Berita Dunia Islam Terdepan

Jokowi permainkan bebas bersyarat Ustadz ABB?

1.012

Support Us

JAKARTA (Arrahmah.com) – Presiden Joko Widodo dinilai memainkan momentum politik dengan masuknya waktu pembebasan bersyarat Ustadz Abu Bakar Ba’asyir. Hal itu diungkapkan Pengamat Politik Jaka Setiawan.

Awalnya memang Ustadz ABB sudah menjalani 2/3 masa tahanannya, dan berhak mendapatkan Pembebasan Bersyarat.

“Pemerintah sekarang kita tahu tidak berpihak kepada ulama, kemudian mereka tidak menjalankan hukum dengan adil, kita bisa lihat banyak kasus-kasus yang menjerat para ulama memang kasusnya tuh penuh dengan paksaan,” ujar Jaka saat dihubungi Arrahmah.com, Selasa (22/01/2019) pagi.

“Kita semua bisa lihat sendiri, (pembebasan) ini tidak serius. Saya lihat ini hanya permainan momentum politik saja untuk meningkatkan elektoralnya Jokowi yang mulai melemah di umat Islam,” lanjutnya.

Jaka menilai, pemerintah tidak lagi murni berlandaskan hukum dalam membebaskan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir. Karena, menurutnya, Jokowi memiliki kepentingan politik untuk menghadapi pemilihan presiden 2019.

Menurutnya, kepentingan Jokowi adalah untuk meningkatkan elektabilitas, karena Jokowi tahu dukungannya dari umat Islam lemah.

Ia menjelaskan, keputusan untuk membebaskan Ustadz ABB sendiri, cukup ditentang oleh banyak pihak dari kalangan pemerintah sendiri. Pendukung pemerintah yang menolak, baik yang ada di dalam maupun di luar negeri, seperti duta besar beberapa negara di antaranya Australia, disebutnya sudah mengeluarkan statemen tidak setuju atas keputusan Jokowi.

Berita Terkait

“Jadi sebenarnya dalam konteks politik, (pembebasan ini) tidak disepakati penuh oleh pemerintah dan pendukung-pendukungnya. Jokowi ini sebenarnya ingin mendongkrak elektabilitasnya ketika membebaskan Ustadz Abu, tapi tidak disepakati oleh pemerintah,” ujar Jaka.

Ketidaksepakatan itu terlihat dari kelompok maupun segmen yang ada di pemerintah. Sehingga atas ketidakkompakan itu, terungkaplah makar-makar di balik rencana pembebasan Ustadz Abu.

“Jadi mereka sebenarnya tidak ada urusan terkait berpihak sama ulama, itu omong kosong belaka, apalagi kebohongan itu dibesar-besarkan oleh salah satu tokoh kita sendiri, yakni Yusril. Kebohongan itu kan terbongkar sendiri dan Menkopolhukam membantah, jadi ini ga solid sebenarnya,” paparnya.

Alasan Jokowi memainkan isu pembebasan Ustadz ABB, sebut Jaka, adalah karena suara umat Islam sedikit, dan baik yang kultural maupun struktural sudah faham, jika posisi calon wakil presiden Jokowi yakni KH Ma’ruf Amin tidak dapat mendongkrak elektabilitasnya.

“Jadi umat Islam sudah tidak bisa ditipu lagi, mau dicapreskan Ma`ruf Amin, tetep ga akan mendongkrak elektabilitas Jokowi, sudah mentok, dan itu kebuntuan sebenarnya, ada kebuntuan elektoral di posisi Jokowi gitu,” tandasnya.

Karenanya, lanjut Jaka, untuk meningkatkan elektabilitas itu, Jokowi menggunakan berbagai cara termasuk upaya politisasi pembebasan Ustadz ABB, yang sebenarnya itu urusan hukum murni nggak ada kaitannya dengan politik.

