Hakim meminta Brenton Tarrant untuk menjalani tes kesehatan mental

Brenton Tarrant, pelaku serangan teror terhadap dua Masjid di Christchurch, Selandia Baru. (Foto: Reuters)
99

CHRISTCHURCH (Arrahmah.com) – Seorang hakim Selandia Baru pada Jum’at (5/4/2019) meminta agar Brenton Tarrant, tersangka pelaku aksi terorisme di dua masjid Selandia Baru, menjalani dua tes kesehatan mental untuk menentukan apakah ia layak untuk diadili.

Hakim Pengadilan Tinggi Cameron Mander mengemukakan perintahnya tersebut dalam ruang sidang di mana Brenton Harrison Tarrant (28), pria asal Australia, muncul melalui tautan video dari sebuah ruangan kecil di penjara Paremoremo yang memilki system keamanan maksimum di Auckland, sebagaimana dilansir Associated Press.

Pengacara mengatakan butuh waktu dua atau tiga bulan untuk menyelesaikan tes kesehatan mental tersebut.

Sebelumnya, Tarrant didakwa dengan 50 tuduhan pembunuhan dan 39 tuduhan percobaan pembunuhan.

Tarrant mengenakan borgol dan sweter berwarna abu-abu ketika dia muncul di layar besar di dalam ruang sidang Christchurch, yang penuh dengan anggota keluarga dan korban penembakan, beberapa dari mereka masih duduk di kursi roda dan menggunakan baju rumah sakit karena belum pulih dari luka tembak.

Tarrant memiliki rambut yang janggut dan dipotong pendek. Dia tidak menunjukkan emosi selama persidangan. Kadang-kadang dia melihat sekeliling ruangan atau memiringkan kepalanya, sepertinya lebih baik mendengar apa yang dikatakan.

Hakim menjelaskan bahwa dari ruangan tersebut, Tarrant bisa melihat hakim dan pengacara tetapi tidak dapat melihat orang-orang yang menghadiri ruang siding tersebut.

Tarrant hanya berbicara sekali untuk mengkonfirmasi kepada hakim bahwa dia duduk, meskipun suaranya tidak terdengar karena suaranya dibisukan.

Ruang sidang dipenuhi puluhan wartawan dan sekitar 60 anggota masyarakat. Panitera pengadilan menyambut orang-orang dalam bahasa Arab dan Inggris ketika sidang berlangsung. Beberapa dari mereka yang menonton menjadi emosional dan menangis.

Dalam serangan 15 Maret, 42 orang tewas di masjid Al Noor, tujuh orang tewas di masjid Linwood dan satu orang lagi meninggal kemudian. Sebuah aksi terorisme yang membuat dunia menjadi gempar, khususnya bagi warga Selandia Baru yang terkenal ramah. (Rafa/arrahmah.com)

 

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.