Dua Buddha dilaporkan tewas, Myanmar kembali lancarkan 'operasi pembersihan' Muslim di Rakhine

1.546

Support Us

YANGON (Arrahmah.com) – Pasukan Myanmar sedang melakukan putaran baru dari “operasi pembersihan” di negara bagian Rakhine setelah mereka mengklaim empat penganut Buddha setempat diserang dan dua tewas, kantor panglima militer mengatakan, Kamis (20/12/2018), dengan salah satu insiden yang dituduhkan pada Muslim Rohingya.

Kekerasan terjadi sekitar malam tanggal 17 Desember bersama di sekitar sungai Pyu Ma di kota Maungdaw, Rakhine, daerah yang sama di mana pasukan ganas Myanmar melancarkan tindakan keras berdarah terhadap Muslim Rohingya tahun lalu.

Lebih dari 720.000 Rohingya melarikan diri ke Bangladesh setelah Myanmar melancarkan operasi pembersihan pada bulan Agustus 2017, dan penyelidik PBB ingin petinggi negara dituntut atas tuduhan genosida.

Myanmar mengatakan pihaknya membela diri terhadap militan Rohingya yang menyerang pos polisi dan telah membantah hampir semua klaim kekejaman.

Namun kantor Min Aung Hlaing mengatakan dalam pernyataan yang diposting ke situs resminya pada Kamis (20/12) bahwa pasukan keamanan aktif lagi dan telah melakukan “operasi pembersihan area di sepanjang Pyu Ma Creek”.

Militer bengis Myanmar mengklaim aktivitasnya itu dipicu setelah dua pria suku Rakhine Buddha tidak kembali dari memancing dan kemudian ditemukan di tepi sungai dengan kondisi yang mengenaskan.

Berita Terkait

“Pada hari yang sama dua anggota etnis Buddha minoritas lainnya diserang saat memancing di sepanjang sungai oleh enam pria berbicara dalam bahasa Bengali, tetapi mereka melarikan diri dan dirawat di rumah sakit setempat.”

Posting itu mengatakan pihak berwenang tidak tahu identitas para penyerang.

Myanmar tidak mengakui Rohingya sebagai salah satu ras nasionalnya dan menyebut mereka sebagai Bengali untuk menyatakan bahwa mereka adalah imigran yang baru tiba dari Bangladesh.

Ketegangan memuncak di Rakhine utara saat pemerintah berusaha untuk memulai kembali proses pemulangan, meski Muslim Rohingya di Bangladesh telah menolak untuk mengambil bagian tanpa jaminan hak, kewarganegaraan, dan keamanan.

Rohingya yang masih di Rakhine semakin terisolasi, dan beberapa kapal penuh pria, wanita dan anak-anak yang berusaha melarikan diri dari negara telah dihentikan dalam beberapa minggu terakhir.

Minoritas Muslim Rohingya telah lama dianiaya dan mengalami kondisi apartheid seperti di Rakhine, dengan kurangnya akses ke perawatan kesehatan dan kebebasan bergerak yang dibatasi.

Banyak yang khawatir bahwa dalam ketiadaan mereka, Myanmar mengubah lansekap rumah lama mereka untuk selamanya, menghapus semua tanda-tanda sejarah lokal mereka. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Meski Ada Sejumlah Bukti, Arab Saudi Bantah Pertemuan Rahasia Dengan PM "Israel"

RIYADH (Arrahmah.com) – Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud membantah pemberitaan bahwa Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu diam-diam terbang ke Arab Saudi pada Ahad (22/11/2020) untuk bertemu dengan…

Zionis 'Israel' hancurkan tangga bersejarah menuju Masjid Al-Aqsa

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Zionis "Israel" pada Ahad (29/11/2020) menghancurkan tangga bersejarah yang mengarah ke Gerbang Singa Masjid Al-Aqsa (Bab Al-Asbat) dan Kota Tua Yerusalem. Ketua Komite Pelestarian Pemakaman Islam di Yerusalem,…

Pasukan Turki menarik diri dari kota strategis di Suriah barat laut

ALEPPO (Arrahmah.com) - Dalam 72 jam terakhir, Angkatan Bersenjata Turki mulai menarik pasukan mereka dari dua wilayah penting di barat laut Suriah. Menurut laporan baru dari provinsi Aleppo, Angkatan Bersenjata Turki telah mulai menarik…

Video: Militer Australia Bunuh 39 Muslim Afghan

KABUL (Arrahmah.com) – Pasukan khusus Australia diduga membunuh 39 tahanan dan warga sipil tak bersenjata di Afghanistan, dengan komando senior dilaporkan memaksa tentara juniornya untuk membunuh tawanan tak berdaya sebagai pengalaman…

Saudi tangguhkan impor daging Turki

ANKARA (Arrahmah.com) - Arab Saudi secara resmi menangguhkan impor daging, telur, dan produk lainnya dari Turki awal bulan ini, kata serikat pengekspor Turki, setelah memboikot barang-barang Turki secara tidak resmi selama berbulan-bulan…

Tangan kanan Netanyahu tak tahu-menahu soal Fakhrizadeh

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Menteri kabinet "Israel" Tzachi Hanegbi mengatakan pada hari Sabtu (28/11/2020) dia "tidak tahu" siapa yang berada di balik pembunuhan seorang ilmuwan nuklir Iran di Teheran. “Saya tidak tahu siapa yang…

Menteri Denmark: Ummat Islam Denmark Harus Dukung Seks Pra Nikah

KOPENHAGEN (Arrahmah.com) – Mattias Tesfaye, Menteri Luar Negeri dan Integrasi Denmark, mengatakan pernyataan kontroversial dalam sebuah unggahannya di sosial media usai pertemuan dengan beberapa ulama Muslim. Ia mengatakan bahwa perempuan…

Putin: Nagorno-Karabakh tak terpisahkan dari Azerbaijan

MOSKOW (Arrahmah.com) - Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengakui bahwa wilayah Nagorno-Karabakh secara internasional diakui sebagai milik Azerbaijan, dua pekan setelah Armenia menyerahkan wilayah tersebut setelah kekalahannya dari…

HNW Sesalkan Sikap Presiden Jokowi Aktifkan Calling Visa Untuk Israel

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) membiarkan pengaktifan calling visa untuk Israel. HNW menilai ini sebagai…

Turki tak berharap Biden beri sanksi pembelian S-400

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki tak mengharapkan hubungan dengan Amerika Serikat terganggu di bawah kepemimpinan presiden terpilih Joe Biden dan tidak juga tidak mengharapkan sanksi atas pembelian sistem pertahanan S-400 Rusia, seorang…

Din Syamsuddin dan Tokoh dari 212 Terdepak dari Kepengurusan MUI

JAKARTA (Arrahmah.com) - Din Syamsuddin tidak termasuk dalam kepengurusan baru Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025 beserta dengan sejumlah tokoh yang kerap berafiliasi dengan aksi 212 seperti Bachtiar Nasir. Yusuf Martak, dan…

Pria ini berjalan kaki dari Afrika ke Masjid Al-Aqsa

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Shahid Bin Yusef Takala, seorang dosen universitas Afrika Selatan, telah berjalan dari Cape Town ke Masjid Al-Aqsa Yerusalem dan berencana untuk melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki ke Madinah dan Mekah…

Iklan