Berita Dunia Islam Terdepan

Aktivis Saudi ditangkap setelah mengkritik hubungan Saudi dengan “Israel”

Noha Al-Balawi mengunggah sebuah video di Twitter yang mengecam upaya pemerintah Saudi untuk menormalisasi hubungan dengan "Israel" yang mengorbankan masalah Palestina. (Foto: MEMO)
784

RIYADH (Arrahmah.com) – Pihak berwenang Saudi telah menangkap seorang aktivis perempuan yang mengkritik upaya pemerintah Saudi untuk menormalisasi hubungan diplomatik dengan “Israel”, kata sumber lokal.

Noha Al-Balawi dipanggil untuk diinterogasi pada 23 Januari dan telah ditahan oleh polisi Saudi sejak saat itu. Penahanannya telah diperpanjang selama 35 hari berikutnya, menurut para aktivis.

Al-Balawi baru-baru ini menerbitkan sebuah video di Twitter yang mengecam upaya pemerintah Saudi untuk menormalisasi hubungan dengan “Israel” yang mengorbankan masalah Palestina.

Dengan mengenakan cadar dalam video tersebut, Al-Balawi mengatakan bahwa hubungan “Israel”-Saudi “hanya akan melayani kepentingan rezim Tel Aviv, dan akan merugikan negara-negara Arab.”

Polisi Saudi mencatat bahwa Al-Balawi dapat diadili berdasarkan Pasal 6 undang-undang cybercrime Arab Saudi, yang menghukum siapapun yang membuat atau mentransmisikan informasi yang dianggap “merugikan ketertiban umum”.

“Jika dia dinyatakan bersalah, dia bisa menghadapi hukuman lima tahun penjara atau dipukul dengan denda 800.000 dolar,” kata aktivis tersebut, menunjukkan bahwa dia diperkirakan akan hadir di pengadilan pada Senin.

Berbicara dalam sebuah wawancara dengan France24 Desember lalu, Menteri Luar Negeri Saudi Adel Al-Jubeir, mengatakan bahwa Kerajaan tersebut memiliki “peta jalan” untuk membangun hubungan diplomatik penuh rezim Tel Aviv. Ucapan Al-Jubeir dikritik oleh banyak aktivis di wilayah Arab. (fath/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...