Reporter: Muhammad Jundii

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Serangkaian roket hantam Kabul, 8 dilaporkan tewas

KABUL (Arrahmah.com) - Beberapa roket menghantam daerah pemukiman pada awal jam sibuk di ibukota Afghanistan Kabul pada Sabtu (21/11/2020), menewaskan sedikitnya delapan warga sipil dan melukai 31 lainnya, kata pejabat polisi setempat.…

DKI Kaji Rencana Pembelajaran Tatap Muka Awal 2021

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria tengah mengkaji rencana pembukaan pembelajaran tatap muka pada awal tahun 2021. "Bidang pendidikan memang belum dibuka tapi sedang dalam proses kajian," kata Riza usai…

Lima napi tewas setelah pelarian diri massal dari penjara Libanon

BEIRUT (Arrahmah.com) - Pihak berwenang di Libanon telah melancarkan operasi pengejaran setelah hampir 70 narapidana melarikan diri dari penjara setelah mendobrak pintu sel mereka dan menyerang penjaga penjara. Pembobolan penjara massal…

Sudah Swab Test, Habib Rizieq Dan Keluarga Negatif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Habib Rizieq Shihab dan keluarganya dipastikan negatif Covid-19 setelah melakukan swab test secara mandiri. Hal itu disampaikan oleh tim kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI), Azis Yanuar meneruskan pesan dari…

Jazuli: Jangan Sampai TNI Terjebak Politik Praktis

JAKARTA (Arrahmah.com) - Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini berharap agar TNI bersikap dan bertindak secara terukur dan proporsional dalam merespon dinamika politik di masyarakat. Jangan sampai TNI terjebak dalam politik praktis yang mana hal…

Mabes TNI Tak Pernah Perintahkan Copot Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Achmad Riad menegaskan petinggi di jajaran Markas Besar (Mabes) TNI tidak ada yang pernah memberikan perintah untuk menurunkan baliho Imam Besar Front Pembela Islam…

Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK

JAKARTA (Arrahmah.com) -  Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (25/11/2020) dini hari WIB. Informasi awal Edhy ditangkap di kantornya usai kunjungan kerja ke Amerika…

HRS Center: Sudah Terjadi 398 Kerumunan, Kenapa Baru Anies Dipanggil?

JAKARTA (Arrahmah.com) - Habib Rizieq Shihab (HRS) Center menanggapi pemanggilan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan oleh polisi terkait dengan terjadinya kerumunan di Jakarta. Dalam keterangan resminya, Kamis (19/11/2020), HRS Center…

Militer Turki bersiap untuk mundur dari daerah strategis di Aleppo

ALEPPO (Arrahmah.com) - Pada Selasa pagi (24/11/2020), sejumlah besar kendaraan memasuki area pos pengamatan Turki, yang dikepung oleh pasukan rezim Asad di area Rashideen 5 Aleppo. Menurut laporan dari provinsi Aleppo pada Selasa,…

Terkait Acara Habib Rizieq, Wagub DKI Diperiksa 8 Jam dengan 46 Pertanyaan

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku dicecar 46 pertanyaan oleh penyidik polisi terkait kerumunan di kediaman pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab, kawasan Petamburan, Jakarta…

Militan ISIS Menyatakan Bertanggung Jawab Atas Serangan Kabul

KABUL (Arrahmah.com) – Militan Islamic State (atau yang lebih dikenal dengan sebutan ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan 28 roket yang menewaskan 8 orang dan melukai 30 orang lainnya di Kabul (21/11/2020). ISIS menyatakan bahwa…

Satu tentara tewas dalam serangan bom ranjau di Karabakh

KARABAKH (Arrahmah.com) - Ledakan ranjau di wilayah Karabakh Atas menewaskan satu tentara Azerbaijan dan juga melukai seorang tentara Rusia, kata pejabat militer Rusia, Senin (23/11/2020). Ledakan itu terjadi di wilayah Suqovusan di…

Iklan