Anak-anak Suriah menghadapi masa depan yang tak pasti

307

Support Us

Khalid (10), hidup di sebuah kamp pengungsian di Idlib, Suriah. Anak lelaki pemilik mata abu-abu itu melihat serius ke hadapan kamera, tetapi teman-teman dan pengasuhnya menyebutnya “ketua kenakalan.”

Khalid kehilangan ayahnya lima tahun lalu ketika militan ISIS menangkap ayahnya di Idlib. Itulah terakhir kali Khalid melihat ayahnya.

“Ayah Khalid saat itu keluar dari rumah untuk shalat jum’at, kemudian menghilang. Kami mencarinya ke mana-mana. Kemudian akhirnya kami tahu bahwa para militan dari ISIS telah membawanya, dan kemudian ia menghilang begitu saja,” tutur ibu Khalid, yang tidak ingin disebut namanya, kepada VOA News.

Khalid, ibunya dan adik kembarnya yang berumur 6 tahun telah berpindah-pindah beberapa kali dari kamp pengungsian ke tempat lainnya karena pesawat-pesawat tempur rezim Suriah terus melancarkan serangan. Mereka kemudian menetap di  kamp Utsman bin Affan untuk para pengungsi dan anak-anak yatim piatu, tempat di mana saat ini mereka hidup.

“Suatu hari, jet pemerintah Suriah menyerang desa kami. Kami selamat,” ujar ibu Kholid, mengenang pengalaman menakutkan yang ia dan anak-anaknya alami.

Khalid hanyalah salah satu dari ribuan anak-anak Suriah yang telah kehilangan orangtua mereka akibat perang di Suriah.

Berita Terkait

Omar Omar, seorang aktivis Suriah, yang bertugas menghibur anak-anak yang tinggal di kamp-kamp pengungsian di Idlib, mengatakan kepada VOA bahwa organisasi dimana ia bekerja mengasuh lebih dari 6.000 anak-anak di daerah tersebut yang telah kehilangan salah satu atau kedua orangtua mereka.

“Sebagian anak yatim piatu tinggal bersama keluarga mereka, seperti kakek nenek, paman dan bibi. Sebagian lagi benar-benar terpisah dari keluarga mereka, dan mereka dibantu oleh organisasi-organisasi kemanusiaan,” kata Omar.

Itu hanyalah anak-anak yang diasuh oleh organisasi Omar di satu daerah. Total anak-anak yang kehilangan orangtua mereka bisa mencapai sepuluh ribu anak.

Perang di Suriah telah memporak-porandakan hidup anak-anak tak berdosa. Tak hanya merebut orangtua mereka, perangpun merebut masa depan mereka.

Banyaknya bangunan yang hancur, tak terkecuali sekolah, memaksa anak-anak Suriah berhenti sekolah.

Menurut Save the Children, lebih dari 4.000 serangan telah menghantam sekolah-sekolah di Suriah sejak perang meletus pada 2011, yang berdampak serius pada pendidikan anak-anak Suriah. Organisasi kemanusiaan tersebut menekankan bila langkah-langkah perbaikan tidak dilakukan, hambatan pendidikan ini bisa berdampak serius bagi masyarakat Suriah pasca perang.

Dampak dari kehilangan pendidikan diperburuk dengan kondisi yatim piatu mereka, ketiadaan orangtua membuat mereka kekurangan bimbingan dan kasih sayang orangtua yang sangat dibutuhkan di masa pertumbuhan. (siraaj/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Habib Rizieq Masuk IGD RS UMMI Bogor

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab dan istrinya Syarifah Fadhlun Yahya dibawa ke Rumah Sakit (RS) UMMI Bogor, Jawa Barat pada Rabu (25/11/2020) kemarin. Habib Rizieq disebut sempat masuk ke…

MERC Sayangkan Sikap Walikota Bogor Intervensi RS yang Tangani Habib Rizieq

BOGOR (Arrahmah.com) -  MER-C menyayangkan sikap Walikota Bogor Bima Arya yang melakukan intervensi terhadap pihak rumah sakit yang menangani Habib Rizieq Shihab. Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad dalam keterangannya, Sabtu…

Jerman Waspadai Penyebaran Islam

BERLIN (Arrahmah.com) – Organisasi bantuan Islamic Relief Deutschland (IRD) di Jerman saat ini sedang tersudut. Pernyataan sebagian anggota dewan eksekutif yang berempati kepada Ikhwanul Muslimin memaksa IRD melakukan pembersihan di jajaran…

Anies Raih Penghargaan Gubernur Terpopuler 2020

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemprov DKI dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meraih penghargaan dalam Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2020. Kompetisi tersebut berdasarkan kinerja humas pemerintah di kementerian, lembaga, Pemerintah Daerah,…

Putin: Nagorno-Karabakh tak terpisahkan dari Azerbaijan

MOSKOW (Arrahmah.com) - Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengakui bahwa wilayah Nagorno-Karabakh secara internasional diakui sebagai milik Azerbaijan, dua pekan setelah Armenia menyerahkan wilayah tersebut setelah kekalahannya dari…

Pasukan Turki menarik diri dari kota strategis di Suriah barat laut

ALEPPO (Arrahmah.com) - Dalam 72 jam terakhir, Angkatan Bersenjata Turki mulai menarik pasukan mereka dari dua wilayah penting di barat laut Suriah. Menurut laporan baru dari provinsi Aleppo, Angkatan Bersenjata Turki telah mulai menarik…

Mesut Ozil serukan umat Islam untuk bungkam Islamofobia dengan kebaikan

LONDON (Arrahmah.com) - Pesepakbola Jerman keturunan Turki Mesut Ozil menyerukan kepada umat Islam di seluruh dunia untuk membalas Islamofobia yang tengah meningkat di beberapa negara di dunia dengan kebaikan. Dalam postingan Twitternya…

MUI Keluarkan Fatwa Tentang Pemakaian Masker Bagi Yang Ihram

JAKARTA (Arrahmah.com) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang pemakaian masker bagi orang yang sedang ihram. Dalam fatwa tersebut terdapat empat ketentuan hukum yakni memakai masker bagi perempuan yang sedang ihram…

Relawan Sosial Inggris Tauqir Sharif Akhirnya Dibebaskan HTS

IDLIB (Arrahmah.com) – Relawan sosial Inggris Tauqir “Tox” Sharif akhirnya dibebaskan oleh kelompok perlawanan Suriah HTS di Idlib, Selasa (24/11/2020). Tox telah ditahan oleh HTS sejak bulan Agustus dan mengatakan dia disiksa oleh…

Erdogan Deportasi 9.000 Terduga Teroris Asing

ANKARA (Arrahmah.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyinggung tentang peran Turki melawan terorisme saat menyampaikan pidato di KTT G20 pada Ahad (22/11/2020). Dia mengatakan negaranya telah menangkap dan mendeportasi hampir…

Lembaga donor internasional siap topang Afghan dengan miliaran dolar

JENEWA (Arrahmah.com) - Puluhan lembaga donor mulai menjanjikan miliaran dolar sebagai bantuan bagi Afghanistan dalam konferensi yang digelar di Jenewa hari Selasa (24/11/2020), dengan harapan negosiasi damai yang dibangun antara pemerintah…

UEA hentikan visa untuk 13 negara Muslim

DUBAI (Arrahmah.com) –Menurut dokumen yang dikeluarkan oleh negara, Uni Emirat Arab (UEA) telah berhenti mengeluarkan visa baru untuk warga dari 13 negara mayoritas Muslim, termasuk Iran, Suriah, dan Somalia. Dilansir di Daily Sabah,…

Iklan