Pasca serangan teror di Selandia Baru, MUI kaji pelarangan game PUBG

504

Support Us

JAKARTA (Arrahmah.com) – Game Player Unknown’s Battlegrounds alias PUBG menjadi sorotan setelah terjadi serangan teror di dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru, yang menewaskan 50 orang, akhir pekan lalu. Pelaku disebut terinspirasi dari permainan yang memang mengandung konten kekerasan ini.

Pelaku serangan teror tersebut ketika memberondongkan peluru, yang direkam menggunakan kamera di atas kepala, mirip dengan tampilan game baku tembak tersebut. Teori-teori pun beredar bahwa pelaku terinspirasi oleh PUBG meski dalam manifesto yang disebarkan sebelum penembakan sang pelaku menyatakan melakukan aksi terornya bukan karena game Fortnite dan Spyro the Dragon 3.

terkait hal ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengakan akan mengkaji pelarangan permainan PUBG karena dinilai menimbulkan mudarat.

Menurut Wasekjen MUI, Muhammad Zaitun Rasmin, tim pengkajian sedang mengumpulkan informasi terkait permainan tersebut.

“Kalau itu jelas-jelas mempunyai efek yang besar terhadap perilaku teroris itu pasti akan dikeluarkan fatwa yang melarang. Tentu akan melarang kaum muslimin menggunakan game itu,” kata Zaitun di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Jumat (22/3/2019), lansir Tirto.

Meski dinilai menimbulkan mudarat, Zaitun mengatakan MUI tidak bisa serta merta menyatakan permanan tersebut haram. Ia menegaskan, fatwa haram dikeluarkan setelah melalui pengkajian.

“Kami tidak akan mengatakan terlalu cepat tentang hal itu,” tandasnya.

Zaitun menjelaskan MUI perlu mengambil sikap karena hal ini berkaitan dengan kemaslahatan umat. Baginya, MUI tidak hanya mengkaji obat dan makanan, tetapi semua masalah terkait kemaslahatan umat.

Zaitun menganalogikan PUBG sama dengan kasus zina.

“Al-Quran mengatakan jangan mendekati zina. Kenapa? Karena akan menjatuhkan pada zina. Maka ini juga, kalau game ini akan membentuk perilaku menjadikan seseorang menjadi pembunuh, teroris itu tentu patut untuk dilarang,” terangnya.

Zaitun juga meminta partisipasi masyarakat dalam pengkajian pelarangan PUBG. Ia memastikan MUI akan menerima berbagai masukan dari masyarakat terkait hal tersebut.

Seorang ulama Malaysia, Mufti Negri Sembilan Datuk Mohd Yusof Ahmad juga meminta pemerintah Malaysia untuk memblokir PUBG.

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan PUBG tidak boleh dimainkan anak di bawah umur.

“Berdasarkan PM Kominfo No 11 Tahun 2016 tentang Klasifikasi Permainan Interaktif Elektronik, PUBG masuk kategori games 18+, artinya hanya boleh dimainkan oleh orang brusia 18 tahun ke atas,” kata Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo RI Ferdinandus Setu saat dihubungi, Sabtu (23/3/2019), lansir Detik.com.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

FPI: Habib Rizieq Diizinkan Pulang Dari RS Ummi Bogor Karena Sehat Wal Afiat

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kuasa Hukum Front Pembela Islam (FPI), Aziz Yanuar SH, membantah hoax yang beredar bahwa Habib Rizieq Shihab (HRS) kabur dari RS Ummi Bogor, Jawa Barat. "Berita dan informasi itu muncul dari pihak-pihak dan…

Empat warga sipil Azerbaijan tewas akibat ranjau yang ditanam militer Armenia

FUZULI (Arrahmah.com) - Empat warga sipil Azerbaijan kehilangan nyawa mereka setelah bom ranjau yang diletakkan oleh militer Armenia meledak, kata otoritas negara pada Sabtu (28/11/2020). Ledakan tersebut terjadi ketika kendaraan yang…

