Debat Capres, Prabowo: Pertahanan Indonesia masih lemah

496

Support Us

JAKARTA (Arrahmah.com) – Debat capres keempat sukses digelar di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019) malam yang menghadirkan capres nomor urut 1 Joko Widodo dan capres nomor urut 2 Prabowo Subianto.

Tema debat kali ini adalah ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan, serta hubungan internasional.

Jokowi hadir mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Sementara Prabowo Subianto mengenakan pakaian formal berupa jas hitam dan dasi merah hitam.

Dalam debat keempat ini kedua capres memaparkan visi dan misinya terkait tema ideologi, pertahanan dan keamanan, serta pemerintahan dan hubungan internasional.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo menyebut bahwa pertahan Indonesia lemah dan jauh dari yang diharapkan karena tidak ada dana,

“Saya menilai pertahanan Indonesia terlalu lemah jauh dari yang diharapkan kenapa karena kita tidak punya uang. Karena itu kita harus menjaga keuangan, ke mana keuangan kita. Keuangan kita. kekayaan kita, harta kita tidak tinggal di Indonesia karena itu kita lemah,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, untuk meningkatkan pertahanan maka anggaran untuk pertahanan harus ditingkatkan dengan cara menghentikan kebocoran, kurangi korupsi, dan mengubah sistem sehingga tidak mengalir ke luar negeri.

“Pembiayaan (pertahanan) kita adalah 0,8% dari GDP (gross domestic product), 5% dari APBN, padahal tetangga-tetangga kita sampai dengan 3% dari GDP, 30% dari APBN mereka,” tandasnya.

Dalam hal ini Prabowo juga mempertanyakan soal kualitas dan kemampuan peralatan perang Indonesia yang dinilainya masih kurang.

Berita Terkait

“Kapal selam berapa yang kita miliki jenisnya berapa kemampuannya berapa pesawat berapa, kita punya peluru kendalinya berapa,” katanya.

“Saya berpendapat kekuatan pertahanan kita sangat rapuh kalau ada negara asing kirim pasukan hari ini ke salah satu wilayah kita, Saya kira kita berada dalam posisi yang sangat lemah,” imbuhnya.

Prabowo juga menegaskan bahwa pertahanan adalah elemen yang sangat penting bagi suatu negara. Kekayaan suatu bangsa hanya bisa dijaga oleh pertahanan yang kuat. Tidak mungkin suatu negara dapat mempertahankan kekayaannya tanpa pertahanan yang kuat.

Dia lantas mengutip pandangan seorang pemikir Yunani yang menyatakan bahwa mereka yang kuat bisa berbuat sekehendaknya. Kemudian mereka yang lemah, hanya akan menderita.

Prabowo kemudian menyapa duta-duta besar negara lain yang hadir di ruangan debat. Prabowo mengatakan para dubes memang nampak selalu tersenyum. Akan tetapi, ada makna lain yang tersembunyi di balik senyuman itu.

“Apakah kita sadar bahwa kita diejek, dia senyum di depan kita tetapi kita tidak punya apa apa,” ujarnya.

Prabowo berjanji akan meningkatkan kekuatan sistem pertahanan Indonesia. Langkah yang akan ditempuh yakni menambah anggaran seirama dengan memperbaiki sistem keuangan dalam negeri agar tidak ada kebocoran ke luar negeri.

“Akan tingkatkan anggaran pertahanan, maka kita harus terapkan sistem cegah kebocoran sehingga kekayaan Indonesia tidak mengalir ke luar negeri,” jelasnya.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Irak kerahkan tentara dan polisi ke Nasiriyah menyusul bentrokan mematikan

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Kementerian Pertahanan Irak mengumumkan pengerahan pasukan dan polisi di Nasiriyah, ibu kota Provinsi Dhi Qar, untuk memulihkan ketenangan di kota itu menyusul bentrokan kekerasan antara pengunjuk rasa…

