Pengungsi Rohingya berharap masa depan yang lebih baik di kamp pengungsian

88

Support Us

BANGLADESH (Arrahmah.com) – Minoritas paling teraniaya di dunia, Muslim Rohingya, memiliki kekhawatiran tentang masa depan mereka di pemukiman pengungsi terbesar di dunia di Bangladesh, karena banyak dari mereka menderita akibat kurangnya pendidikan dan bimbingan.

Setelah melarikan diri dari perbatasan Myanmar ke Bangladesh tenggara sejak Agustus 2017, 730.000 Muslim Rohingya sebagian besar menghabiskan tahun pertama berjuang untuk bertahan hidup, membangun tempat berlindung dan menyesuaikan diri untuk kehidupan pengungsi. Tapi dalam 18 bulan kemudian, mereka mengalami ketidakpastian untuk masa depan.

Mohammad Hossen (24), adalah satu dari sedikit Muslim Rohingya yang pernah kuliah, dia mengatakan bahwa dia khawatir banyak pemuda “kehilangan karakter mereka”.

Berita Terkait

Di bawah peraturan pemerintah Bangladesh, hanya anak-anak berusia hingga 14 tahun yang dapat menghadiri pusat belajar untuk belajar bahasa Inggris, Burma, matematika dan keterampilan hidup, sementara agen-agen bantuan mempekerjakan orang dewasa untuk bekerja di 34 kamp yang membentuk pemukiman pengungsi. Tetapi tidak ada yang memikirkan nasib para remaja yang tinggal di antara 900.000 pengungsi di kamp-kamp, yang mengeluh bahwa mereka berjuang untuk menemukan cara untuk mengisi hari-hari mereka, lansir Daily Sabah pada Jum’at (8/2/2019).

Berbagai lembaga bantuan telah menyatakan keprihatinan bahwa hal ini membuat remaja sangat rentan terhadap pernikahan dini, pekerja anak, perdagangan manusia, pelecehan dan eksploitasi. Dalam sebuah laporan terbaru, Kelompok Koordinasi Antar-Sektor (ISCG), yang dibentuk untuk mengoordinasikan kerja antara kelompok-kelompok kemanusiaan, mengatakan layanan tidak memadai untuk remaja berusia antara 15 hingga 24 tahun, tetap menjadi masalah.

Pemerintah Myanmar telah melakukan genosida terhadap komunitas Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine. Eksodus besar Rhingya dimulai pada Agustus 2017 setelah pasukan keamanan Myanmar melancarkan penumpasan brutal. Skala, organisir dan keganasan operasi tersebut menimbulkan tuduhan komunitas internasional tentang pembersihan etnis dan genosida.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

TNI dan FPI Musyawarah Bahas Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Tentara Nasional Indonesia (TNI)  dan Front Pembela Islam (FPI) bermusyawarah untuk mencari solusi terkait baliho bergambar Habib Rizeq Shihab. Musyawarah tersebut berlangsung di rumah salah satu tokoh masyarakat…

Patriark Serbia Penyangkal Genosida Muslim Bosnia, Meninggal Karena Covid-19

MONTENEGRO (Arrahmah.com) – Pemimpin Gereja Orthodoks Serbia telah meninggal dunia akibat Covid-19 dalam usia 90 tahun. Patriark Irinej dibawa ke rumah sakit pada awal November setelah menghadiri pemakaman kepala Gereja Orthodoks Serbia di…

AS tawarkan $10 juta untuk informasi pemimpin HTS

AMERIKA SERIKAT (Arrahmah.com) – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah untuk informasi tentang pemimpin kelompok perlawanan Suriah HTS (24/11/2020). Sebagaimana diposting di akun Twitter mereka, Departemen Kehakiman…

Pasukan Azerbaijan Dituduh Memenggal Kepala Tentara Armenia

KARABAKH (Arrahmah.com) – Tentara Azerbaijan dituduh memenggal kepala seorang tentara Armenia dan mengejek keluarga korban dengan memposting foto kepalanya yang dipenggal di media sosial, kata pembela hak asasi manusia, Selasa (24/11/2020).…

Tentara 'Israel' luncurkan latihan militer skala besar di dekat Gaza

GAZA (Arrahmah.com) - Tentara pendudukan "Israel" melancarkan latihan militer skala besar di dekat Jalur Gaza yang diduduki, yang telah dikepung ketat oleh "Israel" selama 14 tahun, media lokal melaporkan. Menurut situs berita "Israel"…

Saudi tangguhkan impor daging Turki

ANKARA (Arrahmah.com) - Arab Saudi secara resmi menangguhkan impor daging, telur, dan produk lainnya dari Turki awal bulan ini, kata serikat pengekspor Turki, setelah memboikot barang-barang Turki secara tidak resmi selama berbulan-bulan…

UEA hentikan visa untuk 13 negara Muslim

DUBAI (Arrahmah.com) –Menurut dokumen yang dikeluarkan oleh negara, Uni Emirat Arab (UEA) telah berhenti mengeluarkan visa baru untuk warga dari 13 negara mayoritas Muslim, termasuk Iran, Suriah, dan Somalia. Dilansir di Daily Sabah,…

Prancis akan menuntut bahkan mendeportasi keluarga Muslim yang menentang karikatur Nabi Muhammad

PARIS (Arrahmah.com) - Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengatakan pada Jumat (20/11/2020) bahwa pemerintah akan mengklasifikasikan protes yang dilakukan orang tua siswa yang marah saat seorang guru menunjukkan karikatur Nabi…

Surya Paloh Positif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Surya saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. "Betul, setelah…

Putin: Nagorno-Karabakh tak terpisahkan dari Azerbaijan

MOSKOW (Arrahmah.com) - Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengakui bahwa wilayah Nagorno-Karabakh secara internasional diakui sebagai milik Azerbaijan, dua pekan setelah Armenia menyerahkan wilayah tersebut setelah kekalahannya dari…

Houtsi serang Aramco di Jeddah

JEDDAH (Arrahmah.com) - Militer Yaman yang didukung Houtsi mengumumkan telah menargetkan stasiun distribusi Aramco di kota pelabuhan Saudi di Jeddah menggunakan rudal presisi tinggi bersayap Quds-2. Juru bicara militer Brigadir Jenderal…

Australia harus miliki sendiri laporan kejahatan pasukannya di Afghanistan

MELBOURNE (Arrahmah.com) - Pejabat tinggi militer Australia pada Minggu (22/11/2020) bahwa departemen pertahanan harus memiliki laporan terbaru mengenai pasukannya yang melakukan kejahatan di Afghanistan dan bersumpah untuk melakukan…

Iklan