Berita Dunia Islam Terdepan

PKS sebut ada keganjilan dalam kasus penganiayaan 2 ulama di Jabar

Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini
1,121

JAKARTA (Arrahmah.com) – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejaktera (FPKS) DPR Jazuli Juwaini mencium adanya keganjilan dalam kasus penganiayaan dua ulama di Jawa Barat yang pelakunya dua-duanya disebut mengalami gangguan jiwa. Ia pun meminta kepolisian fokus mengusut kasus tersebut. 

Diketahui, penganiayaan terhadap dua ulama itu sama-sama terjadi di Jabar, dilakukan saat subuh oleh pelaku yang diduga gangguan jiwa dan dalam waktu kurang dari sepekan. Penganiayaan yang pertama menimpa Pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah (Santiong), Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kiai Umar Basri yang dianiaya usai shalat Subuh di Ponpes. Yang terkini menimpa ulama dari Persis, Ustaz Prawoto yang juga dilakukan di waktu subuh.

“Agak ganjil memang jika dua peristiwa penganiayaan terhadap ulama ini kebetulan dilakukan oleh orang yang infonya sakit jiwa atau gila. Ini menimbulkan tanda tanya di masyarakat, apa yang sesungguhnya terjadi, kenapa kebetulan menyasar ulama kiai atau ustadz?” kata Jazuli Juwaini di Jakarta, Jumat (2/2/2018), lansir iNEws.id.

Meski begitu, dia meminta masyarakat khususnya alim ulama tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaaan terhadap adanya provokasi.

Masyarakat, lmbuhnya, jangan termakan isu yang tidak bertanggung jawab karena dalam kasus seperti ini sering kali muncul pihak yang ingin memecah belah. Tujuannya, untuk memicu instabilitas keamanan.

Jazuli juga berharap masyarakat mau menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh aparat.

Dia mendesak kepolisian mengungkap kasus ini dengan transparan serta dapat menjelaskan kepada publik dengan sebaik-baiknya. Hal ini agar tak timbul masalah baru yang bisa mengganggu keamanan di Jawa Barat.

“Jangan sampai kasus ini menyulut permasalahan baru, kondisi saling curiga, merasa terancam, dan akhirnya menimbulkan instabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat khususnya di Jawa Barat,” paparnya.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...