Laporan: Tim pembunuh Khashoggi dilatih di AS

709

Support Us

WASHINGTON (Arrahmah.com) – Anggota tim Saudi yang membunuh jurnalis Jamal Khashoggi menerima pelatihan di Amerika Serikat, Washington Post melaporkan, mengungkapkan unsur-unsur baru lainnya dalam kematian mantan kontributor surat kabar tersebut.

Seorang kritikus rezim Saudi, Khashoggi, terbunuh dan dimutilasi pada 2 Oktober lalu di Konsulat Saudi di kota Istanbul, Turki oleh tim beranggotakan 15 orang yang dikirim dari Riyadh. Tubuhnya hingga saat ini tidak pernah ditemukan, lansir AFP pada Sabtu (30/3/2019).

Setelah membantah pembunuhan tersebut, Arab Saudi mengatakan operasi itu dilakukan oleh agen yang diluar kendali. Pengadilan 11 tersangka dibuka awal tahun ini di Arab Saudi.

Tetapi banyak dari kasus ini masih menjadi misteri, termasuk peran Putra Mahkota, Mohammad bin Salman.

Senat AS setelah pengarahan tertutup oleh CIA, mengadopsi resolusi yang menyebut putra mahkota bertanggung jawab atas pembunuhan itu, sementara Presiden Donald Trump menolak untuk secara terbuka mengambil sikap.

Menurut kolumnis Washington Post, David Ignatius, seorang Saudi yang dengan cermat membaca transkrip rekaman dari bug yang ditempatkan di konsulat oleh intelijen Turki, mengatakan itu ada indikasi rencana untuk menculik Khashoggi dan membawanya kembali ke Arab Saudi untuk penahanan dan interogasi.

Berita Terkait

Sebuah catatan dalam transkrip itu mengatakan suntikan diberikan kepada Khashoggi yang menurut sumber Saudi mungkin merupakan obat penenang yang kuat.

Sebuah plastik kemudian diletakkan di kepalanya dan Khashoggi berteriak: “Saya tidak bisa bernafas, saya menderita asma. Jangan lakukan ini.” Menurut Washington Post dia meninggal segera setelah itu.

Transkrip itu menggambarkan suara mendengung, mungkin gergaji listrik yang digunakan untuk memotong-motong tubuh jurnalis.

Menurut Ignatius, yang mengatakan dia mewawancarai belasan sumber Amerika Serikat dan Saudi yang berbicara dengan syarat anonim, beberapa anggota Kelompok Intervensi Cepat Saudi menerima pelatihan di Amerika Serikat.

“CIA telah memperingatkan lembaga pemerintah lainnya bahwa beberapa pelatihan operasi khusus ini mungkin dilakukan oleh Grup Tier 1, sebuah perusahaan yang berbasis di Arkansas, di bawah lisensi Departemen Luar Negeri,” ujarnya seperti dilansir AFP.

“Pelatihan itu terjadi sebelum insiden Khashoggi, sebagai bagian dari hubungan berkelanjutan dengan Saudi, dan itu belum dilanjutkan.”

Dia mengatakan beberapa program pertukaran keamanan AS-Saudi lainnya juga telah ditangguhkan. (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

UEA hentikan visa untuk 13 negara Muslim

DUBAI (Arrahmah.com) –Menurut dokumen yang dikeluarkan oleh negara, Uni Emirat Arab (UEA) telah berhenti mengeluarkan visa baru untuk warga dari 13 negara mayoritas Muslim, termasuk Iran, Suriah, dan Somalia. Dilansir di Daily Sabah,…

Kapal Turki tinggalkan Mediterania Timur

ANKARA (Arrahmah.com) -Sebuah kapal penelitian Turki di tengah pertengkaran dengan Yunani mengenai potensi kekayaan gas di Mediterania timur telah kembali ke pelabuhan, kata kementerian energi Turki, Senin (30/11/2020). Kapal survei…

Tiga kota di Mali dihantam ledakan rudal

BAMAKO (Arrahmah.com) - Kota Kidal, Gao, dan Menaka di Mali utara dilanda serangan serentak pada hari Senin (30/11/2020) terhadap kamp-kamp militer yang menampung pasukan internasional, menurut penduduk dan seorang pejabat PBB. Penduduk…

Anggota DPR: Layanan calling visa bagi "Israel" merupakan pengkhianatan UUD '45

JAKARTA (Arrahmah.com) - Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, menilai segala bentuk kerjasama antara Indonesia dengan "Israel" merupakan bentuk pengkhianatan terhadap Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Sebab menurut Sukamta, menghapuskan…

Pemerintah Indonesia buka layanan calling visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemerintah Indonesia secara mengejutkan membuka layanan visa elektronik atau e-Visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya dengan subyek calling visa atau layanan visa khusus untuk negara dengan tingkat kerawanan…

TNI dan FPI Musyawarah Bahas Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Tentara Nasional Indonesia (TNI)  dan Front Pembela Islam (FPI) bermusyawarah untuk mencari solusi terkait baliho bergambar Habib Rizeq Shihab. Musyawarah tersebut berlangsung di rumah salah satu tokoh masyarakat…

Tangan kanan Netanyahu tak tahu-menahu soal Fakhrizadeh

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Menteri kabinet "Israel" Tzachi Hanegbi mengatakan pada hari Sabtu (28/11/2020) dia "tidak tahu" siapa yang berada di balik pembunuhan seorang ilmuwan nuklir Iran di Teheran. “Saya tidak tahu siapa yang…

Tentara Inggris diam-diam dikirim ke Saudi

RIYADH (Arrahmah.com) - Surat kabar Inggris, The Independent, melaporkan bahwa London secara diam-diam mengirim unit militer ke Kerajaan Arab Saudi untuk melindungi ladang minyak di wilayah tersebut tanpa memberi tahu Parlemen dan opini…

ISIS lancarkan serangan besar di Hama

HAMA (Arrahmah.com) - ISIS telah melanjutkan kampanye mereka di pedesaan timur Hama, ketika pejuang mereka menargetkan posisi pasukan rezim Asad di dekat perempatan Ithriya. Menurut laporan, ISIS menyerang unit Angkatan Darat rezim…

HNW Sesalkan Sikap Presiden Jokowi Aktifkan Calling Visa Untuk Israel

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) membiarkan pengaktifan calling visa untuk Israel. HNW menilai ini sebagai…

Iran tuduh "Israel" sebagai dalang pembunuhan Fakhrizadeh

TEHERAN (Arrahmah.com) - "Israel" membunuh seorang ilmuwan nuklir Iran dengan menggunakan teknologi yang dikendalikan dari jarak jauh, seorang pejabat keamanan senior Iran menuduh pada Senin (30/11/2020). "Sayangnya, operasi itu sangat…

Muslim di Bihar Dilarang Membangun Masjid

NEW DELHI (Arrahmah.com) – Komunitas Hindu keberatan dengan pembangunan masjid di sebuah desa di perbatasan Bargania, distrik Sitamarhi, Bihar, kata penduduk Muslim di desa itu. Mahmood, seorang warga desa, mengatakan para tetua dari…

Iklan