Berita Dunia Islam Terdepan

PYD/PKK gunakan warga sipil untuk serang pasukan Turki di Suriah

PKK/PYD menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia selama serangan pada Sabtu terhadap tentara Turki di Afrin yang menewaskan 11 tentara Turki. (Foto: AA)
838

AFRIN (Arrahmah.com) – Pejuang PYD/PKK menggunakan warga sipil, termasuk anak-anak, untuk menyerang tentara Turki. Akibatnya 11 tentara menjadi martir pada Sabtu (10/2/2018), dalam operasi yang sedang berlangsung di Afrin, Suriah, menurut seorang sumber keamanan pada Ahad (11/2).

Teroris PYD/PKK telah menggunakan warga sipil untuk melakukan serangan dari waktu ke waktu, sumber tersebut mengungkapkan kepada AA.

Pada Sabtu, 11 tentara Turki, termasuk dua pilot, tewas di Afrin barat laut selama Operasi Cabang Zaitun.

Tentang serangan tersebut, sumber itu mengungkapkan bahwa sebuah tim komando Turki berada di sebuah bukit di ketinggian 1.027 meter di dekat sebuah desa ketika sekelompok sipil berjumlah 70 hingga 80 orang mendekati lokasi mereka pada siang hari.

Pada awalnya tim melepaskan tembakan peringatan untuk menghentikan warga sipil mendekat. Namun setelah kelompok tersebut mengabaikan tembakan peringatan, tim Turki yang terdiri dari 16 komando bergerak untuk menghentikan kelompok itu. Saat itulah granat tangan dilemparkan ke tim komando dari kalangan warga sipil, kata sumber tersebut.

Selain itu, teroris PYD/PKK yang bersembunyi di desa tersebut melancarkan serangan dengan roket ke tim komando, sembilan di antaranya tewas sebagai martir sementara sebuah helikopter Turki, yang dikirim untuk menanggapi serangan tersebut menabrak, mengakibatkan dua pilot tersebut meninggal dunia.

Pada Sabtu, Staf Umum Turki mengatakan sebuah helikopter ATAK jatuh sekitar pukul 1 siang waktu setempat selama operasi Afrin berlangsung.

Selama pidatonya di pertemuan Partai Demokrat dan Pembangunan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara tentang insiden jatuhnya helikopter tersebut.

“Beberapa waktu yang lalu, satu helikopter ditembak jatuh, tentu saja, semua ini akan terjadi. Kami berada dalam perang. Kami tentu akan membuat mereka (teroris) membayar harga yang mahal untuk ini,” katanya.

Sumber tersebut mengatakan bahwa warga sipil melarikan diri dari sebuah desa terdekat setelah terjadi bentrokan antara tentara Turki dan teroris.

Sekitar 40 teroris PYD/PKK dinetralisir oleh lebih banyak komando yang tiba di lokasi kejadian, sementara para teroris lainnya melarikan diri, sumber tersebut menambahkan.

Beberapa jam kemudian, wilayah tersebut benar-benar dibersihkan dari teroris, termasuk daerah di mana warga sipil digunakan sebagai “tameng” untuk melakukan serangan semacam itu, katanya.

Sedikitnya 1.266 teroris PYD/PKK telah dinetralisir sejak awal Operasi Cabang Zaitun di Afrin, Suriah, menurut Staf Umum Turki pada Ahad.

Pada 20 Januari, Turki meluncurkan Operasi Cabang Zaitun untuk membersihkan teroris PYD/PKK dari Afrin.

Otoritas Turki sering menggunakan kata “dinetralisir” dalam pernyataan mereka untuk menyiratkan bahwa teroris yang bersangkutan menyerah, terbunuh, atau tertangkap.

Menurut Staf Umum Turki, operasi tersebut bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilits di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut serta untuk melindungi warga Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris. (fath/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...