Snowden: Saudi gunakan perangkat lunak buatan "Israel" tuk lacak Khashoggi

Foto Ilustrasi. (Foto: Anadolu)
593

TEL AVIV (Arrahmah.com) – Perangkat lunak yang dibuat oleh perusahaan keamanan cyber “Israel” digunakan untuk melacak wartawan yang dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul, Jamal Khashoggi, mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional AS mengklaim pada Rabu (7/11/2018).

Berbicara pada konferensi di Tel Aviv, “Israel”, melalui panggilan video dari Rusia, Edward Snowden mengatakan spyware Pegasus dijual kepada pemerintah oleh NSO Group Technologies, digunakan untuk melacak lawan, lansir Anadolu pada Kamis (8/11).

“Orang-orang saudi, tentu saja tahu bahwa Khashoggi akan pergi ke konsulat, karena dia mendapatkan janji. Namun bagaimana mereka tahu maksud dan rencananya?”

Khashoggi, seorang kolumnis untuk Washington Post, dibunuh pad 2 Oktober setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul. Menurut laporan media Turki mengutip Kejaksaan Istanbul, begitu dia berada di dalam, dia dicekik dan kemudian dimutilasi.

Setelah mengakui kematian Khashoggi, Arab Saudi hingga saat ini belum mengungkapkan lokasi jenazah Khashoggi.

Snowden mengatakan smartphone salah satu teman Khashoggi, yang tinggal di pengasingan di Kanada, telah terinfeksi spyware Pegasus milik NSO.

Dia mengatakan perangkat lunak itu memungkinkan Saudi untuk mengumpulkan informasi mengenai Khashoggi.

“Yang benar adalah mereka mengejar beberapa temannya melalui program yang ditulis oleh perusahaan ‘Israel’.”

Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh lembaga penelitian Kanada Citizen Lab mengatakan: “Kami memiliki keyakinan tinggi bahwa ponsel Omar Abdulaziz, seorang aktivis Saudi dan penduduk tetap Kanada, menjadi sasaran dan terinfeksi dengan spyware Pegasus milik NSO Group”

Perangkat lunak ini, yang memungkinkan pengintaian ponsel tak terbatas, dipandang sebagai aplikasi spyware seluler paling kuat di dunia.

Snowden yang membocorkan ribuan dokumen yang merinci program pengintaian jangka panjang oleh pemerintah AS, diberikan suaka oleh Rusia pada 2013 setelah AS menuduhnya dengan spionase. Izin tinggalnya di Rusia diperpanjang hingga 2020. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.