Pengadilan Pakistan dukung pembebasan sang penista ​​agama

168

Support Us

ISLAMABAD (Arrahmah.com) – Mahkamah Agung Pakistan, Selasa (29/1/2019), telah mendukung pembebasan seorang wanita Kristen yang dijerat karena melakukan penistaan ​​agama Islam, berdasarkan putusan sebelumnya yang memicu protes selama berhari-hari, ancaman pembunuhan, dan kekacauan nasional.

Pengadilan tinggi negara itu menolak petisi peninjauan terhadap Aasia Bibi, yang telah menghabiskan delapan tahun di penjara dan divonis hukuman mati sebelum dibebaskan Oktober lalu.

Panel yang terdiri dari tiga hakim menyatakan argumen pengacara yang bertindak atas nama pemohon tidak memuaskan para hakim.

“Karena pantas, petisi ini ditolak,” kata Hakim Agung Asif Saeed Khosa di pengadilan.

Aasia Bibi, ditangkap tahun 2009 di bawah kasus penodaan agama di Pakistan. (Foto: Google)

Berdasarkan putusan ini, Bibi dibolehkan untuk meninggalkan negara itu. Laporan media Pakistan yang belum dikonfirmasi mengatakan bahwa kedua putrinya telah berangkat ke Kanada, tempat mereka mendapatkan suaka.

Bibi saat ini ada di sebuah lokasi rahasia di Pakistan di bawah perlindungan ketat.

“Saya benar-benar berterima kasih kepada semua orang. Sekarang setelah sembilan tahun dipastikan bahwa saya bebas dan saya akan memeluk anak perempuan saya,” ujar Bibi, dikutip kawannya yang menyatakan kepada Associated Press, dengan syarat anonimitas karena khawatir akan keselamatannya sendiri.

Pengacaranya, Saiful Malook, yang kembali ke Islamabad setelah melarikan diri dari negara itu di tengah ancaman kematian, menyebut keputusan itu sebagai kemenangan bagi konstitusi dan aturan hukum Pakistan.

Beberapa jam sebelum Mahkamah Agung mengumumkan keputusannya, Shafeeq Ameeni, ketua gerakan Tehreek-e Labbaik, yang memimpin protes tahun lalu, mengeluarkan peringatan baru ke pengadilan untuk tidak mendukung Bibi, dengan menyebutnya sebagai “penghujat”.

Ameeni tidak segera bisa dihubungi untuk dimintai komentar setelah putusan itu.

TLP meminta anggotanya untuk siap beraksi dalam pesan yang dikirim ke wartawan sebelum putusan.

Massa geram atas putusan Mahkamah Agung Pakistan yang membebaskan sang penista agama. (Foto: Google)

Meski sebagian besar pemimpinnya tetap dalam tahanan setelah tindakan keras pemerintah, hal itu tidak mencegah mereka yang muncul di persidangan menyerukan tindakan tegas terhadap Bibi.

“Dia layak dibunuh berdasarkan syariah,” kata Hafiz Ehtisham Ahmed, seorang aktivis yang terkait dengan Masjid Merah di Islamabad, kepada kantor berita AFP.

“Jika dia pergi ke luar negeri, bukankah Muslim tinggal di sana? Jika dia keluar dari Pakistan … ada yang bisa membunuhnya di sana,” lanjutnya geram.

Kasus Bibi menjadi berita utama di seluruh dunia tahun lalu dan kelompok hak asasi Amnesti Internasional mengeluarkan pernyataan yang menyerukan agar dia diizinkan untuk “bersatu kembali dengan keluarganya dan mencari keselamatan di negara pilihannya.”

“Pihak berwenang juga harus menentang dan menyelidiki segala upaya untuk mengintimidasi Mahkamah Agung. Mereka memiliki tugas untuk melindungi dari ancaman kekerasan yang melukai para penganut agama minoritas atau kehidupan para hakim atau pejabat pemerintah lainnya,” kata juru kampanye Asia Selatan Amnesti, Rimmel Mohydin.

Perempuan berusia 54 tahun itu ditangkap pada tahun 2009 setelah dituduh melakukan penistaan ​​setelah pertengkaran dengan dua pekerjanya yang Muslim yang menolak minum dari wadah air yang digunakan oleh seorang Kristen di sebuah desa di provinsi Punjab timur.

