Miris, ribuan pasien meninggal setiap tahun di AS karena rumah sakit berkualitas buruk

Seorang pasien menunggu untuk mendapatkan tindakan dari ruang gawat darurat di Rumah Sakit Umum Ben Taub di Houston. (Foto: Reuters)
112

WASHINGTON (Arrahmah.com) – Investigasi dan kasus baru-baru ini mengungkapkan bahwa kualitas sektor kesehatan di Amerika Serikat telah memburuk setiap tahun, menyebabkan ribuan orang mati meskipun ada kemajuan medis dan anggaran satu triliun dollar.

Tahun lalu, anggaran 3,5 triliun dollar dialokasikan untuk sektor kesehatan umum, namun kualitas layanan dan rumah sakit belum membaik tetapi terus memburuk, situs berita Axios melaporkan seperti dilansir Daily Sabah pada Rabu (5/12/2018).

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan oleh WebMD dan Georgia Health News, sepertiga dari rumah sakit di AS telah melanggar undang-undang federal tentang perawatan darurat. Pers lokal di negara bagian Florida bahkan telah melaporkan bahwa anak-anak sekarat “dalam tingkat yang mengkhawatirkan” di Rumah Sakit Anak Johns Hopkins.

“Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengumpulkan data tentang tingkat infeksi rumah sakit, tetapi ini tidak tersedia untuk umum. Pejabat federal mungkin menekan rumah sakit untuk mengungkapkan laporan akreditasi mereka,” ujar artikel tersebut.

“Setiap tahun, ribuan orang mati sia-sia karena rumah sakit tidak memenuhi syarat sebagaimana mestinya,” ujar Leah Binder, CEO Leapfrog Group, perusahaan yang mengevaluasi kualitas rumah sakit.

Artikel itu juga mengungkapkan bahwa di salah satu rumah sakit terbesar di kota Detroit di negara bagian Michigan menghadapi tuduhan karena menggunakan peralatan bedah yang tidak sehat. Mereka juga menyoroti bahwa ada banyak liputan di pers lokal tentang rumah sakit psikiatri dan pusat perawatan narkoba di negara itu yang memiliki perawatan yang buruk.

Rumah sakit dan perawatan berkualitas buruk juga menjadi berita utama tahun lalu.

Sebuah studi oleh Universitas John Hopkins mengatakan lebih dari 250.000 orang di AS meninggal setiap tahun karena kesalahan medis. Laporan lain mengklaim jumlah yang lebih tinggi, yaitu 440.000 orang. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.