Dalang pembantaian Srebrenica dan penjahat Perang Bosnia, Radovan Karadzic, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup

387

Support Us

DEN HAAG (Arrahmah.com) – Pengadilan PBB di Den Haag pada Rabu (20/3/2019) menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup bagi mantan pemimpin Serbia Bosnia Radovan Karadzic atas tuduhan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang.

Pada 2016 Karadzic dijatuhi hukuman 40 tahun penjara oleh Pengadilan Kejahatan Internasional untuk bekas negara Yugoslavia, atas tuduhan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait dengan Perang Bosnia 1992-1995.

Dia kemudian mengajukan banding meminta pembebasan atau sidang ulang.

Setelah Pengadilan Kejahatan Internasional untuk bekas negara Yugoslavia ditutup pada tahun 2017, Dewan Banding Pengadilan Pidana Internasional mengambil alih kasus yang sedang berlangsung.

Dewan Banding pada Rabu (20/3) mengumumkan keputusan atas banding yang diminta oleh Karadzic, yang telah berlangsung selama tiga tahun.

Dewan menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup bagi Karadzic (73), atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan selama Perang Bosnia antara tahun 1992 dan 1995, serta genosida di Srebrenica, Bosnia dan Herzegovina.

Berita Terkait

Banding Karadzic atas hukumannya 40 tahun penjara juga ditolak.

“Mengingat kebrutalan dan ukuran kejahatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, maka hukuman penjara 40 tahun tidaklah cukup,” kata dewan tersebut, sebagaimana dilansir Anadolu Agency.

Dewan juga mengkonfirmasi bahwa Karadzic mengetahui tentang pembunuhan yang dilakukan pada Juli 1995 setelah jatuhnya Srebrenica.

Sementara pengadilan memvonis Karadzic atas perannya dalam pembantaian Srebrenica 1995, yang menewaskan sekitar 100.000 penduduk Bosnia, ia dinyatakan tidak bersalah atas genosida di tujuh kota Bosnia lainnya.

Terlepas dari hukuman genosida tunggal, ia juga dinyatakan bersalah atas lima dakwaan kejahatan terhadap kemanusiaan dan empat dakwaan kejahatan perang, termasuk menyandera tentara PBB, membasmi warga sipil, pembunuhan, dan menyerang tentara.

(Rafa/arrahmah.com)

 

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Cendekiawan Muslim kecam fatwa anti-Ikhwanul Muslimin oleh Saudi

RIYADH (Arrahmah.com) - Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS) pada Sabtu (28/11/2020) mengutuk fatwa Saudi yang memfitnah Ikhwanul Muslimin, yang menggambarkan kelompok tersebut sebagai organisasi tersesat dan teroris, Quds…

110 Petani Dibantai di Nigeria Akhir Pekan Ini

NIGERIA (Arrahmah.com) – Sedikitnya 110 orang tewas dalam serangan akhir pekan terhadap para petani di bagian timur laut Nigeria. Banyak pihak menuduh kelompok militan Islam yang aktif di daerah tersebut sebagai pelaku, meskipun belum ada…

Revolusi Mental Jokowi Versus Revolusi Akhlaq HRS

Oleh: Ustadz Irfan S. Awwas Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin JAKARTA (Arrahmah.com) - Setiap manusia, kafir maupun muslim, secara mutlak memiliki tiga macam unsur kehidupan, sejak dilahirkan sampai mati. Yaitu, fisik, prilaku,…

Ustadz Abu Bakar Ba'asyir Dirawat di Rumah Sakit

BOGOR (Arrahmah.com) - Beredar kabar Ustadz Abu Bakar Ba'asyir sedang dirawat di rumah sakit karena kondisi kesehatan menurun. Putra Ustadz Abu Bakar Ba'asyir membenarkan kabar tersebut. "Iya, benar,  beliau dibawa ke RS untuk…

Pemerintah Indonesia buka layanan calling visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemerintah Indonesia secara mengejutkan membuka layanan visa elektronik atau e-Visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya dengan subyek calling visa atau layanan visa khusus untuk negara dengan tingkat kerawanan…

"Israel" lakukan 414 pelanggaran terhadap jurnalis Palestina sepanjang tahun 2020

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Pasukan pendudukan "Israel" melakukan 414 pelanggaran terhadap jurnalis Palestina sejak awal tahun, Quds Press melaporkan pada Ahad (29/11/2020). Komite Dukungan Jurnalis mengatakan dalam sebuah pernyataan…

Turki tak berharap Biden beri sanksi pembelian S-400

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki tak mengharapkan hubungan dengan Amerika Serikat terganggu di bawah kepemimpinan presiden terpilih Joe Biden dan tidak juga tidak mengharapkan sanksi atas pembelian sistem pertahanan S-400 Rusia, seorang…

Muslim di Bihar Dilarang Membangun Masjid

NEW DELHI (Arrahmah.com) – Komunitas Hindu keberatan dengan pembangunan masjid di sebuah desa di perbatasan Bargania, distrik Sitamarhi, Bihar, kata penduduk Muslim di desa itu. Mahmood, seorang warga desa, mengatakan para tetua dari…

Empat warga sipil Azerbaijan tewas akibat ranjau yang ditanam militer Armenia

FUZULI (Arrahmah.com) - Empat warga sipil Azerbaijan kehilangan nyawa mereka setelah bom ranjau yang diletakkan oleh militer Armenia meledak, kata otoritas negara pada Sabtu (28/11/2020). Ledakan tersebut terjadi ketika kendaraan yang…

Lima Orang Jamaah Masjid Dibunuh dan Puluhan Diculik di Nigeria

ABUJA (Arrahmah.com) – Serangan yang dilakukan sekelompok orang bersenjata terjadi di sebuah masjid di barat laut Nigeria. Serangan itu menjatuhkan banyak korban, lima jamaah meninggal dunia sementara 40 orang lainnya diculik. Serangan…

MERC Sayangkan Sikap Walikota Bogor Intervensi RS yang Tangani Habib Rizieq

BOGOR (Arrahmah.com) -  MER-C menyayangkan sikap Walikota Bogor Bima Arya yang melakukan intervensi terhadap pihak rumah sakit yang menangani Habib Rizieq Shihab. Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad dalam keterangannya, Sabtu…

Lembaga donor internasional siap topang Afghan dengan miliaran dolar

JENEWA (Arrahmah.com) - Puluhan lembaga donor mulai menjanjikan miliaran dolar sebagai bantuan bagi Afghanistan dalam konferensi yang digelar di Jenewa hari Selasa (24/11/2020), dengan harapan negosiasi damai yang dibangun antara pemerintah…

Iklan