Polisi Cina intimidasi Muslim Uighur yang berada di Australia

454

Support Us

CANBERRA (Arrahmah.com) – Pemerintah Cina dituding telah mengintimidasi komunitas migran Uighur di Australia, di tengah munculnya ancaman bahwa anggota keluarga mereka yang berada di Cina bisa ditahan.

Kantor berita ABC telah memperoleh pesan teks yang tampaknya menunjukkan kontak antara pihak berwenang Cina dengan warga Uighur di Australia yang meminta data pribadi mereka, termasuk paspor, SIM, dan alamat tempat kerja.

Sejumlah warga Uighur yang diwawancarai oleh ABC mengatakan, mereka terpaksa menyerahkan informasi pribadinya karena khawatir anggota keluarga mereka yang tinggal di Cina menanggung konsekuensinya.

Berbicara dengan syarat anonim karena takut akan adanya pembalasan, warga Muslim Uighur di Australia mengatakan bahwa polisi Cina telah menggunakan keluarga mereka di Cina untuk mengumpulkan informasi tentang kerabat mereka di luar negeri.

Salah satu warga Ughur Australia, Dawud, mengatakan dia pertama kali menerima kontak dari keluarganya di Xinjiang pada September 2017, yang memintanya untuk kembali ke Cina atau menjelaskan kepada polisi mengapa dia tidak bisa kembali.

“Saya bukan penjahat,” tegas Dawud.

Dawud menuturkan bahwa dia memberi tahu polisi Cina: “Saya bukan warga negara Cina, bagaimana Anda bisa meminta hal seperti itu?”

Dawud mengungkapkan, dia berusaha menghindari untuk kembali ke Cina, sehingga ia hanya mengirim surat kepada polisi dari tempat kerjanya untuk membuktikan bahwa dia memiliki pekerjaan.

Namun, setelah itu permintaannya semakin meningkat.

“Ketika saya mengirim email itu [ke keluarga saya], mereka meneruskannya kepada polisi dan polisi mengatakan bahwa saya sekarang harus mengirim data identitas anak-anak saya dan bahkan paspor istri dan anak-anak saya serta foto-foto terbaru mereka,” katanya.

Dia mengatakan dirinya khawatir jika ia berbicara maka keluarganya yang berada di Cina dibawa ke “kamp pendidikan ulang” yang semakin berkembang pesat.

“Kekhawatiran utamanya masih tentang kerabat kami di sana … mereka tidak bisa berbicara atas nama mereka sendiri.”

“Ini seperti mafia, tidak berbeda dengan mafia,” pungkasnya.

Wilayah otonom Xinjiang yang luas di barat laut Cina merupakan rumah bagi sekitar 24 juta orang, dengan mayoritas warganya Muslim Uighur yang berbahasa Turki.

Baru-baru ini, PBB mengatakan memiliki bukti yang kredibel bahwa lebih dari satu juta orang warga Uighur ditahan di kamp-kamp penahanan di Xinjiang.

Orang-orang yang telah ditahan di kamp-kamp tersebut mengatakan bahwa mereka disiksa dan disuntik dengan zat yang tidak diketahui.

Investigasi oleh ABC News dan Australian Strategic Police Institute (ASPI) pada tahun 2018, menemukan beberapa kamp tahanan di Propinsi Xinjiang telah berkembang lebih dari dua juta meter persegi.

