara bagian Sabah Malaysia di pulau Kalimantan pada Desember tahun lalu dan dibawa dengan speedboat ke Sulu, tempat anggota kelompok ISIS pimpinan Abu Sayyaf berlindung. (Rafa/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.