Mesir: Qatar rusak pembicaraan damai melalui dukungan untuk pemerintah Libya

KAIRO (Arrahmah.com) - Qatar merusak pembicaraan damai melalui dukungannya untuk Pemerintah Nasional Libya (GNA) yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa, kata para pejabat Mesir, yang dilansir Al-Monitor. Oktober lalu, Qatar…

Satu tahun pembunuhan Soleimani, AS pulangkan staf kedutaannya dari Irak

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Kedutaan Amerika Serikat di Baghdad menarik beberapa stafnya menjelang ulang tahun pertama pembunuhan jenderal Iran Qassem Soleimani di ibu kota Irak, menurut laporan media, kemarin (2/12/2020). Penarikan akan…

Kuasa Hukum Sebut Penangkapan Ustadz Maaher Penuh Kejanggalan

BOGOR (Arrahmah.com) - Kuasa Hukum Maheer At-Thuwailibi alias Soni Eranata, Juju Purwantoro menilai ada kejanggalan dalam penangkapan kliennya. "Banyak keanehan-keanehan juga dalam proses penangkapan ini," kata Juju di Mabes Polri, Kamis…

110 Petani Dibantai di Nigeria Akhir Pekan Ini

NIGERIA (Arrahmah.com) – Sedikitnya 110 orang tewas dalam serangan akhir pekan terhadap para petani di bagian timur laut Nigeria. Banyak pihak menuduh kelompok militan Islam yang aktif di daerah tersebut sebagai pelaku, meskipun belum ada…

Houtsi berhasil merebut wilayah strategis di Marib

MARIB (Arrahmah.com) - Kelompok teroris Syiah Houtsi meraih kemajuan baru pada Kamis (3/12/2020) ketika pasukan mereka merebut puncak gunung strategis dan lembah terdekat di provinsi Marib. Menurut media yang dijalankan oleh kelompok…

Iran tuduh "Israel" sebagai dalang pembunuhan Fakhrizadeh

TEHERAN (Arrahmah.com) - "Israel" membunuh seorang ilmuwan nuklir Iran dengan menggunakan teknologi yang dikendalikan dari jarak jauh, seorang pejabat keamanan senior Iran menuduh pada Senin (30/11/2020). "Sayangnya, operasi itu sangat…

Sumur Warga Kerap Berbau, ACT Bangun Sumur Wakaf di Tepi Sungai Opak

BANTUL (Arrahmah.com) – Tim dari Global Wakaf – ACT telah memulai pengeboran Sumur Wakaf yang terletak di Ponpes Baitul Qur’an Cendekia yang beralamat di Potrobayan, Srihardono, Pundong, Bantul, Senin (30/11/2020). Ponpes Baitul Quran…

AS: "Israel" dalangi pembunuhan ahli nuklir Iran

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Seorang pejabat Amerika mengungkapkan bahwa dalang dari pembunuhan ahli nuklir Iran pekan lalu adalah "Israel". Pada Jumat, Mohsen Fakhrizadeh ditemukan tewas di pinggiran Kota Teheran, Iran. Pejabat…

PM baru zionis 'Israel' sambut baik kedatangan ratusan orang Yahudi Ethiopia

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan "Israel" Benny Gantz menyambut baik kedatangan 316 Yahudi Ethiopia ke wilayah Palestina yang dicaplok"Israel", dalam sebuah angkutan udara khusus yang dipimpin oleh Menteri…

Ucap Belasungkawa Kematian Ilmuwan Nuklir Iran, Taliban Kunjungi Kedubes Iran Di Qatar

DOHA (Arrahmah.com) – Kedutaan Besar Iran di Qatar mengatakan sebuah delegasi Taliban telah tiba di gedung kedutaan pasca pembunuhan ilmuwan terkemuka program nuklir Iran. Delegasi yang berasal dari kantor politik Taliban datang untuk…

Iklan

Banner Donasi Arrahmah