ABC

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Turki: Pusat pengawasan Nagorno-Karabakh mulai dibangun

ANKARA (Arrahmah.com) - Pembangunan pusat pengawasan bersama Turki-Rusia untuk memantau gencatan senjata di Nagorno-Karabakh telah dimulai, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan pada hari Rabu (2/12/2020). Dia mengatakan pusat…

Bangladesh mulai relokasi Rohingya ke pulau rawan tenggelam

DHAKA (Arrahmah.com) - Lebih dari 1.600 pengungsi Rohingya berlayar pada Jumat (4/12/2020) dari pelabuhan selatan Bangladesh, Chittagong, menuju pulau terpencil Bhasan Char di Teluk Benggala, kata seorang pejabat angkatan laut, meskipun ada…

"Israel" lakukan 414 pelanggaran terhadap jurnalis Palestina sepanjang tahun 2020

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Pasukan pendudukan "Israel" melakukan 414 pelanggaran terhadap jurnalis Palestina sejak awal tahun, Quds Press melaporkan pada Ahad (29/11/2020). Komite Dukungan Jurnalis mengatakan dalam sebuah pernyataan…

Serangan roket hantam kilang minyak di Irak utara

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Sebuah roket menghantam kilang minyak kecil di Irak utara pada Ahad (29/11/2020), menyebabkan kebakaran di tangki penyimpanan bahan bakar dan memaksa operasi dihentikan total setelah api menyebar ke jaringan pipa…

Houtsi klaim membunuh 8 tentara Saudi

MARIB (Arrahmah.com) - Teroris syiah Houtsi mengklaim telah membunuh delapan tentara Saudi di Yaman timur, Anadolu Agency melaporkan. "Pasukan rudal telah berhasil, pada Sabtu malam, menargetkan ruang operasi gabungan di kamp Tadawin di…

Kebrutalan polisi Prancis bangkitkan kembali trauma fotografer berita asal Suriah

PARIS (Arrahmah.com) - Seorang fotografer Suriah yang terluka saat tengah meliput protes pada akhir pekan di Paris mengatakan pada Senin (30/11/2020) bahwa pemandangan "darah di mana-mana" selama bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa…

Turki tangkap 11 orang terduga ISIS

IZMIR (Arrahmah.com) - Sebanyak 11 orang yang diduga terkait dengan ISIS ditangkap di provinsi Izmir barat Turki, kata kantor kejaksaan provinsi pada Kamis (3/12/2020). Menurut keterangan kantor, Ramazan O, dengan nama sandi Abu Haris,…

Sekjen Liga Muslim Dunia: Muslim Prancis harus menghormati hukum Prancis atau pergi!

ARAB SAUDI (Arrahmah.com) – Pernyataan Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim, Muhammad bin Abdul Karim Al Issa, memicu kontroversi dan kecaman di media sosial beberapa hari terakhir ini. Kecaman muncul pasca Al Issa mengatakan, dalam…

Komandan IRGC dan pengawalnya tewas dalam serangan di perbatasan Suriah-Irak

DAMASKUS (Arrahmah.com) - Pada Senin (30/11/2020), sumber intelijen Irak mengatakan kepada RT Arab tentang dugaan pembunuhan seorang komandan Garda Revolusi Iran (IRGC) dan tiga pengawalnya, di perbatasan Irak-Suriah. Sumber intelijen…

Australia Ngamuk, Pasca Cina Sebar Foto Tentara Australia Gorok Anak Afghanistan

SYDNEY (Arrahmah.com) – Perdana Menteri Scott Morrison mengutuk foto yang dibagikan oleh Kementerian Luar Negeri Cina terkait dugaan kejahatan perang Australia di Afganistan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Zhao Lijian pada…

Pengadilan Iran desak tindakan tegas terhadap 'penyusup' pasca pembunuhan Fakhrizadeh

TEHERAN (Arrahmah.com) - Kepala pengadilan Iran Ebrahim Raisi meminta layanan keamanan negara pada hari Senin (30/11/2020) untuk menindak "jaringan infiltrasi" setelah pembunuhan seorang ilmuwan nuklir militer Iran. "Badan intelijen dan…

Turki fokus di tiga kota besar di Suriah

ANKARA (Arrahmah.com) - Militer Turki telah melancarkan serangan intensif di tiga kota besar di tiga provinsi berbeda di Suriah utara minggu ini, memicu kekhawatiran serangan baru yang akan dipimpin oleh pasukan yang setia ke Ankara di…

Iklan

Banner Donasi Arrahmah