Pemulangan paksa terus terjadi, puluhan pengungsi Rohingya melarikan diri dari India

Seorang anak pengungsi Rohingya berdiri di tenda pengungsi di New Delhi, India. (Foto: Reuters)
126

NEW DELHI (Arrahmah.com) – Puluhan Muslim Rohingya telah menyeberangi perbatasan ke Bangladesh dari India dalam beberapa hari terakhir, ujar para pejabat pada Selasa (8/1/2019), ketika New Delhi menghadapi kecaman karena mendeportasi minoritas yang dianiaya ke Myanmar.

Pekan lalu, India menyerahkan keluarga Rohingya yang terdiri dari lima orang ke otoritas Myanmar, meskipun telah diketahui tentara di sana melakukan genosida terhadap kelompok yang tidak memiliki kewarganegaraan, seperti dilansir Daily Sabah.

Pemulangan paksa dikritik oleh PBB dan kelompok-kelompok hak asasi manusia yang mengatakan India mengabaikan hukum internasional dan mengirim Muslim Rohingya ke dalam bahaya.

India, yang bukan merupakan penandatangan Konvesi Pengungsi PBB, menangkap 230 Muslim Rohingya pada tahun 2018, penangkapan paling besar ketika ekstrimis Hindu menyerukan agar Muslim Rohingya dideportasi secara massal.

Para pejabat perbatasan dan polisi Bangladesh mengatakan puluhan Muslim Rohingya telah ditahan ketika menyeberang dari India dalam sepekan terakhir. Mereka dikirim ke kamp-kamp pengungsi di selatan negara itu, tempat satu juta Muslim terlantar hidup dalam kesulitan.

Ketakutan akan deportasi ke Myanmar, telah memicu eksodus baru-baru ini, ujar pejabat Bangladesh.

“Mereka memberi tahu kami bahwa mereka panik setelah India mulai menahan para pengungsi Rohingya dan mendeportasi mereka ke Myanmar,” ujar Shahjahan Kabir, seorang kepala polisi di kota Brahmanpara, Bangladesh timur.

Dia mengatakan kepada AFP bahwa 17 orang ditahan pada Kamis lalu setelah menyeberang ke Bangladesh, diikuti 31 orang di titik perbatasan yang berbeda. Sebagian besar telah tinggal di India hingga enam tahun, tambah Kabir.

Di Cox’s Bazar, distrik perbatasan tempat 720.000 pengungsi Rohingya tinggal, pejabat setempat mengatakan setidaknya 57 orang telah tiba dari India dalam beberapa hari terakhir.

“Mereka datang dari tempat-tempat seperti Hyderabad dan Jammu dan Kashmir,” ujar Rezaul Karim, administrator pemerintah dari kamp pengungsi raksasa Kutupalong di Cox’s Bazar.

Hyderabad adalah kota terbesar di India selatan dan Jammu dan Kashmir adalah satu-satunya wilayah mayoritas Muslim yang diduduki India.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.