Bagi kubu Eropa, masa depan Afghanistan adalah tanda tanya

451

Support Us

KABUL (Arrahmah.com) – Sekutu utama AS yang menyumbang banyak pasukan dalam perang Afghanistan mempertanyakan kehadirannya di negara itu, sebuah langkah yang dapat memicu perdebatan di antara anggota NATO di tengah laporan penarikan pasukan AS, lansir Stars and Stripes pada Selasa (29/1/2019).

Italia sedang mempertimbangkan untuk menarik pasukan dari Afghanistan dalam waktu satu tahun, menurut sebuah laporan oleh Reuters, yang mengutip sumber senior Kementerian Pertahanan Italia yang tidak disebutkan namanya.

Sumber itu mengatakan kepada sekelompok wartawan bahwa Menteri Pertahanan Elisabetta Trenta meminta para pemimpin militer memulai perencanaan awal untuk penarikan penuh, dan “jangka waktu yang diambil adalah 12 bulan”, meskipun keputusan akhir belum dibuat, kata Reuters.

Dengan hampir 900 tentara di Afghanistan, Italia adalah salah satu kontributor terbesar untuk koalisi internasional. Negara ini memimpin operasi NATO di bagian barat.

Sementara di Jerman, yang 1.300 tentaranya membentuk kontingen nasional terbesar setelah AS, seorang anggota parlemen oposisi telah menyerukan rencana penarikan pasukan mereka. Jerman memimpin operasi koalisi di Afghanistan utara.

Pertimbangan ini datang setelah AS menikmati pengumuman Zalmay Khalilzad tentang kesepakatan prinsip pada AS dan Taliban dalam perjanjian damai yang akan mencakup penarikan pasukan AS dan janji Taliban untuk tidak melindungi kelompok-kelompok “teroris”.

Pemerintah Afghanistan belum dilibatkan dalam perundingan dan banyak perincian masih harus diselesaikan, tetapi perundingan AS-Taliban selanjutnya dijadwalkan pada 25 Februari mendatang.

“Kami terburu-buru agar rakyat Afghanistan dapat mengakhiri kekerasan secepat yang kami bisa,” kata Khalilzad kepada wartawan di Kabul, Senin (28/1). “Kami tidak bisa pergi meninggalkan ketidakpastian. Kami perlu menyelesaikan prosesnya.”

Berita Terkait

Pemerintah Jerman belum secara terbuka menyerukan rencana penarikan dalam beberapa hari terakhir, meskipun Menteri Pertahanannya, Ursula von der Leyen, mengatakan pada Januari bahwa ketika AS menyelesaikan misinya di Afghanistan, pasukan Jerman juga akan mundur.

Parlemen Jerman memiliki waktu hingga akhir Maret untuk memutuskan apakah akan memperpanjang misinya di Afghanistan atau tidak.

“Jika Amerika mengurangi jumlah tentara mereka, ini pasti akan menjadi misi yang berbeda (untuk militer Jerman),” kata anggota parlemen Bijan Djir-Sarais, dari Partai Demokrat, kepada majalah Der Spiegel, Senin (28/1). “Karena itu, pemerintah dan tentara memerlukan strategi.”

Partai Demokrat saat ini bukan bagian dari pemerintah tetapi telah berpartisipasi dalam koalisi sebelumnya yang dipimpin oleh Kanselir Angela Merkel. Partai telah lama memilih untuk melanjutkan operasi Afghanistan, tetapi rencana itu dapat berubah jika AS mundur.

Kekhawatiran koalisi meninggi ketika dilaporkan bahwa Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan untuk mengurangi jumlah pasukan Amerika di Afghanistan sekitar setengahnya.

Departemen Pertahanan AS belum diperintahkan untuk mempersiapkan penarikan penuh dari Afghanistan, penjabat Pentagon, Patrick Shanahan, menyatakan sesaat setelah bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg. Shanahan menolak untuk memberikan perincian lain tentang kemungkinan penarikan.

Sementara itu, Stoltenberg menyatakan dukungannya untuk diskusi damai yang sedang berlangsung, yang bertujuan agar Taliban bernegosiasi langsung dengan pemerintah Afghanistan. Namun dia mengatakan diskusi apa pun tentang pasukan koalisi yang ditarik dari Afghanistan akan terlalu dini.

