Berita Dunia Islam Terdepan

Politikus Eropa seru Mesir untuk hentikan eksekusi

Eksekusi meningkat sejak Abdel Fattah Al-Sisi berkuasa di Mesir. (Foto: Reuters)
554

KAIRO (Arrahmah.com) – Parlemen Eropa telah mengecam Mesir atas penggunaan hukuman mati dan meminta agar semua eksekusi yang direncanakan dihentikan sambil menunggu peninjauan kembali kasus tersebut.

Mesir membatasi “hak demokratis mendasar”, anggota Parlemen Eropa (MEP) mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Rabu (7/2/2018), menambahkan bahwa Kairo harus menghapus hukuman mati.

“Parlemen Eropa, menyerukan diakhirinya semua tindak kekerasan, hasutan dan ujaran kebencian, mengingatkan pemerintah Mesir bahwa perlindungan universal hak asasi manusia dan kemakmuran jangka panjang berjalan beriringan,” ujarnya seperti dilansir Al Jazeera Kamis (8/2).

Kenaikan tajam dalam pelaksanaan eksekusi telah terjadi di Mesir sejak Presiden Abdel Fattah Al-Sisi berkuasa setelah kudeta militer pada 2013, menurut data dari Pusat Hukuman Mati Dunia di Universitas Cornell.

Sedikitnya 97 orang telah dieksekusi di Mesir sejak 2014, jauh dibandingkan dengan lima eksekusi antara 2010-2014.

Pakar hak asasi manusia PBB telah menyatakan keprihatinannya bahwa pejabat Mesir menggunakan bukti yang diperoleh melalui penyiksaan atau penganiayaan, untuk menjatuhkan hukuman mati di pengadilan militer.

Pada 2 Januari, lima orang digantung di Alexandria setelah dijatuhi hukuman mati oleh sebuah pengadilan militer, empat di antaranya dinyatakan bersalah atas sebuah ledakan pada April 2015 yang menewaskan tiga personil militer dan melukai dua lainnya, lanjut laporan Al Jazeera.

Lima belas orang dihukum atas tuduhan “terorisme” atas kematian tentara di Semenanjung Sinai pada 2013, dan telah dieksekusi 26 Desember tahun lalu. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...