Setara Institute Sebut Aceh Intoleran, MIUMI Aceh: Ini Jelas Pembohongan Publik

453

Support Us

JAKARTA (Arrahmah.com) – Ketua MIUMI Aceh, Muhammad Yusran Hadi, menyatakan sangat menyayangkan rilis yang disampaikan oleh Setara Institute baru-baru ini (7/12/2018) di Jakarta yang mengatakan bahwa Banda Aceh termasuk tiga kota paling intoleran di Indonesia.

Pernyataan ini berdasarkan survei mengenai Indeks Kota Toleran 2018 yang dilakukan oleh Setara Institute terhadap 94 kota di Indonesia di mana Banda Aceh menduduki peringkat kedua terendah dengan urutan ke 93.

Survei yang dilakukan sejak November 2017-Oktober 2018 ini menyimpulkan bahwa Banda Aceh sebagai kota paling intoleran di Indonesia menduduki peringkat kedua.

“Pernyataan Setara Institute itu tidak benar. Survei ini tidak didukung oleh data yang valid dan fakta yang ada. Ini jelas pembohongan publik,” kata  Muhammad Yusran, Rabu (12/12/2018).

Menurutnya, rilis Setara institute sama saja menuduh syariat Islam yang selama ini diberlakukan di Aceh telah menciptakan kehidupan intoleran di Aceh, khususnya di Banda Aceh sebagai ibukota provinsi Aceh.

Ia menyebut survei ini telah melukai hati umat Islam di Aceh, khususnya di Banda Aceh.

“Saya tinggal di Banda Aceh selama empat puluh tahun sejak saya lahir sampai hari ini, belum pernah saya mendengar atau melihat konflik agama di Banda Aceh,” tegasnya.

Faktanya, lanjut Yusran, Aceh secara umum dan Banda Aceh secara khusus termasuk daerah yang paling toleransi terhadap pemeluk agama dari dulu masa kerajaan Aceh sampai hari ini.

Ia menilai, selama ini Syariat Islam yang berlaku di Aceh telah memberikan kenyamanan kehidupan antar umat beragama. Bahkan hal ini diakui oleh para pemeluk agama lain.

“Kehidupan beragama di Banda Aceh sangat kondusif dan harmonis. Tidak ada konflik atau keributan yang bermotif agama antar pemeluk agama dari dulu sampai hari ini,” terangnya.

Selama ini, ujarnya, para pemeluk agama saling menghormati dan menghargai.

“Banda Aceh termasuk kota yang paling toleran di Indonesia, bahkan dunia sebagaimana yang kami rasakan sebagai warga kota Banda Aceh,” imbuhnya.

Hal ini juga seperti yang disampaikan oleh walikota Banda Aceh Aminullah ketika mendapat kunjungan dari forkompinda dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Blitar baru-baru ini (15/11).

Tahun 2018 Kementrian Agama kota Banda Aceh bersama FKUB Banda Aceh mendeklarasikan Banda Aceh sebagai Kota ramah dan sangat kondusif kehidupan antar umat beragama.

Ini juga diakui oleh umat kristen, Hindu dan Budha yang berdomisili di Banda Aceh.

Sebelumnya pada tahun 2017, Pemko Banda Aceh menobatkan sebuah desa di kota Banda Aceh yang bernama Gampong Mulia sebagai Gampong Sadar Kerukunan setelah melalui penilaian tim Kanwil Kemenag Aceh dan FKUB.

Desa ini dihuni oleh berbagai etnit dan agama (Islam, Budha, Kristen Katolik dan Protestan). Meskipun demikian, tidak ada kasus konflik bermotif agama di desa ini sejak dulu sampai hari ini.

Yusran menuturkan, meskipun penduduk Banda Aceh hampir seratus persen muslim, namun kebebasan beragama dan beribadah sesuai agamanya masing-masing tetap diakui dan dihormati. Tempat-tempat ibadah bagi non muslim diizinkan sesuai aturan izin mendirikannya.

“Tidak ada larangan mendirikan rumah ibadah bagi agama selain Islam kecuali bertentangan dengan aturan yang berlaku. Begitu pula tidak ada larangan mereka beribadah di tempat ibadahnya masing-masing. Bahkan warga non muslim bisa tinggal berdampingan dengan umat Islam,” paparnya.

Selain itu, lanjutnya, di Banda Aceh ada masjid, gereja, vihara, dan Kelenteng. Di Banda Aceh juga ada sekolah kristen yang bernama Metodis.

Bahkan beberapa forum FKUB dari berbagai daerah di Indonesia datang khusus ke Banda Aceh untuk meniru toleransi kehidupan beragama. Ini menunjukkan toleransi kehidupan beragama di Banda Aceh berjalan dengan baik.

“Ini semua fakta yang menunjukkan kehidupan beragama di Aceh sangat toleran dan harmonis. Maka pernyataan Setara Institute tidak benar, karena bertentangan fakta yang ada.”

“Atas dasar apa Setara Institute menjadikan Banda Aceh sebagai daerah intoleransi? Jika kesimpulan ini diperoleh berdasarkan kajian ilmiah yang dilakukan oleh Setara Institute, maka datanya perlu diragukan dan tidak valid. Terlebih lagi bila bicara tanpa data dan fakta. Ini sama saja pembohongan publik,” tandasnya.

