Dilarang Pakistan atas nama "perang melawan terorisme", JuD meja hijaukan Islamabad

In this Feb. 5, 2019 file photo, Hafiz Saeed, chief of Pakistani religious group Jamaat-ud-Dawa, addresses a rally in Lahore, Pakistan. (AP)
312

LAHORE (Arrahmah.com) – Juru bicara badan amal Jamaat-ud-Dawa (JuD), yang telah dikaitkan dengan kelompok Lashkar-e-Taiba (LeT) -kelompok yang dituding ada di balik serangan mematikan di Mumbai 2008- mengatakan pada Rabu (6/3/2019) akan meja hijaukan tindakan keras pemerintah ditutup beberapa misinya.

Pada Selasa (5/3), Otoritas Penanggulangan Terorisme Nasional Pakistan (NACTA) menambahkan JuD dan Yayasan Falah-e-Insaniat (FIF) ke dalam daftar organisasi terlarang.

Kedua kelompok diklaim berafiliasi dengan pendiri LeT, Hafiz Saeed – salah satu pria paling dicari di Asia Selatan, dengan imbalan $ 10 juta. Menurut penuturan Saeed, JuD dan FIF hanyalah badan amal, dan bukan front perjuangan.

“Kami adalah organisasi kesejahteraan yang damai,” kata juru bicara JuD, Yahya Mujahid. “Terlepas dari semua kekejaman, kami akan tetap damai dan meminta keadilan dari pengadilan.” Dia menambahkan, pemerintah telah menutup kantor JuD, apotek, unit kesehatan, dan sekolah, menyita ambulan dan menangkap puluhan aktivis di seluruh negeri.

“Ini adalah ketidakadilan bagi organisasi yang damai. Polisi bahkan melecehkan kaum wanita selama penggerebekan di rumah kami.”

Di Al-Qadsia, markas besar JuD di Lahore, tidak banyak yang berubah selain beberapa polisi yang tampak bersiaga di luar kompleks.

Tetapi juru bicara pemerintah daerah di Punjab, Shahbaz Gill, membenarkan bahwa polisi dan badan keamanan lainnya telah melancarkan penumpasan terhadap kelompok-kelompok termasuk JD di seluruh negeri.

Di Rawalpindi, sebuah rumah sakit, sekolah, dan dua apotek JuD disegel, dan beberapa madrasah yang terhubung dengan grup ditutup di Chakwal.

Seorang pejabat intelijen mengatakan polisi juga telah menangkap puluhan anggota Jaish-e-Mohammad (JeM) dan kelompok sektarian Sipah-i-Sahaba di kota-kota Jhang, Bahawalnagar, dan Bahawalpur di selatan Punjab.

Bulan lalu, JeM mengaku bertanggung jawab atas pemboman bunuh diri di Kashmir yang dikelola India yang menewaskan sedikitnya 44 polisi dan membawa India dan Pakistan ke ambang perang.

Pada Selasa (5/3), Pakistan mengatakan telah menahan dua kerabat dekat kepala JeM Masood Azhar. Sehari sebelumnya, Islamabad mengumumkan telah mengambil langkah-langkah baru untuk menyita dan membekukan aset orang-orang yang dicari oleh PBB dan lainnya.

Tahun lalu, pengawas global, Gugus Tugas Aksi Keuangan (FATF), menempatkan Pakistan dalam daftar pengawasan negara-negara dengan kontrol yang tidak memadai untuk mencegah pendanaan “terorisme” dan pencucian uang, menghambat peluang menarik investasi Barat.

Pekan lalu, New Delhi dan Islamabad memulai kurusetra setelah India menyerang sebuah lokasi yang diklaim kamp pelatihan JeM di Pakistan utara, yang dibalas Pakistan dengan menjatuhkan sebuah jet India di wilayah udaranya Rabu lalu serta menangkap pilotnya.

“Pakistan mengambil tindakan terhadap kelompok-kelompok militan, di bawah tekanan dari FATF dan PBB,” kata analis politik Dr. Hasan Askari Rizvi.

“Tindakan keras ini terlihat serius kali ini, tetapi mari kita lihat berapa lama akan pemerintah mempertahankannya.”

Islamabad telah mengakui untuk melakukan penumpasan terhadap kelompok-kelompok “militan” tetapi membantah tindakan itu dilakukan karena tekanan internasional. (Althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.