Ilmuwan nuklir Iran tewas dibunuh, Iran salahkan AS dan "Israel"

TEHERAN (Arrahmah.com) - Kepala militer Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi mengatakan "tangan kriminal" Amerika Serikat dan "Israel" terlihat jelas dalam pembunuhan seorang ilmuwan nuklir top di Teheran pada Jumat (27/11/2020), kantor…

Milisi pro Suriah rampok panen Zaitun warga Suriah Utara

IDLIB (Arrahmah.com) – Milisi pro rezim Assad merampok semua tanaman zaitun di daerah pedesaan selatan dan timur Idlib, Hama utara, dan Aleppo barat milik warga sipil yang mengungsi. Saat ini, hasil panan zaitun di pedesaan Idlib…

Lakukan aksi mogok makan selama 103 hari demi bisa keluar dari penjara

JENIN (Arrahmah.com) - Mantan tahanan "Israel" asal Palestina, Maher Al-Akhras, berhasil bebas dari penjara. Otoritas "Israel" membebaskan Al-Akhras pada Kamis (26/11/2020), setelah ia melakukan mogok makan selama 103 hari. "Tekad saya…

Pakar ICMI: Bima Arya Tidak Berhak Paksa Habib Rizieq Tes Covid-19 Ulang

JAKARTA (Arrahmah.com) - Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Anton Tabah menanggapi desakan Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugoarto, agar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib M. Rizieq Shihab, dilakukan tes Covid-19…

Menteri Denmark: Ummat Islam Denmark Harus Dukung Seks Pra Nikah

KOPENHAGEN (Arrahmah.com) – Mattias Tesfaye, Menteri Luar Negeri dan Integrasi Denmark, mengatakan pernyataan kontroversial dalam sebuah unggahannya di sosial media usai pertemuan dengan beberapa ulama Muslim. Ia mengatakan bahwa perempuan…

Trump soal pembunuhan Fakhrizadeh: Pukulan telak untuk Iran

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Presiden AS Donald Trump me-retweet postingan seorang jurnalis "Israel", yang merupakan ahli di dinas intelijen "Israel", Mossad, tentang pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh di Teheran pada hari…

Houtsi klaim membunuh 8 tentara Saudi

MARIB (Arrahmah.com) - Teroris syiah Houtsi mengklaim telah membunuh delapan tentara Saudi di Yaman timur, Anadolu Agency melaporkan. "Pasukan rudal telah berhasil, pada Sabtu malam, menargetkan ruang operasi gabungan di kamp Tadawin di…

Jatuh Bangun Partai Islam

Oleh : War Yati (Arrahmah.com) - Baru-baru ini ada dua partai yang telah mendeklarasikan diri untuk terjun di kancah perpolitikan. Kedua partai tersebut adalah Partai Masyumi Baru dan Partai Umat bentukan Amien Rais. Di masa pemerintahan…

MUI Keluarkan Fatwa Tentang Pemakaian Masker Bagi Yang Ihram

JAKARTA (Arrahmah.com) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang pemakaian masker bagi orang yang sedang ihram. Dalam fatwa tersebut terdapat empat ketentuan hukum yakni memakai masker bagi perempuan yang sedang ihram…

Analis: Pertemuan rahasia "Israel"-Saudi mengirim pesan kuat kepada Biden soal Iran

RIYADH / JERUSALEM (Arrahmah.com) - Pertemuan bersejarah antara perdana menteri "Israel" dan putra mahkota Arab Saudi telah mengirimkan sinyal kuat kepada sekutu dan musuh bahwa kedua negara tetap berkomitmen kuat untuk menahan musuh…

Ketika Pelarangan Khamr menjadi Kontroversi

Oleh : Yuliyati Sambas, S.Pt (Arrahmah.com) - Islam telah memberi seperangkat aturan kehidupan yang demikian rinci dan mengandung maslahat. Salah satunya terkait perkara makanan dan minuman. Prinsipnya bahwa apa yang dikonsumsi wajib halal…

Iklan