PBB: Suriah harus dijerat atas penyiksaan ribuan tahanan

230

Support Us

JENEWA (Arrahmah.com) – Penyelidik kejahatan perang PBB meminta Suriah pada Rabu (28/11/2018) untuk memberi tahu keluarga para tahanan mereka yang menghilang atau meninggal atau dieksekusi di dalam tahanan.

Tidak ada progres yang dapat dilakukan menuju perdamaian abadi untuk mengakhiri perang yang berlangsung hampir delapan tahun tanpa keadilan, Komisi Penyelidikan Internasional di Suriah mengatakan.

Setelah bertahun-tahun, pihak berwenang Suriah tahun ini merilis “ribuan atau puluhan ribu” nama-nama tahanan yang diduga telah meninggal, sebagian besar antara tahun 2011 dan 2014, katanya dalam laporan yang dirilis sebelum pengiriman ke Dewan Keamanan PBB.

“Sebagian besar kematian dianggap terjadi di tempat-tempat penahanan yang dijalankan oleh intelijen atau badan militer Suriah. Komisi tidak mendokumentasikan suatu kejadian, bagaimanapun, di mana mayat atau barang-barang pribadi almarhum dikembalikan,” katanya.

Dalam hampir setiap kasus, sertifikat kematian bagi tahanan yang diberikan kepada keluarga mencatat penyebab kematian adalah “serangan jantung” atau “stroke”, panel independen yang dipimpin oleh Paulo Pinheiro menyatakan.

“Beberapa orang dari wilayah yang sama terlihat meninggal di tanggal yang sama, kemungkinan menunjukkan eksekusi kelompok,” lanjutnya.

Dalam banyak kasus, tempat kematian dinyatakan sebagai rumah sakit militer Tishreen atau rumah sakit Mujtahid, keduanya dekat Damaskus, tetapi tempat penahanan tidak disebutkan namanya, tambahnya.

“Pasukan pro-pemerintah dan terutama negara Suriah harus mengungkapkan secara terbuka nasib mereka yang ditahan, dan hilang,” ungkap laporan itu, mencatat ini berarti pasukan pemerintah Suriah, pasukan Rusia, dan milisi yang berafiliasi.

Keluarga memiliki hak untuk mengetahui kebenaran tentang kematian orang yang mereka cintai dan dapat mengambil kembali jasad mereka, katanya.

Dalam laporan tahun 2016, panel menemukan bahwa skala kematian di penjara menunjukkan bahwa pemerintah Presiden Bashar Asad bertanggung jawab atas “pemusnahan massal sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan”. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Pria Mengaku Polisi yang Ancam Bunuh Habib Rizieq Ternyata Aiptu HN

JAKARTA (Arrahmah.com) - Teka-teki pria yang mengatakan ingin membunuh Imam Besar FPI Habib Rizieq melalui sebuah video akhirnya terkuak. Dia adalah anggota Polisi di Pekalongan, Jawa Tengah, berinisial HN. HN merupakan anggota polisi yang…

1 juta warga Gaza hidup di bawah garis kemiskinan

JALUR GAZA (Arrahmah.com) - Blokade "Israel" terhadap Jalur Gaza telah merugikan Palestina lebih dari $ 16 miliar dan mendorong lebih dari satu juta orang di bawah garis kemiskinan hanya dalam waktu lebih dari 10 tahun, menurut laporan baru…

Pria ini berjalan kaki dari Afrika ke Masjid Al-Aqsa

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Shahid Bin Yusef Takala, seorang dosen universitas Afrika Selatan, telah berjalan dari Cape Town ke Masjid Al-Aqsa Yerusalem dan berencana untuk melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki ke Madinah dan Mekah…

DK PBB mungkin tak campur tangan soal pembunuhan Fakrizadeh

NEW YORK (Arrahmah.com) - Beberapa jam setelah terbunuhnya ilmuwan nuklir Iran, Teheran meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengutuk aksi dan mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut. Namun…

Iran tuduh "Israel" sebagai dalang pembunuhan Fakhrizadeh

TEHERAN (Arrahmah.com) - "Israel" membunuh seorang ilmuwan nuklir Iran dengan menggunakan teknologi yang dikendalikan dari jarak jauh, seorang pejabat keamanan senior Iran menuduh pada Senin (30/11/2020). "Sayangnya, operasi itu sangat…

Sekjen Liga Muslim Dunia: Muslim Prancis harus menghormati hukum Prancis atau pergi!

ARAB SAUDI (Arrahmah.com) – Pernyataan Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim, Muhammad bin Abdul Karim Al Issa, memicu kontroversi dan kecaman di media sosial beberapa hari terakhir ini. Kecaman muncul pasca Al Issa mengatakan, dalam…

Putin puji PM Armenia atas keberanian dalam sepakati Karabakh

MOSKOW (Arrahmah.com) - Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Rabu (2/12/2020) memuji "keberanian" Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan dalam menyetujui kesepakatan damai atas Nagorno-Karabakh yang memicu reaksi balik terhadap pemimpin…

Turki kembali lanjutkan kampanye militer di Suriah utara

RAQQA (Arrahmah.com) - Angkatan Bersenjata Turki melanjutkan kampanye militer mereka di Suriah utara pada Selasa (1/12/2020), ketika pasukan mereka menyerang posisi Pasukan Demokrat Suriah (SDF) di provinsi Al-Raqqa dan Aleppo. Menurut…

PM baru zionis 'Israel' sambut baik kedatangan ratusan orang Yahudi Ethiopia

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan "Israel" Benny Gantz menyambut baik kedatangan 316 Yahudi Ethiopia ke wilayah Palestina yang dicaplok"Israel", dalam sebuah angkutan udara khusus yang dipimpin oleh Menteri…

Kanada kurangi hukuman teroris penyerang Masjid di Quebec

QUEBEC (Arrahmah.com) – Pengadilan banding di provinsi Quebec, Kanada, telah memutuskan bahwa tersangka penyerang sebuah masjid di kota Quebec pada 2017 akan dapat mengajukan pembebasan bersyarat dalam 25 tahun. Pengadilan menyatakan,…

Zionis 'Israel' hancurkan tangga bersejarah menuju Masjid Al-Aqsa

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Zionis "Israel" pada Ahad (29/11/2020) menghancurkan tangga bersejarah yang mengarah ke Gerbang Singa Masjid Al-Aqsa (Bab Al-Asbat) dan Kota Tua Yerusalem. Ketua Komite Pelestarian Pemakaman Islam di Yerusalem,…

Kebrutalan polisi Prancis bangkitkan kembali trauma fotografer berita asal Suriah

PARIS (Arrahmah.com) - Seorang fotografer Suriah yang terluka saat tengah meliput protes pada akhir pekan di Paris mengatakan pada Senin (30/11/2020) bahwa pemandangan "darah di mana-mana" selama bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa…

Iklan

Banner Donasi Arrahmah