Aa Gym: Pedih Rasanya Mendengar Kata Radikal

Penceramah dan juga Pimpinan Pesantren Darut Tauhid Bandung, Abdullah Gymnastiar (aa Gym).
420

JAKARTA (Arrahmah.com) – Penceramah dan juga Pimpinan Pesantren Darut Tauhid Bandung, Abdullah Gymnastiar (aa Gym) mengatakan, Reuni Akbar 212 merupakan sebuah gerakan dari umat Islam di Indonesia untuk menunjukkan bahwa Islam di Indonesia bukanlah Islam yang radikal dan bukan Islam yang intoleran.

“Apa sih sebetulnya yang menyebabkan berbondong-bondong orang dengan penuh semangat, penuh dengan keteduhan, penuh dengan kasih sayang, bahkan menjaga. Rupanya ada sesuatu yang ada di dalam yang ingin disampaikan, yang dirasakan, tapi sulit untuk mengungkapkan,” kata Aa Gym di acara ILC tvOne pada Selasa (4/12/2018).

Bagi ummat Islam, lanjut Aa Gym, ada satu kepedihan kalau mendengar kata radikal, intoleran, teroris, yang seakan itu ditujukan kepada ummat Islam.

“Saya sebagai anak bangsa juga seorang yang beragama Islam, ada satu kepedihan kalau mendengar kata radikal.  Seakan itu terhujam kepada diri kami. Radikal, intoleran mau memisahkan, anti Pancasila, teroris. Walaupun tidak dituduhkan langsung tapi seakan-akan begitu,” ungkapnya.

Padahal, kata Aa Gym, ummat islam sangat mencintai negeri ini. Bahkan Aa Gym mengatakan rela mati demi menjaga bangsa ini tetap penuh keberkahan di jalan Allah.

“Demi Allah saya tidak rela bangsa ini hancur. Ada rasa ini, tapi ke mana harus bicara. Ketika ada peluang berkumpul seperti itu, maka berbondong-bondonglah berbicara dengan perilaku. Kami bukan perusak negeri ini, maka rumputpun tidak ada yang dirusak. Kami bukan orang yang bengis dan kasar, maka senyuman pun dirasakan. Kami bukan orang orang yang keji maka kasih sayang pun bertebaran,” tuturnya.

Menurut Aa Gym, kedamaian yang terpancar dari aksi tersebut bukan hanya dirasakan oleh umat Islam namun juga dapat dirasakan umat non Islam. Semua jemaah yang hadir ingin menunjukkan bahwa Islam tidak identik dengan radikalisme.

“Saudara kita yang tidak beragama islam bisa merasakan di sana. Krena memang semua orang ingin menceritakan indahnya Islam yang selama ini merasa dicurigai. Entah siapa, entah bagaimana dan berkumpullah perasaan-perasaan ini,” kata Aa Gym

Menurut Aa Gym, Reuni Akbar 212 tidak bisa di rekayasa, dan tidak diduga yang hadir bisa sebanyak itu.

“Ini tidak bisa di rekayasa hadirin. Saya tidak menduga akan sebanyak ini yang hadir. Ini bukan gerakan tokoh, saya rasa yang datang juga tak begitu tertarik dengan tokoh,” ujarnya lagi.

“Sebanarnya, kalau pake hati, ini keberuntungan bagi siapapun. Bisa ternyata kita ini, berkumpul begitu banyak orang dan saling menyayangi, saling bahu membahu,” tandasnya.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.