Meski Gagal Bertanding, Ini Alasan Pejudo Miftahul Jannah Tolak Lepas Jilbab

166

Support Us

JAKARTA (Arrahmah.com) – Atlet blind judo Miftahul Jannah didiskualifikasi dari pertandingan di Asian Para Games 2018 karena menolak melepas jilbab, Senin (8/10/2018).

Miftahul Jannah dijadwalkan turun di kelas 52 kg putri blind judo dan akan menghadapi wakil Mongolia, Gantulga Oyun pada pertandingan yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran. Namun, menjelang dimulainya pertandingan, Miftahul Jannah dilarang tampil menggunakan jilbab. Dia harus melepas jilbab sesuai aturan dari Federasi Judo Internasional (IJF).

Instruksi wasit itu tak dilakukan Jannah. Atlet asal Aceh itu bersikukuh tak mau melepas jilbabnya. Dia akhirnya didiskualifikasi, dan Oyun menang tanpa bertanding.

Direktur Divisi Sport Inapgoc, Fanny Irawan, mengatakan aturan soal penutup kepala itu tercantum di Artikel 4 Poin 4 dari Federasi Judo Internasional.  Di artikel itu tertulis, “The head may not be covered except for bandaging of medical nature, which must adhere to this one. ”

“Jadi memang tidak boleh memakai penutup kepala apa pun, bukan hanya jilbab. Aturan itu sudah dibicarakan saat technical meeting. Ketika semua sepakat, berarti aturan itu diterapkan saat pertandingan. Ini aturan internasional,” jelas Fanny, lansir Bola.com.

Berita Terkait

Sang atlet, Miftahul Jannah, mengaku sempat menangis. Tapi dia mengaku lega setelah memutuskan tetap tak mau melepas jilbabnya. Menurutnya, itu adalah keputusan terbaik.

“Lebih banyak lega. Saya juga bangga karena sudah bisa melawan diri sendiri, melawan ego sendiri. Saya punya prinsip tak mau dipandang terbaik di mata dunia, tapi di mata Allah,” kata Miftahul Jannah, kepada wartawan setelah gagal bertanding.

Mittahul Jannah sudah berlatih selama 10 bulan untuk bertanding di Asian Para Games. Namun, harapannya untuk mendulang medali di Asian Para Games 2018 akhirnya harus dikubur dalam-dalam.

Ketua National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun, meminta maaf soal insiden atlet blind judo Miftahul Jannah yang didiskualifikasi dari pertandingan di Asian Para Games 2018 karena menolah melepas jilbab, Senin (8/10/2018).

NPC mengakui polemik itu muncul karena keteledoran pihaknya dalam memahami regulasi.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Saudi bantah pertemuan MBS dengan Netanyahu

RIYADH (Arrahmah.com) - Saudi membantah laporan bahwa Putra Mahkota Muhammad Bin Salman bertemu dengan Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu di kerajaan. Radio Israel Army mengklaim Netanyahu melakukan perjalanan rahasia ke Arab…

Lima napi tewas setelah pelarian diri massal dari penjara Libanon

BEIRUT (Arrahmah.com) - Pihak berwenang di Libanon telah melancarkan operasi pengejaran setelah hampir 70 narapidana melarikan diri dari penjara setelah mendobrak pintu sel mereka dan menyerang penjaga penjara. Pembobolan penjara massal…

Revolusi Mental Jokowi Versus Revolusi Akhlaq HRS

Oleh: Ustadz Irfan S. Awwas Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin JAKARTA (Arrahmah.com) - Setiap manusia, kafir maupun muslim, secara mutlak memiliki tiga macam unsur kehidupan, sejak dilahirkan sampai mati. Yaitu, fisik, prilaku,…

Pasukan Azerbaijan Dituduh Memenggal Kepala Tentara Armenia

KARABAKH (Arrahmah.com) – Tentara Azerbaijan dituduh memenggal kepala seorang tentara Armenia dan mengejek keluarga korban dengan memposting foto kepalanya yang dipenggal di media sosial, kata pembela hak asasi manusia, Selasa (24/11/2020).…

Saudi penjarakan saudara laki-laki Syaikh Salman Al-Audah

RIYADH (Arrahmah.com) - Dr. Khaled Al-Audah, saudara dari ulama terkemuka Saudi Syaikh Salman Al-Audah, dijatuhi hukuman lima tahun penjara oleh pengadilan Saudi atas tuduhan penghasutan, Anadolu Agency melaporkan. Kantor berita…

"Democrazy Will Die" Ramalan atau Kenyataan?

Oleh : Asy Syifa Ummu Sidiq (Arrahmah.com) - "How Democracies Die" sebuah buku karya penulis Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt kini menjadi viral. Bukan karena penulisnya terkenal di negeri ini, tapi karena dibaca dan diposting oleh Pak…

Kabarnya dikunjungi "Israel", namun Sudan 'tidak sadar'

KHARTOUM (Arrahmah.com) - Pemerintah Sudan pada Selasa (24/11/2020) membantah memiliki informasi tentang kunjungan delegasi "Israel" ke Khartoum yang diumumkan sehari sebelumnya oleh seorang pejabat dari Tel Aviv. "Kabinet tidak…

FPI Heran TNI Urus Baliho, Itu Tugasnya Satpol PP

JAKARTA (Arrahmah.com) - Front Pembela Islam (FPI) mengaku heran dengan pernyataan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang menyebut penurunan baliho Imam Besar Habib Rizieq Syihab yang dilakukan personel TNIatas perintahnya.…

FPI: Pemerintah Tak Usah Repot Tes Swab Habib Rizieq, Ada Tim HILMI dan Mer-C

JAKARTA (Arrahmah.com) -  Polisi beserta TNI dan Satpol PP mendatangi kediaman Habib Rizieq Syihab, di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat. Mereka meminta Habib Rizieq menjalani tes swab karena ada kabar dirinya positif virus Corona.…

Parlemen Turki setujui pengerahan pasukan di Nagorno-Karabakh

ANKARA (Arrahmah.com) - Parlemen Turki menyetujui pengerahan pasukan untuk bergabung dengan pasukan Rusia di sebuah pos pengamatan di Nagorno-Karabakh setelah Armenia dan Azerbaijan menandatangani gencatan senjata yang ditengahi oleh Rusia…

Rezim Asad bunuh 98 orang di Daraa

DARAA (Arrahmah.com) - Rezim Suriah telah menyiksa 98 orang dalam dua tahun terakhir yang melanggar perjanjian Daraa 2018, menurut sumber lokal. Rezim menyiksa banyak orang yang tinggal di Daraa dan mengajukan amnesti berdasarkan…

Mesut Ozil serukan umat Islam untuk bungkam Islamofobia dengan kebaikan

LONDON (Arrahmah.com) - Pesepakbola Jerman keturunan Turki Mesut Ozil menyerukan kepada umat Islam di seluruh dunia untuk membalas Islamofobia yang tengah meningkat di beberapa negara di dunia dengan kebaikan. Dalam postingan Twitternya…

Iklan