Berita Dunia Islam Terdepan

Longsor Hantam Kamp Pengungsi Rohingya

242

Support Us

BANGLADESH (Arrahmah.com) – Sedikitnya 12 orang termasuk wanita dan anak-anak tewas dan beberapa lainnya dinyatakan hilang setelah longsor menyapu kamp pengungsi di distrik Bangladesh pada Selasa (12/6/2018).

Bencana longsor terjadi di kamp Rangamati dan Cox’s Bazar, di mana terdapat 700.000 Muslim Rohingya yang melarikan diri dari kampung halaman mereka akibat kekerasan yang mereka alami pada Agustus 2017.

“Tanah longsor yang dipicu oleh hujan lebat menyapu beberapa rumah dan kamp pengungsian selama dua hari,” kata Quality Chakma, ketua dewan Naniachar Upazila di Rangamati.

“Sebagian besar korban terkubur di bawah lumpur ketika bukit-bukit di sekitarnya roboh,” katanya kepada BenarNews, layanan berita online yang berafiliasi dengan RFA.

Seorang pemuda Rohingya, Mohammad Ali, meninggal setelah sebuah pohon jatuh menimpa dirinya di Ukhia, yang telah menjadi tempat perlindungannya selama delapan bulan sejak ia melarikan diri dari kekerasan di Myanmar, kata Abul Khair, seorang petugas di kantor polisi Ukhia.

Hujan lebat menyebabkan kerusakan struktural yang parah terhadap rumah-rumah darurat yang dibangun bagi keluarga Rohingya di kamp-kamp pengungsian di Ukhia dan Teknaf di Cox’s Bazar, ungkap pejabat Ukhia Nikaruzzaman Chowdhury.

“Sejauh ini, lebih dari 200 keluarga Rohingya di lima kamp telah mengalami kesulitan akibat hujan yang melanda selama dua hari terakhir,” katanya kepada BenarNews.

“Gubuk-gubuk yang dibangun telah rusak karena banjir ataupun longsor yang melanda kawasan tersebut,” imbuhnya.

Distrik Rangamati, Bandarban dan Khagrachari telah terputus aksesnya dari daerah lain akibat banjir yang membawa puing-puing yang menghalangi jalan.

Setidaknya terdapat 20  titik longsor di Bandarban dan 3 lainnya terdapat di distrik Naniarchar, kata A.K.M. Mamubur Rashid, wakil komisaris Rangamati.

Dia mengatakan bahwa pejabat lokal yang dibantu oleh pemadam kebakaran dan instansi pemerintahan telah memulai upaya penyelamatan dan merelokasi para pengungsi ke 21 tempat yang lebih aman.

“Mereka berjuang untuk menjangkau para korban karena medan yang sulit untuk dilalui,” ungkapnya kepada BenarNews. (Rafa/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Banner Donasi Arrahmah