Perancis bekukan aset pendiri JeM Masood Azhar

Chief of a religious party Jaish-e-Mohammad Maulana Masood Azhar (R), a militant released from an Indian jail in 1999 in exchange for Indian airliner hostages, addresses a meeting of Pakistan's religious and political parties in Islamabad, 26 August 2001, against the UN monitors. Azhar said we have to continue Jehad (holy war) in Afghanistan and Kashmir against the enemies of the Islam. Religious and political parties leaders asked the government to stop the UN plan of monitors at Pakistan and Afghanistan borders to check the sanctions against the Taliban militia and assured their full support with Taliban. AFP PHOTO/ Saeed KHAN (Photo by SAEED KHAN / AFP)
504

PARIS (Arrahmah.com) – Perancis telah memutuskan untuk membekukan aset pendiri dan pemimpin Jaish-e-Mohammed (JeM), Masood Azhar, kata pemerintah Perancis, Jumat (15/3/2019).

Sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh kementerian dalam negeri, kementerian keuangan dan kementerian luar negeri Perancis menambahkan bahwa pihaknya akan membahas penempatan Masood Azhar dalam daftar “terorisme” Uni Eropa.

Pakistan berada di bawah tekanan dari kekuatan global untuk bertindak terhadap kelompok-kelompok yang melakukan serangan di India, termasuk Jaish-e-Mohammed, yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan 14 Februari di Kashmir yang menewaskan sedikitnya 44 polisi paramiliter India. (Althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.