Tegas, Erdogan tolak seruan Bolton tuk lindungi milisi Kurdi YPG

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: EPA)
502

ANKARA (Arrahmah.com) – Presiden Turki sangat menolak seruan AS agar negaranya melindungi para pejuang Kurdi di Suriah.

Recep Tayyip Erdogan mengatakan pernyataan seperti itu, yang dibuat oleh Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton, pada akhir pekan lalu, tidak dapat diterima, lansir BBC pada Selasa (8/1/2019).

Bolton berada di Ankara untuk mencari jaminan bahwa milisi Kurdi yang didukung AS akan aman setelah pasukan AS keluar dari Suriah.

Turki hingga saat ini masih menganggap pasukan Kurdi YPG sebagai kelompok teroris dan terkait dengan kelompok PKK yang memerangi pemerintah Turki selama beberapa dekade.

Erdogan mengatakan kepada anggota Parlemen dari partai berkuasa pada Selasa (8/1) bahwa ia tidak dapat menerima dan menelan pesan dari Bolton.

Orang-orang Amerika tidak tahu berbagai kelompok Kurdi, ujarnya. Ia menambahkan bahwa jika AS menilai mereka sebagai “saudara Kurdi”, maka mereka berada dalam khayalan yang serius.

Erdogan menyatakan hal itu bersamaan dengan kunjungan John Bolton ke Ankara.

Bolton bertemu dengan para pejabat Turki untuk membahas dampak keputusan Presiden AS, Donald Trump, untuk menarik pasukan AS dari Suriah.

Bolton berusaha mendapatkan jaminan dari Turki agar petempur Kurdi – yang didukung AS – tidak diserang sebagai salah satu prasyarat penarikan pasukan AS.

Erdogan tidak menemui Bolton

Para pejabat AS diberitahu bahwa Erdogan tidak dapat bertemu Bolton karena sedang mengikuti kampanye pemilihan lokal dan pidato di parlemen.

Seorang pejabat senior AS mengklaim bahwa tulisan Erdogan di surat kabar New York Times hari Senin lalu adalah “keliru”.

Dalam tulisan di halaman opini, Erdogan antara lain meminta masyarakat internasional mendukung Turki dalam upaya memerangi milisi ISIS dan menjaga integritas teritorial Suriah.

Erdogan menulis bahwa pasukan yang didukung AS “sangat bergantung pada serangan udara yang dilakukan tanpa memperhatikan korban sipil”.

Dia juga menulis bahwa Turki adalah “satu-satunya negara dengan kekuatan dan komitmen kuat” untuk membuat Suriah menjadi stabil.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.