Berita Dunia Islam Terdepan

Empat Jama’ah Umrah Asal Inggris Meninggal Dalam Kecelakaan Di Arab Saudi

276

Support Us

ARAB SAUDI (Arrahmah.com) – Empat jama’ah umrah asal Inggris meninggal sementara 12 lainnya luka-luka ketika bus yang mereka tumpangi bertabrakan dengan mobil tangki pengangkut bahan bakar, kata beberapa pejabat pada Ahad (22/4/2018), sebagaimana dilansir MEE.

Para korban berasal dari Blackburn dan Preston, di Lancashire, mereka melakukan perjalanan dari Mekkah ke sebuah tempat ziarah selepas umrah dengan agen Hashim Travel yang berbasis Blackburn, menurut laporan BBC.

Kecelakaan itu terjadi pada Sabtu (21/4) di dekat kota Al-Khalas di barat Saudi saat para peziarah sedang dalam perjalanan antara Mekah dan Madinah.

“Kedutaan besar Kerajaan Arab Saudi di London bekerja sama dengan Kantor Luar Negeri segera mengeluarkan visa darurat untuk kedua kerabat dari empat jama’ah yang meninggal serta keluarga dari 12 jama’ah asal Inggris yang terluka,” kata kedutaan itu dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan itu mengatakan sebanyak 17 jama’ah asal Inggris menaiki bus tersebut.

“Para korban luka-luka telah dibawa ke rumah sakit di Mekkah untuk mendapatkan perawatan maksimal.”

Keluarga para korban telah diberi tahu dan perusahaan perjalanan telah mengatur agar mereka dapat terbang ke Arab Saudi, lapor media Guardian.

“Simpati dan bela sungkawa yang tulus saya haturkan untuk keluarga dari empat jama’ah asal Inggris yang meninggal dalam kecelakaan di Arab Saudi pada hari Sabtu (21/4) dan bagi para jama’ah yang terluka,” Duta Besar Saudi untuk Inggris, Mohammed bin Nawaf, mengungkapkan melalui akun twiternya.

“Doa kami membersamai keluarga korban atas kejadian tragis ini.”

Dalam sebuah pernyataan singkat, seorang juru bicara Kantor Luar Negeri Inggris mengatakan: “Kami mendukung keluarga korban meninggal asal Inggris dan mereka yang terluka akibat kecelakaan lalu lintas yang serius.”

Hashim Travel mengatakan bahwa mereka mengkhususkan untuk melayani perjalanan Umrah dan Haji dan telah menyediakan paket perjalanan tersebut ke masyarakat di barat laut Inggris selama 20 tahun, ungkap BBC.

Direktur perusahaan, Gulfaraz Zaman, mengatakan kepada BBC bahwa insiden itu “mengejutkan” dan “sangat menyedihkan”.

“Jika Anda melihat sisa-sisa bus, hanya ada kerangka logam yang tersisa,” katanya kepada BBC. (Rafa/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Banner Donasi Arrahmah