Koalisi Arab tepis dugaan memasok senjata AS ke Houtsi

Arab coalition spokesman Colonel Turki al-Malki. (SPA)
189

JEDDAH (Arrahmah.com) – Koalisi Arab telah membantah laporan media yang menyatakan keterlibatan mereka dalam transfer senjata AS ke milisi Houtsi yang didukung Iran dan Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) di Yaman, lapor Arab News, Sabtu (9/2/2019).

Juru bicara koalisi Kolonel Turki Al-Maliki menekankan komitmen koalisi untuk menghadapi dan mengalahkan pemberontakan Houtsi, serta Daesh dan AQAP.

Dia mengatakan bahwa beberapa outlet media telah keliru mempublikasikan dan menyiarkan gambar kendaraan koalisi yang rusak dalam pertempuran yang akan dievakuasi karena berada di tangan Houtsi.

Dia menambahkan: “155 kendaraan koalisi yang rusak sejauh ini telah dievakuasi dari Yaman, meski 55 lainnya belum dipindahkan.”

Koalisi Arab telah menargetkan drone Houtsi dalam operasi militer di Sanaa pada Jumat (8/2).

Al-Maliki mengatakan bahwa pasukan melakukan operasi militer untuk menghancurkan target yang sah, lokasi yang digunakan oleh milisi Houtsi untuk menyimpan dan mempersiapkan peluncuran pesawat tanpa awak untuk serangan teroris di ibukota, kata SPA.

Ia pun menegaskan komitmen koalisi Arab untuk mencegah akses oleh milisi Houtsi, dan organisasi teroris lainnya, untuk kemampuan seperti itu, dan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi warga sipil dan daerah-daerah penting dari ancaman serangan pesawat tak berawak sesuai dengan kebiasaan. hukum internasional.

Tentara Yaman mencatat 1.062 pelanggaran yang dilakukan oleh Houtsi, termasuk serangan terhadap tempat-tempat sipil dan posisi tentara Yaman, selain menargetkan Misi Internasional untuk mengimplementasikan Perjanjian Stockholm.

Lebih dari 72 warga sipil Yaman terbunuh di Hodeidah hingga 6 Februari, 469 lainnya cedera, banyak dengan luka kritis, kata sumber di tentara Yaman.

Sumber itu menyerukan utusan PBB untuk Yaman agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam rangka menekan para anggota Houtsi menghentikan pelanggaran dan menghormati ketentuan-ketentuan perjanjian yang disponsori PBB tentang Hodeidah. (Althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.