Puluhan sipil tewas dalam serangan udara, warga Afghanistan yang marah turun ke jalan

PBB mengatakan serangan udara telah membunuh 149 sipil Afghanistan dan melukai lebih dari 200 lainnya dalam paruh pertama 2018. (Foto: Reuters)
246

HELMAND (Arrahmah.com) – Ratusan warga Afghanistan menggelar aksi prtes di provinsi Helmand, Afghanistan selatan pada Ahad (10/2/2019) menentang serangan mematikan terhadap warga sipil.

Pasukan keamanan melakukan penggerebekan selama dua bulan terakhir di distrik Sangin, Helmand, dengan dalih mencari tempat persembunyian Taliban, menewaskan sedikitnya 30 warga sipil dan melukai banyak lainnya termasuk wanita dan anak-anak, lansir Al Jazeera.

Serangan udara pada Jum’at (8/2) di Sangin menewaskan 21 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak.

“Situasi ini tidak lagi dapat diterima oleh kami, dan kami mengatakan kepada Presiden Mohammad Ashraf Ghani dan kepala NDS [dinas rahasia] yang terhormat, Masoum Stanikzai untuk mengakhiri serangan ini,” ujarAttaullah Afghan, ketua dewan provinsi, berbicara di hadapan para pendemo.

Mohammad Hashim Alkozai, seorang senator dari Helmand, mengatakan 13 warga sipil tewas dalam satu serangan udara dan delapan lainnya tewas dalam serangan lain. Pertempuran sengit sedang berlangsung di distrik antara pasukan Afghanistan yang didukung NATO dan Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (IIA).

“Orang yang tidak bersalah, wanita, dan anak-anak, adalah satu-satunya korban serangan udara,” ujarnya.

Pejabat boneka Afghanistan yang tidak menerima tuduhan tersebut, menyalahkan IIA atas terbunuhnya warga sipil dengan mengklaim bahwa pejuang IIA menyerang pasukan Afghanistan dari wilayah sipil.

Omar Zwak, juru bicara gubernur provinsi membenarkan bahwa serangan udara telah membunuh warga sipil, namun tidak memberikan informasi lebih lanjut. Ia mengklaim penyelidikan telah diluncurkan.

Alkozai mengatakan dia telah memperingatkan tentang korban sipil di parlemen dan pejabat pemerintah, namun mereka tidak mengambil tindakan.

(haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.