Namun Bibi selalu membantah melakukan penistaan. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Cendekiawan Muslim kecam fatwa anti-Ikhwanul Muslimin oleh Saudi

RIYADH (Arrahmah.com) - Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS) pada Sabtu (28/11/2020) mengutuk fatwa Saudi yang memfitnah Ikhwanul Muslimin, yang menggambarkan kelompok tersebut sebagai organisasi tersesat dan teroris, Quds…

ISIS lancarkan serangan besar di Hama

HAMA (Arrahmah.com) - ISIS telah melanjutkan kampanye mereka di pedesaan timur Hama, ketika pejuang mereka menargetkan posisi pasukan rezim Asad di dekat perempatan Ithriya. Menurut laporan, ISIS menyerang unit Angkatan Darat rezim…

Iran siap balas dendam atas pembunuhan Fakhrizadeh

TEHERAN (Arrahmah.com) - Pembunuhan ilmuwan nuklir ternama Iran oleh penyerang tak dikenal dikaitkan dengan "Israel" oleh pejabat senior politik dan militer di Teheran, Anadolu Agency melaporkan, Sabtu (28/11/2020). Mohsen Fakhrizadeh,…

HNW Sesalkan Sikap Presiden Jokowi Aktifkan Calling Visa Untuk Israel

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) membiarkan pengaktifan calling visa untuk Israel. HNW menilai ini sebagai…

UEA hentikan visa untuk 13 negara Muslim

DUBAI (Arrahmah.com) –Menurut dokumen yang dikeluarkan oleh negara, Uni Emirat Arab (UEA) telah berhenti mengeluarkan visa baru untuk warga dari 13 negara mayoritas Muslim, termasuk Iran, Suriah, dan Somalia. Dilansir di Daily Sabah,…

Saudi bombardir Bandara Sana'a saat Houtsi maju menuju kota strategis

SANA'A (Arrahmah.com) - Koalisi yang dipimpin Saudi dituduh membom Bandara Internasional Sana'a dalam dua serangan terpisah pada Rabu (2/12/2020), TV Al-Masirah Yaman melaporkan. Menurut laporan TV Al-Masirah, pesawat tempur koalisi…

Mesir: Qatar rusak pembicaraan damai melalui dukungan untuk pemerintah Libya

KAIRO (Arrahmah.com) - Qatar merusak pembicaraan damai melalui dukungannya untuk Pemerintah Nasional Libya (GNA) yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa, kata para pejabat Mesir, yang dilansir Al-Monitor. Oktober lalu, Qatar…

Gaza mengekspor minyak zaitun ke negara-negara Teluk untuk pertama kalinya

GAZA (Arrahmah.com) - Kementerian Pertanian Palestina di Gaza mengumumkan bahwa mereka akan mengimpor minyak zaitun Palestina untuk pertama kalinya dari kantong yang terkepung, ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Berbicara kepada…

Menteri Denmark: Ummat Islam Denmark Harus Dukung Seks Pra Nikah

KOPENHAGEN (Arrahmah.com) – Mattias Tesfaye, Menteri Luar Negeri dan Integrasi Denmark, mengatakan pernyataan kontroversial dalam sebuah unggahannya di sosial media usai pertemuan dengan beberapa ulama Muslim. Ia mengatakan bahwa perempuan…

Muslim di Bihar Dilarang Membangun Masjid

NEW DELHI (Arrahmah.com) – Komunitas Hindu keberatan dengan pembangunan masjid di sebuah desa di perbatasan Bargania, distrik Sitamarhi, Bihar, kata penduduk Muslim di desa itu. Mahmood, seorang warga desa, mengatakan para tetua dari…

Habib Rizieq Masuk IGD RS UMMI Bogor

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab dan istrinya Syarifah Fadhlun Yahya dibawa ke Rumah Sakit (RS) UMMI Bogor, Jawa Barat pada Rabu (25/11/2020) kemarin. Habib Rizieq disebut sempat masuk ke…

Pria ini berjalan kaki dari Afrika ke Masjid Al-Aqsa

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Shahid Bin Yusef Takala, seorang dosen universitas Afrika Selatan, telah berjalan dari Cape Town ke Masjid Al-Aqsa Yerusalem dan berencana untuk melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki ke Madinah dan Mekah…

Iklan

Banner Donasi Arrahmah