IIA serang Afghanistan barat, berupaya kuasai kota Farah

Pasukan boneka Afghanistan merespon serangan IIA pada Selasa (15/5/2018). (Foto: Reuters)
738

FARAH (Arrahmah.com) – Pejuang Imarah Islam Afghanistan (IIA) menyerang kota Farah di Afghanistan barat dari berbagai arah dalam pertempuran yang pecah untuk merebut ibu kota provinsi tersebut.

Para pejuang menyerang beberapa pos pemeriksaan keamanan di kota itu, dan pertempuran sengit pecah pada Selasa (15/5/2018), menurut pernyataan pejabat provinsi Fared Bakhtawer. Dia mengatakan korban jiwa sangat tinggi namun ia tidak bisa memberikan angka yang tepat.

“Pos-pos pemeriksaan keamanan di sekitar kota telah runtuh di tangan Taliban, menyebabkan korban besar di antara pasukan keamanan,” ujar Bakhtawer, lansir Al Jazeera.

NATO mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa jet tempur A-10 sedang mengitari Farah.

Farah berbatasan dengan provinsi Helmand di mana IIA menguasai sebagian besar distrik.

Samihullah Samim, seorang legislator dari Farah mengatakan beberapa bagian kota telah berada di bawah kendali Taliban, dengan pertempuran sengit terjadi hanya berjarak 300 meter dari kediaman gubernur.

Jika Taliban mendapat pijakan, maka pejuang dari provinsi tetangga akan membanjiri kota, ia memperingatkan.

“Jika pasukan keamanan tidak dapat mengendalikan seluruh kota pada akhir hari, maka akan sangat sulit untuk mengendalikan kota dalam waktu dekat,” kata Samim.

Juru bicara kementerian dalam negeri pemerintah boneka Afghanistan, Najib Danish, menganggap kecil serangan itu. Dia mengatakan sedikitnya enam pasukan keamanan tewas dan 12 lainnya terluka, termasuk wakil kepala polisi provinsi yang terluka dalam pertempuran itu.

Dia mengatakan unit komando dan bala bantuan telah dikerahkan.

“Tidak ada bahaya kota Farah jatuh ke tangan Taliban,” klaimnya.

Juru bicara IIA, Zabiullah Mujahid mengaku kelompoknya bertanggung jawab atas serangan itu, mengatakan para pejuang datang dari berbagai arah dan dengan cepat menyerbu beberapa pos pemeriksaan.

Serangan pada Selasa seharusnya tidak membuat pasukan pemerintah lengah, ujar pengamat militer dan pensiunan jenderal Atiqullah Amarkhail.

“Bahkan warga biasa bisa menyadari Taliban secara bertahap mengambil alih banyak wilayah dan menjadi kekuatan yang tangguh di provinsi ini,” lanjutnya. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.