Berita Dunia Islam Terdepan

Intelijen Jerman klaim akan terjadinya serangan teror ricin

361

Support Us

BERLIN (Arrahmah.com) – Sebuah sumber di dinas intelijen domestik Jerman (BfV) mengklaim pada Rabu (20/6/2018) bahwa para ‘Islamis’ yang selalu mereka identikkan dengan “terorisme” dapat melakukan serangan di Jerman kapan saja dengan racun “ricin” yang mematikan.

Seminggu yang lalu, seorang warga Tunisia berusia 29 tahun, yang diberi nama oleh pihak berwenang sebagai Sief Allah H., ditangkap di Cologne karena dicurigai merencanakan serangan yang bermotif ‘Islamis’ dan membangun “senjata biologis” menggunakan ricin, senjata yang konon digunakan untuk membunuh Kim Jong-nam, saudara tiri Presiden Korea Utara, Kim Jong-un, beberapa waktu lalu.

Secara alami, ricin adalah penghambat, racun sangat ampuh yang berasal dari biji jarak, biji-bijian Ricinus communis. Tanaman tropis ini juga sumber minyak jarak (digunakan dalam pabrik dan produk kosmetika) dan terkenal sebagai tanaman hias.

Berita Terkait

Ricin bekerja dengan mencegah sel-sel membuat protein yang dibutuhkan. Tanpa protein, sel-sel mati. Ini membahayakan seluruh tubuh dan dapat menyebabkan kematian. Seperti kebanyakan bahan kimia lainnya, seseorang sakit setelah terpapar ricin tergantung tiga hal. Yakni seberapa banyak ricin yang mengenainya, berapa lama paparan itu berlangsung, dan metode eksposur apa yang dilakukan (dihirup, ditelan atau disuntik). Gejala-gejala keracunan ricin sangat cepat termasuk dehidrasi yang parah serta menyerang hati dan ginjal.

Sumber BfV mengklaim militan Negara Islam telah bereksperimen dengan ricin di masa lalu dan juga telah memproduksinya. Negara Islam, sumber itu menambahkan, telah menawarkan instruksi rinci tentang cara memproduksi ricin dalam buku pegangan mereka.

Holger Muench, presiden Kantor Pidana Federal, mengatakan kepada penyiar RBB-Inforadio bahwa tersangka telah memproduksi ricin. Dia menambahkan bahwa target untuk serangan yang dicurigai tidak jelas. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Banner Donasi Arrahmah