Pasukan NATO pertama tiba di Afghanistan pada tahun 2001. Pada puncak perang tahun 2010, hampir 140.000 tentara – sekitar dua pertiga dari mereka orang Amerika – dikerahkan ke negara itu. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Rezim Asad bunuh 98 orang di Daraa

DARAA (Arrahmah.com) - Rezim Suriah telah menyiksa 98 orang dalam dua tahun terakhir yang melanggar perjanjian Daraa 2018, menurut sumber lokal. Rezim menyiksa banyak orang yang tinggal di Daraa dan mengajukan amnesti berdasarkan…

Rusia lancarkan serangan kuat di Latakia timur, targetkan benteng Jihadi

LATAKIA (Arrahmah.com) - Pasukan Rusia melancarkan beberapa serangan udara di wilayah timur laut Latakia, menargetkan benteng utama jihadi di wilayah Jabal Al-Akrad. Menurut laporan lapangan dari provinsi Latakia, pasukan Rusia…

Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK

JAKARTA (Arrahmah.com) -  Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (25/11/2020) dini hari WIB. Informasi awal Edhy ditangkap di kantornya usai kunjungan kerja ke Amerika…

400 kuburan Muslim Tuo ditemukan di Spanyol

TAUSTE (Arrahmah.com) – Pekerja jalan di kasawan Kota Tauste, timur laut Spanyol secara tak terduga menemukan kuburan Islam yang diperkirakan digunakan pada abad ke-8 hingga abad 11 Masehi. Lebih dari 400 kuburan ditemukan di situs…

Ustadz Abu Bakar Ba'asyir Dirawat di Rumah Sakit

BOGOR (Arrahmah.com) - Beredar kabar Ustadz Abu Bakar Ba'asyir sedang dirawat di rumah sakit karena kondisi kesehatan menurun. Putra Ustadz Abu Bakar Ba'asyir membenarkan kabar tersebut. "Iya, benar,  beliau dibawa ke RS untuk…

Jatuh Bangun Partai Islam

Oleh : War Yati (Arrahmah.com) - Baru-baru ini ada dua partai yang telah mendeklarasikan diri untuk terjun di kancah perpolitikan. Kedua partai tersebut adalah Partai Masyumi Baru dan Partai Umat bentukan Amien Rais. Di masa pemerintahan…

ISIS serang Baghdad, 6 pasukan keamanan Irak tewas

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Enam personel keamanan Irak dan tiga warga sipil tewas dalam penyergapan pada Sabtu (21/11/2020) yang dilakukan oleh kelompok ISIS di utara Baghdad, kata polisi dan seorang pejabat setempat. Sumber polisi…

Satu tentara tewas dalam serangan bom ranjau di Karabakh

KARABAKH (Arrahmah.com) - Ledakan ranjau di wilayah Karabakh Atas menewaskan satu tentara Azerbaijan dan juga melukai seorang tentara Rusia, kata pejabat militer Rusia, Senin (23/11/2020). Ledakan itu terjadi di wilayah Suqovusan di…

Turki-Saudi sepakat selesaikan masalah melalui dialog

RIYADH (Arrahmah.com) - Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz sepakat dalam panggilan telepon untuk meningkatkan hubungan bilateral dan menyelesaikan perselisihan yang luar biasa melalui dialog, kata…

Analis: Pertemuan rahasia "Israel"-Saudi mengirim pesan kuat kepada Biden soal Iran

RIYADH / JERUSALEM (Arrahmah.com) - Pertemuan bersejarah antara perdana menteri "Israel" dan putra mahkota Arab Saudi telah mengirimkan sinyal kuat kepada sekutu dan musuh bahwa kedua negara tetap berkomitmen kuat untuk menahan musuh…

Anies Raih Penghargaan Gubernur Terpopuler 2020

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemprov DKI dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meraih penghargaan dalam Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2020. Kompetisi tersebut berdasarkan kinerja humas pemerintah di kementerian, lembaga, Pemerintah Daerah,…

Azerbaijan: Armenia ubah kota Aghdam menjadi puing-puing

AGHDAM (Arrahmah.com) - Penduduk Aghdam, yang diduduki Armenia selama 27 tahun, mengatakan pada Sabtu bahwa kota itu berubah menjadi kota yang hancur. Di Aghdam, tempat tentara Armenia mundur pada 20 November, hampir tidak ada bangunan…

Iklan