Berita Dunia Islam Terdepan

Puluhan Kilogram Benih Sayur Mengandung Virus Yang Diselundupkan dari China Diamankan

942

Support Us

BALI (Arrahmah.com) – Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar menggagalkan penyelundupan benih sayuran asal China seberat 13.5 kilogram pada 21 Maret 2018 di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Kepala Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, I Putu Terunanegara mengungkapkan, benih tersebut telah mengandung virus, selain itu juga tidak dilengkapi dengan surat izin. Puluhan kilogram benih sayuran itu dibawa pengusaha asal Bedugul, Bangli, berinisial EL.

13,5 kg benih sayuran itu terdiri dari 23 sachet benih sawi seberat 500 gram, 2 sachet benih pokcay seberat 400 gram dan 4 sachet benih seledri seberat 300 gram.

Dia menerangkan, hasil pemeriksaan administratif pemasukan benih tersebut tanpa disertai dengan Phytosanitary Certificate dari Tiongkok dan kewajiban tambahan Surat Ijin Pemasukan (SIP) dari Menteri Pertanian.

Berdasarkan UU Nomor 16 Tahun 1992 Pasal 5, bahwa setiap media pembawa OPTK yang dimasukan ke dalam wilayah NKRI harus disertai dengan Phytosanitary Certificate dari negara asal, melalui tempat pemasukan yang telah ditetapkan serta dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina untuk dilakukan tindakan karantina.

“Hasil pemeriksaan administratif menunjukkan pemasukan benih tanpa disertai persyaratan yang telah ditetapkan, berdasarkan UU Nomor 16 Pasal 14 dikakukan tindakan karantina penahanan dengan surat perintah penahanan,”ungkapnya di Denpasar, Kamis (29/3/2018), lansir Okezone, Jumat (30/3/2018).

Hasil pengujian laboratorium dengan metode ELISA dan PCR menunjukkan hasil positif bakteri Pseudomonas.

“Ada enam bakteri OPTK pada bibit sayuran tersebut dua di antaranya termasuk dalam kelompok Pseudomonas yaitu Pseudomonas syringae pv syringae dan Pseudomonas syringae pv maculicola. Bakteri Pseudomonas syringae pv maculicola mampu menyerang Iebih dari 25 spesies tanaman dalam famili Brassicaceae,” terangnya.

Dia mengungkapkan, benih yang mengandung bakteri atau virus tersebut sangat berbahaya bagi tanaman yang lain.

“Satu sachet benih ini bisa ditanam di lahan puluhan hektare. Sehingga kalau ditanam pastinya akan merusak tanaman yang lainnya,” paparnya.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Iklan