Pengusaha Aljazair Bayar Denda Cadar Bagi Ribuan Muslimah di Eropa

Pengusaha Aljazair berjanji akan membayar denda bagi Muslimah yang mengenakan cadar di Denmark.
968

KOPENHAGEN (Arrahmah.com) – Seorang pengusaha Aljazair pada Sabtu (3/3/2018) mengatakan bahwa dia akan membayar semua denda yang dihadapi Muslimah di Denmark yang memilih untuk mengenakan cadar.

Pemerintah Denmark pada 6 Februari mengusulkan pelarangan cadar di ruang publik. Usul tersebut belum disetujui.

Berbicara kepada Anadolu Agency di depan parlemen Denmark, Rasheed Nekkaz mengatakan bahwa dia telah membayar 1.538 denda bagi Muslimah yang menghadapi keadaan serupa di enam negara, termasuk Prancis, Belgia, Swiss, Belanda, Austria dan Jerman.

Nekkaz terkenal karena telah membayar denda bagi Muslimah yang mengenakan cadar atau burqa setelah pakaian tersebut dilarang di banyak negara Eropa, termasuk Prancis, pada tahun 2010.

Pebisnis Aljazair dan aktivis politik ini mengumpulkan dana sebesar 1 juta euro untuk membayar denda ini.

“Pemerintah di Eropa tidak menghasilkan solusi bagi umat Islam untuk beradaptasi dengan Eropa, itulah sebabnya mengapa masyarakat Muslim di Eropa perlu menjadi lebih kuat untuk melindungi kepentingan mereka,” katanya.

“Ini sangat penting bagi saya untuk dapat memberi pesan kepada pemerintah Eropa atas pembatasan kebebasan ini sehingga mereka tidak dapat seenaknya melakukan apapun yang mereka inginkan,” katanya.

“Jika ada larangan berjilbab di sebuah negara terhadap mereka yang ingin memakainya, saya akan menjadi orang yang membayar denda mereka,” tambahnya.

Pada sebuah demonstrasi yang digelar pada Sabtu (3/3) di parlemen Denmark, Sara, seorang wanita Turki berusia 30 tahun, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa larangan kerudung tersebut akan membatasi kebebasannya.

Saat mengatakan bahwa larangan tersebut akan mencegahnya pergi ke luar.

Di antara 5,7 juta penduduk Denmark, lanjut Sarah, hanya sekitar 50 wanita yang mengenakan jilbab.

Sara menyatakan bahwa larangan berjilbab hanyalah permulaan dari beberapa larangan lainnya yang menargetkan umat Islam.

“Pertanyaan saya kepada politisi Denmark adalah: Anda berbicara tentang kebebasan, tapi di mana kebebasan kita? Dimana kebebasan beragama kita?” pungkasnya.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.