Berita Dunia Islam Terdepan

Krisis listrik menggiring Gaza ke ambang bencana

gaza electricity crisis
229
(Arrahmah.com) – Krisis energi akut di Jalur Gaza  mendorong wilayah Palestina yang diblokade itu ke ambang bencana, Kantor Koordinasi Urusan Kemanusian PBB (OCHA) mewanti-wanti pada Selasa (6/7/2018).
 
OCHA mengatakan bahwa butuh USD 6,5 juta untuk menyediakan 7,7 liter bahan bakar darurat di Gaza pada 2018. “Ini adalah jumlah minimum yang dibutuhkan untuk mencegah gagalnya proses pekerjaan,” katanya, sebagaimana dilansir World Bulletin.
 
Rumah bagi hampir dua juta orang, Jalur Gaza yang diblokade Israel telah menderita kekurangan listrik sejak 2006.
 
Krisis ini telah memaksa beberapa rumah sakit dan pusat-pusat medis untuk menunda pelayanan kepada para pasien dalam beberapa hari terakhir.
 
OCHA memperkirakan bahwa 1,4 juta liter bahan bakar dibutuhkan per bulan untuk berfungsinya fasilitas-fasilitas penting di Gaza.
 

“Saat ini, ada hampir dua juta penduduk Palestina di Gaza, lebih dari setengahnya adalah anak-anak, mendapatkan listrik tidak lebih dari delapan jam per hari,” kata pernyataan itu.

Roberto Valent, pelaksana Koordinator Kemanusiaan untuk wilayah Palestina, menyerukan donasi untuk membantu warga Palestina yang menderita di Gaza sehingga mendapat akses kesehatan, air bersih dan layanan sanitasi yang baik.

“Rumah-rumah sakit mulai tutup,” katanya. “Tanpa dana, akan banyak layanan yang terpaksa harus mendunda operasi dalam pekan-pekan mendatang.”

 
“Situasi ini akan memburuk secara dramatis, dengan potensi dampak pada seluruh penduduk. Kami tidak bisa membiarkan ini terjadi,” ujar Valent.
 
Jalur Gaza diperkirakan membutuhkan listrik 600 megawatt, tetapi saat ini hanya mendapatkan 120 megawatt dari Israel dan 32 megawatt dari Mesir.
 
Sementara itu, menurut Otoritas Energi Palestina, pembangkit listrik di Gaza hanya bisa menghasilkan 60 megawatt listrik. (siraaj/arrahmah.com)
Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...