Riyadh kecam resolusi Senat AS atas Yaman dan Khashoggi

547

Support Us

RIYADH (Arrahmah.com) – Arab Saudi mengecam resolusi Senat AS atas kebijakan perang mereka di Yaman dan pembunuhan Jamal Khashoggi serta menyebut resolusi tersebut sebagai sebagai “campur tangan” yang bisa berdampak pada hubungan strategis Riyadh dengan Washington.

“Kerajaan mengutuk posisi terakhir Senat AS yang didasarkan pada tuduhan yang tidak dibuktikan kebenarannya dan menolak campur tangan terang-terangan dalam urusan internalnya,” kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Agen Saudi Press resmi, Senin (17/12/2018).

Bantahan itu muncul setelah Senat yang dikuasai Republik memberikan suara pada Kamis pekan lalu untuk mengakhiri dukungan militer AS bagi perang pimpinan Riyadh di Yaman, dan secara terpisah menyatakan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman yang bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi.

Pemungutan suara secara simbolis memberikan peringatan baru kepada Presiden Donald Trump, yang telah secara kukuh mendukung rezim Saudi dalam menghadapi kemarahan global.

Mengenai Yaman – yang lebih luas menyerang hak prerogatif presiden untuk meluncurkan aksi militer – 49 Demokrat atau sekutunya memilih mendukung, bersama dengan tujuh dari Republika, sementara tiga lainnya Republik lainnya abstain.

Senat juga menyetujui resolusi yang mengutuk pembunuhan Khashoggi dan menyebut Mohammed bin Salman, penguasa de facto Arab Saudi, “bertanggung jawab” untuk itu.

Kementerian Saudi memperingatkan bahwa kerajaan tidak akan menoleransi “ketidakhormatan” siapapun pada para penguasanya.

“Posisi Senat AS ini mengirim pesan yang salah kepada semua orang yang ingin menimbulkan keretakan dalam hubungan Saudi-AS,” kata kementerian itu.

“Kerajaan berharap bahwa resolusi itu tidak ditarik ke dalam perdebatan politik domestik di AS untuk menghindari … dampak negatif yang signifikan pada hubungan strategis yang penting ini.”

Sehari setelah pemungutan suara Senat, Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo, kembali membela hubungan AS dengan Arab Saudi dengan alasan keamanan nasional, mengatakan kerajaan itu adalah benteng melawan musuh bersama, Iran.

Resolusi Senat mengakui hubungan AS-Saudi “penting” tetapi meminta Riyadh untuk “memoderasi kebijakan luar negerinya yang semakin tidak menentu”.

“Pangeran Muhammad dan Arab Saudi, bahkan sebelum pengenalan resolusi Senat, menemukan bahwa pembunuhan Khashoggi telah melemahkan kerajaan secara internasional dan membuatnya lebih rentan terhadap tekanan,” kata James Dorsey, seorang ahli Timur Tengah di S. Rajaratnam Sekolah Studi Internasional di Singapura.

Resolusi tidak dapat diperdebatkan di Dewan Perwakilan sebelum Januari, dan kemungkinan akan diveto dalam kasus apa pun oleh Trump. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Kebrutalan polisi Prancis bangkitkan kembali trauma fotografer berita asal Suriah

PARIS (Arrahmah.com) - Seorang fotografer Suriah yang terluka saat tengah meliput protes pada akhir pekan di Paris mengatakan pada Senin (30/11/2020) bahwa pemandangan "darah di mana-mana" selama bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa…

Setelah Watad, HTS Buka Perusahaan Minyak Baru Bernama Kaf

IDLIB (Arrahmah.com) – Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) melaporkan bahwa kelompok pembebasan Suriah HTS membuka perusahaan minyak baru di daerah yang ada di bawah kendalinya di Idlib dan sebagian Aleppo. Sebagaimana…

Sekjen Liga Muslim Dunia: Muslim Prancis harus menghormati hukum Prancis atau pergi!

ARAB SAUDI (Arrahmah.com) – Pernyataan Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim, Muhammad bin Abdul Karim Al Issa, memicu kontroversi dan kecaman di media sosial beberapa hari terakhir ini. Kecaman muncul pasca Al Issa mengatakan, dalam…

Anies Baswedan Positif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemprov DKI Jakarta mengabarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan positif Covid-19. "Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengkonfirmasi bahwa dirinya dinyatakan positif terpapar virus COVID-19," demikian kabar…

Serangan roket hantam kilang minyak di Irak utara

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Sebuah roket menghantam kilang minyak kecil di Irak utara pada Ahad (29/11/2020), menyebabkan kebakaran di tangki penyimpanan bahan bakar dan memaksa operasi dihentikan total setelah api menyebar ke jaringan pipa…

Mesir: Qatar rusak pembicaraan damai melalui dukungan untuk pemerintah Libya

KAIRO (Arrahmah.com) - Qatar merusak pembicaraan damai melalui dukungannya untuk Pemerintah Nasional Libya (GNA) yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa, kata para pejabat Mesir, yang dilansir Al-Monitor. Oktober lalu, Qatar…

Militer Turki hujani Raqqa dengan serangan mematikan

RAQQA (Arrahmah.com) - Tentara Turki dan kelompok militan sekutunya meningkatkan serangan mereka di provinsi Al-Raqqa pada Ahad malam (29/11/2020), di tengah laporan bahwa Ankara berusaha meluncurkan operasi baru melawan Pasukan Demokrat…

Polda Metro Resmi Panggil Habib Rizieq Shihab Selasa

JAKARTA (Arrahmah.com) - Polda Metro Jaya memanggil Habib Muhammad Rizieq Shihab pada Selasa (1/12/2020). Pemanggilan Habib Rizieq terkait dengan kerumunan massa dan simpatisan FPI dalam acara pernikahan putrinya, Syarifah Najwa Shihab di…

Serangan Houtsi bunuh 7 sipil Yaman

HUDAIDAH (Arrahmah.com) - Sedikitnya tujuh warga sipil tewas ketika kelompok teroris Syiah Houtsi melepaskan tembakan menghantam desa di Yaman barat, ujar pernyataan militer Yaman pada Ahad (29/11/2020). Sepuluh orang lainnya juga…

Pasukan keamanan Irak mulai ditempatkan di Sinjar

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Pasukan keamanan Irak pada Selasa mulai melaksanakan rencana penempatannya di pusat distrik Sinjar di provinsi Niniwe utara. "Rencana untuk mengerahkan pasukan keamanan di pusat Sinjar telah dilaksanakan oleh…

Turki tangkap 11 orang terduga ISIS

IZMIR (Arrahmah.com) - Sebanyak 11 orang yang diduga terkait dengan ISIS ditangkap di provinsi Izmir barat Turki, kata kantor kejaksaan provinsi pada Kamis (3/12/2020). Menurut keterangan kantor, Ramazan O, dengan nama sandi Abu Haris,…

Habib Rizieq Akan Diperiksa Polisi, HRS Center: Tak Adil dan Politis

JAKARTA (Arrahmah.com) - Rencana pemanggilan Habib Rizieq Syihab (HRS) oleh Polda Metro Jaya dalam dugaan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 dinilai tidak adil dan terlihat politis terlihat Hal tersebut disampaikan Direktur Habib…

Iklan

Banner Donasi Arrahmah