Selalu Ditanya Soal Dana Korban Gempa, Sri Mulyani Mengaku Depresi

1.416

Support Us

DENPASAR (Arrahmah.com) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku depresi saat ditanyai soal kecukupan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pemulihan bencana alam yang telah melanda Lombok dan Palu.

Keluhan ini disampaikannya di forum diskusi bertajuk Risiko Pembiayaan Bencana dan Asuransi di Indonesia yang merupakan salah satu acara di Pertemuan Tahunan para negara anggota Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (Annual Meeting International Monetary Fund-World Bank/AM IMF WB) 2018.

“Selalu ada yang ditanyakan oleh media di setiap kesempatan wawancara, ‘apakah dananya pasti cukup?’ Ini terkadang membuat saya depresi. Itu memberikan tekanan bagi saya,” ujarnya, sapaan akrabnya, di Bali, Rabu (10/10/2018), lansir CNN Indonesia.

Ia mengaku maklum dengan pertanyaan tersebut, karena selama ini pembiayaan untuk bencana alam selalu ditutup pemerintah dengan APBN.

Namun demikian, lanjut Sri, APBN juga memiliki fungsi pembangunan, sehingga kemampuan APBN terbatas.

Berita Terkait

Di sisi lain, kata Sri, kerugian yang ditimbulkan akibat bencana alam biasanya tidak sedikit. Ia mencontohkan, kerugian atas bencana tsunami Aceh pada 2004 lalu mencapai Rp51,3 triliun. Sedangkan kerugian atas bencana alam yang terjadi selama 2004-2013 mencapai Rp126,77 triliun.

“Sebenarnya, saya tidak keberatan diajukan pertanyaan itu. Tapi saya merasa memang perlu untuk melakukan perencanaan yang lebih baik supaya media tidak perlu mengajukan pertanyaan seperti itu,” tandasnya.

Menurut Sri Mulyani, salah satu kebijakan yang sedang dikaji pemerintah ialah asuransi bencana alam untuk melindungi aset negara. Kajian meliputi risiko fiskal yang ditimbulkan setiap kali ada bencana, profil bencana, frekuensi, dampak, hingga titik-titik yang prioritas untuk diasuransikan lebih dulu. 

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah berencana akan mulai menjalankan kebijakan asuransi bencana alam pada tahun depan.

“Saya telah mengambil inisiatif untuk mulai memberikan penanggungan asuransi untuk sebagian gedung pemerintah dan kami sudah bicara dengan pelaku industri asuransi domestik untuk melindungi masyrakat,” jelasnya.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

"Democrazy Will Die" Ramalan atau Kenyataan?

Oleh : Asy Syifa Ummu Sidiq (Arrahmah.com) - "How Democracies Die" sebuah buku karya penulis Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt kini menjadi viral. Bukan karena penulisnya terkenal di negeri ini, tapi karena dibaca dan diposting oleh Pak…

Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK

JAKARTA (Arrahmah.com) -  Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (25/11/2020) dini hari WIB. Informasi awal Edhy ditangkap di kantornya usai kunjungan kerja ke Amerika…

Ratusan Ribu Orang Iringi Pemakaman Ulama Kharismatik Pakistan

LAHORE (Arrahmah.com) – Ratusan ribu pelayat menghadiri pemakaman ulama kharismatik Pakistan Khadim Hussain Rizvi (54) di kota Lahore meski pemerintah melarang perkumpulan publik karena pandemi Covid-19, Sabtu (21/11/2020). Rizvi…

Aramco pastikan pelanggannya tak terpengaruh oleh serangan Houtsi

RIYADH (Arrahmah.com) - Raksasa minyak Saudi Aramco mengatakan pelanggan tidak terpengaruh oleh serangan Houtsi Yaman di pabrik distribusi produk minyak bumi di kota Jeddah, Laut Merah, Arab Saudi. Salah satu tank fasilitas dihantam…

Pemboman di Suriah utara tewaskan 29 pejuang pro-Turki

AL BAB (Arrahmah.com) - Dua puluh sembilan orang tewas pada Selasa (24/11/2020) oleh bahan peledak dalam tiga insiden terpisah di beberapa bagian Suriah utara di sepanjang perbatasan dengan Turki, menurut laporan kelompok pemantau. Tidak…

Ledakan berturut-turut di pasar Bamyan mengakibatkan 14 orang tewas dan 45 lainnya luka-luka

BAMYAN (Arrahmah.com) - Ledakan berturut-turut yang terjadi di provinsi Bamyan tengah, salah satu daerah di Afghanistan yang relatif aman, pada Selasa (24/11/2020) telah menyebabkan 14 orang tewas, kata pejabat setempat. Menurut…

Anggota DPR: Layanan calling visa bagi "Israel" merupakan pengkhianatan UUD '45

JAKARTA (Arrahmah.com) - Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, menilai segala bentuk kerjasama antara Indonesia dengan "Israel" merupakan bentuk pengkhianatan terhadap Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Sebab menurut Sukamta, menghapuskan…

Ustadz Abu Bakar Ba'asyir Dirawat di Rumah Sakit

BOGOR (Arrahmah.com) - Beredar kabar Ustadz Abu Bakar Ba'asyir sedang dirawat di rumah sakit karena kondisi kesehatan menurun. Putra Ustadz Abu Bakar Ba'asyir membenarkan kabar tersebut. "Iya, benar,  beliau dibawa ke RS untuk…

Militan ISIS Menyatakan Bertanggung Jawab Atas Serangan Kabul

KABUL (Arrahmah.com) – Militan Islamic State (atau yang lebih dikenal dengan sebutan ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan 28 roket yang menewaskan 8 orang dan melukai 30 orang lainnya di Kabul (21/11/2020). ISIS menyatakan bahwa…

Turki Protes Kapal Kargo Mereka Digeledah Jerman

ANKARA (Arrahmah.com) – Turki melayangkan protes ke Jerman dan Uni Eropa (UE) terkait upaya penggeledahan terhadap kapal kargo mereka, Senin (23/11/2020). Pasukan keamanan Jerman yang tergabung dalam misi militer Uni Eropa naik dan mencoba…

Kanada kurangi hukuman teroris penyerang Masjid di Quebec

QUEBEC (Arrahmah.com) – Pengadilan banding di provinsi Quebec, Kanada, telah memutuskan bahwa tersangka penyerang sebuah masjid di kota Quebec pada 2017 akan dapat mengajukan pembebasan bersyarat dalam 25 tahun. Pengadilan menyatakan,…

Pakar ICMI: Bima Arya Tidak Berhak Paksa Habib Rizieq Tes Covid-19 Ulang

JAKARTA (Arrahmah.com) - Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Anton Tabah menanggapi desakan Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugoarto, agar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib M. Rizieq Shihab, dilakukan tes Covid-19…

Iklan