Riyadh seru OKI satukan upaya cegah "teror"

227

Support Us

JEDDAH (Arrahmah.com) – Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengadakan simposium kedua tentang upaya negara-negara anggota untuk memerangi “ekstremisme” dan “terorisme”. Tiga sesi disajikan selama simposium yang diadakan di markas OKI di Jeddah pada Kamis (8/11/2018) didominasi oleh komitmen kuat Arab Saudi untuk “memerangi ekstremisme dan terorisme”.

Saudi mencontohkan upayanya ini termasuk pendirian Global Center yang berbasis di Riyadh untuk Memerangi Ideologi Ekstremisme (Etidal), proyek Pusat Moderasi Pangeran Khaled Al-Faisal, dan proyek Pusat Peperangan Ideologis.

Sekretaris Jenderal OKI Dr. Yousef bin Ahamad Al-Othaimeen mengatakan, “Situasi keamanan yang dialami oleh beberapa negara anggota OKI, serta mengingat ancaman teroris yang terus berlanjut, mengharuskan adanya upaya bersama untuk menghadapi fenomena ini.”

Dia menunjukkan pentingnya negara-negara anggota bertukar pengetahuan dan pengalaman.

Tujuan utama dari seminar OKI ini adalah untuk meningkatkan kemampuan negara-negara anggota dalam “memerangi terorisme dan ekstremisme” dengan meninjau upaya Arab Saudi sebagai tuan rumah yang juga menjadi pemimpin aliansi militer melawan “terorisme”.

Sultan Al-Khuzam, direktur kolaborasi global di Etidal, mengatakan, “Masalah utamanya adalah ideologi ekstremis yang menuntun teroris untuk melakukan kekerasan, jadi cara pertama untuk memerangi terorisme adalah dengan melihat kelompok-kelompok ekstrimis ini di media sosial dan alat yang mereka gunakan untuk membangun propaganda tertentu.”

Berita Terkait

OKI dan Etidal di King Abdulaziz University menandatangani nota kesepahaman pada 7 November untuk mengoordinasikan upaya-upaya untuk menghadapi “ekstremisme” dan menyebarkan nilai-nilai moderasi.

Al-Hassan Al-Manakhara, direktur eksekutif Pusat Moderasi Pangeran Khaled Al-Faisal, mengatakan: “Lembaga ini adalah satu-satunya institusi akademik yang memberikan gelar di bidang moderasi. Tujuh puluh persen dari isi institut tergantung pada konsolidasi moderasi dalam agama, sementara tidak melupakan bagian lain dari kehidupan.”

Al-Manakhara menggarisbawahi bahwa Arab Saudi mewakili agama moderasi dan menjadi yang pertama untuk membangun konsep ini.

Kolonel Abdullah bin Hadi Al-Hajjri mengatakan Pusat Peperangan Ideologis bekerja untuk memperkuat “kekebalan intelektual dari pihak-pihak yang menjadi sasaran dengan meningkatkan kesadaran dan memberi imunisasi kaum muda terhadap ideologi ekstrimis.”

Sementara itu, seorang perwakilan dari Afghanistan menyoroti peran para ilmuwan dan akademisi yang harus bersatu untuk menangkal kelompok ekstrimis dan teroris menggunakan agama sebagai platform utama.

“Negara-negara Islam harus menunjukkan persahabatan untuk menghapus ide-ide terorisme dan kekerasan. Semua negara Arab harus menggunakan alat baru untuk mendorong fenomena ini dan melindungi masa depan masa muda mereka,” katanya. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Ledakan berturut-turut di pasar Bamyan mengakibatkan 14 orang tewas dan 45 lainnya luka-luka

BAMYAN (Arrahmah.com) - Ledakan berturut-turut yang terjadi di provinsi Bamyan tengah, salah satu daerah di Afghanistan yang relatif aman, pada Selasa (24/11/2020) telah menyebabkan 14 orang tewas, kata pejabat setempat. Menurut…

Wagub DKI Diperiksa Hari Ini Terkait Acara Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, penyidik Polda Metro Jaya juga akan memanggil Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria untuk dimintai keteranggan pada hari ini, Senin…

Video: Militer Australia Bunuh 39 Muslim Afghan

KABUL (Arrahmah.com) – Pasukan khusus Australia diduga membunuh 39 tahanan dan warga sipil tak bersenjata di Afghanistan, dengan komando senior dilaporkan memaksa tentara juniornya untuk membunuh tawanan tak berdaya sebagai pengalaman…

Netanyahu desak agar AS tak kembali ke kesepakatan nuklir Iran

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu, dalam pesan kepada Presiden terpilih AS Joe Biden, mengatakan pada hari Minggu (22/11/2020) seharusnya tidak ada kembali ke kesepakatan nuklir Iran 2015 yang…

Gaza mengekspor minyak zaitun ke negara-negara Teluk untuk pertama kalinya

GAZA (Arrahmah.com) - Kementerian Pertanian Palestina di Gaza mengumumkan bahwa mereka akan mengimpor minyak zaitun Palestina untuk pertama kalinya dari kantong yang terkepung, ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Berbicara kepada…

Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK

JAKARTA (Arrahmah.com) -  Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (25/11/2020) dini hari WIB. Informasi awal Edhy ditangkap di kantornya usai kunjungan kerja ke Amerika…

Sudah Swab Test, Habib Rizieq Dan Keluarga Negatif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Habib Rizieq Shihab dan keluarganya dipastikan negatif Covid-19 setelah melakukan swab test secara mandiri. Hal itu disampaikan oleh tim kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI), Azis Yanuar meneruskan pesan dari…

Lima Orang Jamaah Masjid Dibunuh dan Puluhan Diculik di Nigeria

ABUJA (Arrahmah.com) – Serangan yang dilakukan sekelompok orang bersenjata terjadi di sebuah masjid di barat laut Nigeria. Serangan itu menjatuhkan banyak korban, lima jamaah meninggal dunia sementara 40 orang lainnya diculik. Serangan…

PBB Desak Irak Batalkan Eksekusi Massal Puluhan Tahanan

BAGHDAD (Arrahmah.com) – PBB mendesak Baghdad untuk menghentikan semua eksekusi massal terhadap tahanan, seperti dilansir Al Jazeera (20/11/2020). Bulan Oktober lalu, Irak telah tercatat melakukan eksekusi yang tidak fair terhadap 40…

Surya Paloh Positif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Surya saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. "Betul, setelah…

Trump soal pembunuhan Fakhrizadeh: Pukulan telak untuk Iran

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Presiden AS Donald Trump me-retweet postingan seorang jurnalis "Israel", yang merupakan ahli di dinas intelijen "Israel", Mossad, tentang pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh di Teheran pada hari…

Erdogan Deportasi 9.000 Terduga Teroris Asing

ANKARA (Arrahmah.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyinggung tentang peran Turki melawan terorisme saat menyampaikan pidato di KTT G20 pada Ahad (22/11/2020). Dia mengatakan negaranya telah menangkap dan mendeportasi hampir…

Iklan