Melawan Resolusi Golan PBB, AS dipuji 'Israel'

Tentara 'Israel' di pos militer yang menghadap ke perbatasan dengan Suriah, di Dataran Tinggi Golan. (Foto: Times of Israel)
380

YERUSALEM (Arrahmah.com) – AS mengatakan akan menentang untuk pertama kalinya resolusi tahunan di PBB yang menyerukan ‘Israel’ untuk membatalkan kewenangannya di Dataran Tinggi Golan yang diduduki, menarik pujian dari para pejabat Tel Aviv, lansir Reuters pada Sabtu (17/11/2018).

Dataran Tinggi Golan membentuk penyangga antara ‘Israel’ dan Suriah sekitar 1.200 km persegi. ‘Israel’ merebut sebagian besarnya dari Suriah dalam perang Timur Tengah 1967.

Zionis mencaplok wilayah ini pada tahun 1981, sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional.

AS sebelumnya bersikap abstain pada resolusi tahunan “Pendudukan Golan Suriah”, yang menyatakan keputusan ‘Israel’ untuk memaksakan yurisdiksinya di daerah “kosong dan netral”, tetapi utusan Washington untuk PBB Nikki Haley mengatakan akan memilih menentang resolusi ini dalam pemilihan Jumat (16/11).

“Amerika Serikat tidak akan lagi abstain ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa terlibat dalam pemungutan suara tahunannya yang tidak berguna di Dataran Tinggi Golan,” katanya dalam sebuah pernyataan pada Kamis (15/11).

“Resolusi ini jelas bias terhadap ‘Israel’. Lebih lanjut, kekejaman rezim Suriah terus berkomitmen membuktikan kurangnya kemampuan Damaskus untuk mengatur siapa pun.”

Komentarnya ini muncul setelah duta besar AS untuk ‘Israel’, David Friedman, mengatakan pada bulan September bahwa ia mengharapkan ‘Israel’ untuk mempertahankan Dataran Tinggi Golan selamanya, sebagai tanda setuju terhadap klaim kedaulatan Zionis atas wilayah tersebut.

Sejak awal masa kepresidenan Donald Trump, ‘Israel’ telah melobi dukungan resmi AS terhadap pencaplokan Golan.

Trump telah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota ‘Israel’. Meski demikian penasehat keamanan nasionalnya, John Bolton, mengatakan pada Reuters pada Agustus bahwa isu Golan yang sama tidak sedang dibicarakan.

Dalam dua tahun terakhir, Trump telah dua kali memerintahkan serangan udara pimpinan AS terhadap target di Suriah sebagai tanggapan terhadap apa yang Washington sebut penggunaan senjata kimia terhadap warga sipil oleh pasukan Presiden Bashar Asad.

Para pejabat Israel memuji langkah AS.

Menteri Keamanan Publik ‘Israel’ Gilad Erdan menyebutnya “sangat penting,” mengatakan melalui Twitter bahwa “tidak ada orang waras yang dapat percaya bahwa itu (Golan) harus diberikan kepada Asad & Iran”.

Teheran telah mendukung Asad selama perang sipil dan ‘Israel’ telah memberi peringatan terhadap kubu militer Iran di Suriah. (Althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.