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa pernyataan Setara Instute tersebut telah menjelekkan dan merusak citra kota Banda Aceh. Tentu saja merugikan pemerintah dan warga kota Banda Aceh.

Ia mendesak Setara Institue segera mencabut pernyataannya tersebut dan meminta maaf kepada pemko dan warga kota Banda Aceh lewat media-media.

“Jangan sampai terkesan bahwa pernyataan Setara Institute seperti itu hanya karena syariat Islam dijalankan di Banda Aceh sehingga dengan mudahnya menyimpulkan Banda Aceh sebagai kota intoleran. Jadi terkesan Setara Institute itu anti syariat Islam,” tegasnya.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Meski Diprotes, Sri Lanka Keukeuh Kremasi Korban Covid-19 Muslim

KOLOMBO (Arrahmah.com) – Mahkamah Agung (MA) Sri Lanka menolak petisi komunitas Muslim yang menentang kremasi jenazah Muslim korban Covid-19. Peraturan Pemerintah Sri Langka menyebutkan jenazah korban Covid-19 agar dikremasi. Sebanyak 12…

Prancis akan periksa puluhan masjid secara besar-besaran

PARIS (Arrahmah.com) - Prancis akan memeriksa 76 masjid dalam beberapa hari mendatang dalam operasi "besar-besaran dan belum pernah terjadi sebelumnya" melawan separatisme, kata menteri dalam negeri negara itu Rabu, Anadolu Agency…

Militer Turki hujani Raqqa dengan serangan mematikan

RAQQA (Arrahmah.com) - Tentara Turki dan kelompok militan sekutunya meningkatkan serangan mereka di provinsi Al-Raqqa pada Ahad malam (29/11/2020), di tengah laporan bahwa Ankara berusaha meluncurkan operasi baru melawan Pasukan Demokrat…

Saudi bombardir Bandara Sana'a saat Houtsi maju menuju kota strategis

SANA'A (Arrahmah.com) - Koalisi yang dipimpin Saudi dituduh membom Bandara Internasional Sana'a dalam dua serangan terpisah pada Rabu (2/12/2020), TV Al-Masirah Yaman melaporkan. Menurut laporan TV Al-Masirah, pesawat tempur koalisi…

Pria ini berjalan kaki dari Afrika ke Masjid Al-Aqsa

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Shahid Bin Yusef Takala, seorang dosen universitas Afrika Selatan, telah berjalan dari Cape Town ke Masjid Al-Aqsa Yerusalem dan berencana untuk melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki ke Madinah dan Mekah…

Erdogan: "Penghinaan terhadap Nabi Muhammad bukan bagian dari kebebasan"

ANKARA (Arrahmah.com) - Menghina kepercayaan orang lain bukan bagian dari kebebasan, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, sebagai kritik atas meningkatnya sentimen anti-Muslim di negara-negara Barat. "Anda telah mengikuti dengan…

Psikiater dan Penceramah Kondang Dadang Hawari Meninggal Dunia karena Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Psikiater dan Penceramah Kondang  Prof. dr. Dadang Hawari mengembuskan napas terakhirnya. Ia meninggal karena Covid-19. Kabar duka ini disampaikan oleh dr. Irzan, melalui cuitannya melalui Twitter, Kamis…

Turki sambut baik kemajuan positif dalam krisis Teluk

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki menyambut perkembangan positif baru-baru ini pada Jumat untuk menyelesaikan konflik di kawasan Teluk. "Kami menghargai upaya tulus dari para pemimpin Kuwait yang telah melakukan kontak intensif dan inisiatif…

Bendera Azerbaijan dikibarkan di kota Lachin yang baru dibebaskan

LACHIN (Arrahmah.com) - Tentara Azerbaijan memasuki wilayah Lachin pada Selasa setelah 28 tahun pendudukan oleh pasukan Armenia dan mengibarkan bendera nasional Azerbaijan di pusat kota. Dalam gambar yang dibagikan oleh Kementerian…

30 pasukan Afghan tewas digasak bom di Ghazni

KABUL (Arrahmah.com) - Sebuah pemboman mobil di provinsi tengah Afghanistan, Ghazni, menewaskan sedikitnya 30 anggota pasukan keamanan Afghanistan pada Minggu (29/11/2020), kata para pejabat, dan korban dapat meningkat mengingat intensitas…

Daily Mail Bagikan Masker Buatan Muslim Uyghur Pada NHS

LONDON (Arrahmah.com) – Sebuah badan amal yang didirikan oleh surat kabar Daily Mail menyumbangkan 100.000 masker wajah yang dicurigai dibuat oleh warga Uighur yang ada di kamp konsentrasi Cina pada NHS, program kesehatan di Inggris.…

Pejabat AS: "Israel" dalang dalam pembunuhan Fakhrizadeh

WASHINGTON (Arrahmah.com) - "Israel" mengatur dan mengeksekusi pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh pada 27 November, CNN melaporkan pada Rabu (2/12/2020) mengutip seorang pejabat pemerintah AS yang tidak disebutkan namanya.…

Iklan

Banner Donasi Arrahmah