Intelijen India: JeM rencanakan serangan yang lebih besar

JeM terrorist Aadil Ahmad who carried Fidayeen attack in Awantipora on Feb 14 and a scene from the spot | (Photo Credits: Twitter/@ANI)
722

NEW DELHI (Arrahmah.com) – Didorong oleh keberhasilannya dalam pemboman bunuh diri Kashmir, Jaish-e-Mohammad (JeM) berencana untuk melakukan serangan gerilya lain yang jauh lebih besar, intelijen mengklaim menyadap pembicaraan pada 16-17 Februari antara kepemimpinan JeM di Pakistan dan anggotanya di Kashmir.

Menurut hasil penyadapan yang secara eksklusif diakses oleh Times of India, kemarin (21/2/2019), JeM diklaim memutuskan untuk mengeksekusi pemboman lain yang menyebabkan korban besar-besaran terhadap pasukan keamanan India.

Pada Rabu (20/2), seorang pejabat tinggi intelijen mengatakan berbagai masukan dari berbagai tempat mengindikasikan bahwa mungkin ada serangan besar baik di Jammu atau di luar Jammu Kashmir.

Mengutip sumber-sumber intel, TOI melaporkan pada 19 Februari bahwa 21 anggota JeM, termasuk tiga pembom bunuh diri, telah menyusup ke Kashmir pada Desember tahun lalu untuk melancarkan tiga serangan, termasuk dua di luar lembah.

Penyadapan yang diambil oleh badan intelijen juga mengungkapkan bahwa JeM akan merilis video persiapan persiapan bom bunuh diri Pulwama. Analis intelijen mengatakan, rilis video itu dimaksudkan untuk memuliakan Adil Ahmad Dar yang berusia 20 tahun, yang menabrak van Maruti Eeco yang sarat bahan peledak terhadap salah satu bus konvoi CRPF 78, dan menewaskan 44 penumpang di dalamnya pada 14 Februari. Video itu diklaim dapat membantu Jaish merekrut pemuda Kashmir dalam misi pemboman bunuh diri, kata seorang analis.

JeM juga mengklaim bahwa mantan komandan operasional kelompoknya, Mohammad Waqas Dar, yang menanam IED di Nowshera di Rajouri minggu lalu di mana Mayor Angkatan Darat, Chitresh Bisht, terbunuh.

Namun, para pejabat polisi mengatakan seluruh komunikasi di antara anggota JeM tampaknya menjadi “operasi psikologis” yang ditargetkan untuk meneror India.

“Tapi karena kami telah mencegat komunikasi, kami tidak bisa mengabaikannya. Kami waspada dan berusaha untuk mencegah ancaman melalui cara lain juga,” kata seorang perwira polisi senior. (Althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.