Meski akan batalkan kontrak ECRL, Malaysia tetap gandeng negara penindas Uighur dalam investasi

283

Support Us

KUALA LUMPUR (Arrahmah.com) – Menteri ekonomi Malaysia mengatakan pada Sabtu (26/1/2019) bahwa negaranya akan membatalkan proyek East Coast Rail Link (ECRL) senilai $ 20 miliar dengan kontraktor China Communications Construction Co Ltd (CCCC), lansir Reuters.

Mohamed Azmin Ali mengatakan di hadapan konferensi pers bahwa biaya proyek itu terlalu besar, sementara juga memberikan jaminan bahwa Malaysia, negara yang selama ini dikenal lantang untuk membela Muslim yang teraniaya seperti halnya Turki, masih akan menerima investasi dari Cina, negara yang jelas-jelas melakukan intimidasi terhadap Muslim Uighur di Xinjiang, berdasarkan kasus per kasus.

“Kabinet telah membuat keputusan ini karena biaya untuk mengembangkan ECRL terlalu besar dan kami tidak memiliki kapasitas finansial,” kata Azmin.

Pemerintah masih menentukan berapa yang harus dibayar CCCC untuk biaya pembatalan proyek, katanya. Bunga atas proyek itu sendiri mencapai setengah miliar ringgit ($ 120 juta) per tahun.

Cina, negara yang memproklamirkan diri Komunis, ternyata juga mempelajari teknik-teknik Kapitalis. Perusahaan-perusahaannya terlibat dalam berbagai investasi komersial dan strategis di Asia dan sekitarnya. Faktanya Amerikalah yang memperkenalkan Cina ke Malaysia di bawah pemerintahan Najib Razak, ketika Amerika memainkan masih perjuangan yang rumit dengan bekas kekuatan kolonial Eropa.

Berita Terkait

Sementara itu, Inggris pun terus memiliki pengaruh di Malaysia, dan Mahathir adalah sosok yang jelas-jelas didukung Inggris, sehingga sementara dia bekerja untuk mengurangi pengaruh Cina, dia berniat memperkuat kontrol Inggris.

Seperti dilansir Business Recorder pekan lalu, menurut Kemenlu Malaysia, Mahathir akan melakukan kunjungan kerja ke Inggris.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian mengatakan Mahathir dijadwalkan untuk menyampaikan pidato di Universitas Oxford pada 18 Januari dan bertemu dengan sekretaris jenderal Persemakmuran pada hari yang sama.

“Di antara masalah yang akan dibahas selama pertemuan mereka adalah perdagangan dan investasi intra-Persemakmuran, tata pemerintahan yang baik dan pencegahan serta penanggulangan ekstremisme.

“Kunjungan Perdana Menteri ini bertujuan untuk melanjutkan hubungan baik yang telah lama terjalin antara Malaysia dan Inggris. Kunjungan ini juga diharapkan untuk memperkuat ikatan persahabatan dan kerja sama antara kedua negara,” tambah pernyataan tersebut.

Ini akan menjadi kunjungan kerja kedua ke negara itu oleh Mahathir sejak menjabat pada Mei tahun lalu. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Agen CIA tewas dalam operasi memerangi Mujahidin di Somalia

SOMALIA (Arrahmah.com) – Seorang agen Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) dilaporkan meninggal dalam sebuah operasi mata-mata di Somalia pada akhir pekan lalu. Menurut New York Times, Rabu (25/11/2020), agen CIA itu dilaporkan…

Pria ini berjalan kaki dari Afrika ke Masjid Al-Aqsa

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Shahid Bin Yusef Takala, seorang dosen universitas Afrika Selatan, telah berjalan dari Cape Town ke Masjid Al-Aqsa Yerusalem dan berencana untuk melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki ke Madinah dan Mekah…

SITE lansir AQIM tunjuk pemimpin baru

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Kelompok Al-Qaeda di Maghrib Islam (AQIM) telah memilih pemimpin baru untuk menggantikan Abdelmalek Droukdel, yang dilaporkan terbunuh pada bulan Juni oleh pasukan Prancis, kelompok pemantau yang berbasis di…

Habib Rizieq Masuk IGD RS UMMI Bogor

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab dan istrinya Syarifah Fadhlun Yahya dibawa ke Rumah Sakit (RS) UMMI Bogor, Jawa Barat pada Rabu (25/11/2020) kemarin. Habib Rizieq disebut sempat masuk ke…

Rusia lancarkan serangan kuat di Latakia timur, targetkan benteng Jihadi

LATAKIA (Arrahmah.com) - Pasukan Rusia melancarkan beberapa serangan udara di wilayah timur laut Latakia, menargetkan benteng utama jihadi di wilayah Jabal Al-Akrad. Menurut laporan lapangan dari provinsi Latakia, pasukan Rusia…

Tangan kanan Netanyahu tak tahu-menahu soal Fakhrizadeh

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Menteri kabinet "Israel" Tzachi Hanegbi mengatakan pada hari Sabtu (28/11/2020) dia "tidak tahu" siapa yang berada di balik pembunuhan seorang ilmuwan nuklir Iran di Teheran. “Saya tidak tahu siapa yang…

Houtsi serang Aramco di Jeddah

JEDDAH (Arrahmah.com) - Militer Yaman yang didukung Houtsi mengumumkan telah menargetkan stasiun distribusi Aramco di kota pelabuhan Saudi di Jeddah menggunakan rudal presisi tinggi bersayap Quds-2. Juru bicara militer Brigadir Jenderal…

Anies Raih Penghargaan Gubernur Terpopuler 2020

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemprov DKI dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meraih penghargaan dalam Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2020. Kompetisi tersebut berdasarkan kinerja humas pemerintah di kementerian, lembaga, Pemerintah Daerah,…

Menteri Denmark: Ummat Islam Denmark Harus Dukung Seks Pra Nikah

KOPENHAGEN (Arrahmah.com) – Mattias Tesfaye, Menteri Luar Negeri dan Integrasi Denmark, mengatakan pernyataan kontroversial dalam sebuah unggahannya di sosial media usai pertemuan dengan beberapa ulama Muslim. Ia mengatakan bahwa perempuan…

Sudah Swab Test, Habib Rizieq Dan Keluarga Negatif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Habib Rizieq Shihab dan keluarganya dipastikan negatif Covid-19 setelah melakukan swab test secara mandiri. Hal itu disampaikan oleh tim kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI), Azis Yanuar meneruskan pesan dari…

Susul Arab Saudi, UEA Labeli IM Sebagai Teroris

DUBAI (Arrahmah.com) – Dewan Fatwa Uni Emirat Arab (UEA) melabeli Ikhwanul Muslimin (IM) sebagai teroris. Hal ini disampaikan selama pertemuan virtual pada Senin (23/11/2020), yang dipimpin oleh Ketua Dewan, Sheikh Abdullah bin Bayyah.…

Prancis Ngamuk Setelah Pakistan Tuduh Macron Sama Seperti Nazi

PARIS (Arrahmah.com) – Prancis menuntut Pakistan menarik komentar Menteri Federal untuk HAM Shireen Mazari yang menyamakan Presiden Emmanuel Macron dengan Nazi. Melalui Twitter, Mazari menyebut Macron memperlakukan Muslim di Prancis…

Iklan