Tiga tawanan Abu Sayyaf, termasuk dua WNI, berusaha melarikan diri

187

Support Us

MANILA (Arrahmah.com) – Tiga sandera yang ditahan oleh kelompok Abu Sayyaf, yang barafiliasi dengan ISIS, di Filipina selatan melakukan pelarian yang menyebabkan satu orang tenggelam, satu tertembak di punggung kini dalam kondisi kritis dan satu lagi berhasil selamat setelah berenang hingga bertemu kapal marinir Filipina, ungkap para pejabat.

Tiga sandera, dua orang Indonesia dan satu warga Malaysia, tersebut secara terpisah melarikan diri sementara marinir Filipina berusaha menyelamatkan mereka di pulau Simusa di provinsi Sulu selatan selama dua hari terakhir, ungkap juru bicara militer regional Letnan Kolonel Gerry Besana pada Sabtu (6/4/2019), sebagaimana dilansir Associated Press.

Pelarian diri dramatis ini menyisakan setidaknya tiga sandera di tangan Abu Sayyaf, yang dimasukkan dalam daftar hitam oleh Amerika Serikat dan Filipina sebagai organisasi teroris karena dituduh melakukan berbagai aksi pemboman, penculikan, pemerasan dan pemenggalan secara brutal. Tawanan yang tersisa termasuk pengamat burung Belanda, Elwold Horn, yang diculik oleh kelompok jaringan ISIS tersebut pada 2012, dan dua orang Filipina.

Salah satu orang Indonesia, Heri Ardiansyah, dibantu oleh marinir untuk naik ke kapal perang sementara rekannya Hariadin, yang tewas tenggelam, ditemukan jasadnya. Marinir menembak mati tiga orang penculik anggota kelompok Abu Sayyaf yang berusaha mengejar dua orang Indonesia tersebut di laut, kata para pejabat militer.

Marinir itu menyita empat senapan serbu, sebuah granat dan berbagai amunisi dari para penculik yang mengejar orang Indonesia, kata para pejabat militer.

Berita Terkait

Sedangkan satu warga Malaysia, yang diidentifikasi oleh pejabat militer sebagai Jari Bin Abudullah, ditembak oleh para penculik ketika ia melarikan diri pada Kamis (4/4) ketika marinir berusaha menyelamatkannya dan terlibat dalam baku tembak dengan para penculik.

Pasukan pemerintah mengepung pulau Simusa, di mana sebuah komunitas kecil tumbuh subur di dekat hutan bakau, untuk memburu anggota teroris bersenjata pimpinan Abu Sayyaf yang tersisa.

“Tindakan menembak korban penculikan merupakan indikasi keputusasaan anggota kelompok Abu Sayyaf karena mereka sekarang dikepung oleh pasukan kami,” kata komandan militer Sulu, Brigjen. Jenderal Divino Rey Pabayo Jr.

Warga Malaysia, yang kini berada dalam kondisi kritis, langsung diterbangkan ke rumah sakit di kota Zamboanga, kata pejabat militer.

Ketiga sandera tersebut diculik dari negara bagian Sabah Malaysia di pulau Kalimantan pada Desember tahun lalu dan dibawa dengan speedboat ke Sulu, tempat anggota kelompok ISIS pimpinan Abu Sayyaf berlindung. (Rafa/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Berdalih dihujani roket Palestina, Zionis lancarkan serangan udara di Gaza

TEL AVIV (Arrahmah.com) - "Israel" telah melancarkan serangan udara di Jalur Gaza sebagai balasan atas roket yang ditembakkan dari Palestina ke dalam wilayahnya, militer Zionis mengklaim pada Minggu (22/11/2020). Tidak dilaporkan adanya…

FPI: Pemerintah Tak Usah Repot Tes Swab Habib Rizieq, Ada Tim HILMI dan Mer-C

JAKARTA (Arrahmah.com) -  Polisi beserta TNI dan Satpol PP mendatangi kediaman Habib Rizieq Syihab, di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat. Mereka meminta Habib Rizieq menjalani tes swab karena ada kabar dirinya positif virus Corona.…

Kabarnya dikunjungi "Israel", namun Sudan 'tidak sadar'

KHARTOUM (Arrahmah.com) - Pemerintah Sudan pada Selasa (24/11/2020) membantah memiliki informasi tentang kunjungan delegasi "Israel" ke Khartoum yang diumumkan sehari sebelumnya oleh seorang pejabat dari Tel Aviv. "Kabinet tidak…

Mabes TNI Tak Pernah Perintahkan Copot Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Achmad Riad menegaskan petinggi di jajaran Markas Besar (Mabes) TNI tidak ada yang pernah memberikan perintah untuk menurunkan baliho Imam Besar Front Pembela Islam…

Sembuh dari Covid-19, Mardigu Berharap Banyak Penyintas Sukarela Donorkan Plasma Darah

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pengusaha Mardigu Wowiek Prasantyo atau yang dikenal warganet dengan sebutan 'Bossman Sontoloyo' mengungkapkan dirinya sembuh dari virus Corona atau Covid-19 berkat terapi plasma darah. Dia dinyatakan positif…

Jazuli: Jangan Sampai TNI Terjebak Politik Praktis

JAKARTA (Arrahmah.com) - Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini berharap agar TNI bersikap dan bertindak secara terukur dan proporsional dalam merespon dinamika politik di masyarakat. Jangan sampai TNI terjebak dalam politik praktis yang mana hal…

Militer Turki bersiap untuk mundur dari daerah strategis di Aleppo

ALEPPO (Arrahmah.com) - Pada Selasa pagi (24/11/2020), sejumlah besar kendaraan memasuki area pos pengamatan Turki, yang dikepung oleh pasukan rezim Asad di area Rashideen 5 Aleppo. Menurut laporan dari provinsi Aleppo pada Selasa,…

TNI dan FPI Musyawarah Bahas Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Tentara Nasional Indonesia (TNI)  dan Front Pembela Islam (FPI) bermusyawarah untuk mencari solusi terkait baliho bergambar Habib Rizeq Shihab. Musyawarah tersebut berlangsung di rumah salah satu tokoh masyarakat…

Kementerian BUMN Libatkan Ulama NU Ceramah di Seluruh Masjid BUMN

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kementerian BUMN mengajak peran aktif para ulama dari kalangan Nahdliyin akan dilibatkan untuk mengisi ceramah dan kajian di berbagai masjid yang terdapat di seluruh perkantoran BUMN. Hal tersebut dalam rangka…

Lembaga donor internasional siap topang Afghan dengan miliaran dolar

JENEWA (Arrahmah.com) - Puluhan lembaga donor mulai menjanjikan miliaran dolar sebagai bantuan bagi Afghanistan dalam konferensi yang digelar di Jenewa hari Selasa (24/11/2020), dengan harapan negosiasi damai yang dibangun antara pemerintah…

Revolusi Mental Jokowi Versus Revolusi Akhlaq HRS

Oleh: Ustadz Irfan S. Awwas Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin JAKARTA (Arrahmah.com) - Setiap manusia, kafir maupun muslim, secara mutlak memiliki tiga macam unsur kehidupan, sejak dilahirkan sampai mati. Yaitu, fisik, prilaku,…

Patriark Serbia Penyangkal Genosida Muslim Bosnia, Meninggal Karena Covid-19

MONTENEGRO (Arrahmah.com) – Pemimpin Gereja Orthodoks Serbia telah meninggal dunia akibat Covid-19 dalam usia 90 tahun. Patriark Irinej dibawa ke rumah sakit pada awal November setelah menghadiri pemakaman kepala Gereja Orthodoks Serbia di…

Iklan