Berita Dunia Islam Terdepan

Dukung Asosiasi Medis TTB, Turki perintahkan penangkapan terhadap 13 orang

Turki perintahkan penangkapan 13 orang yang mendukung TTB secara online. (Foto: Reuters)
455

ANKARA (Arrahmah.com) – Pemerintah Turki pada Jum’at (2/2/2018) memerintahkan penahanan terhadap 13 orang karena mendukung asosiasi medis nasional dalam sebuah postingan, harian Hurriyet melaporkan, organisasi tersebut secara terbuka menentang kampanye militer Turki di wilayah Afrin, Suriah.

Seorang jaksa penuntut pekan ini memerintahkan penahanan 11 anggota senior Asosiasi Medis Turki (TTB) termasuk pimpinannya, setelah organisasi itu mengkritik ofensif Turki di wilayah Afrin, Suriah dengan mengatakan “Tidak untuk perang, segera damai”. Presiden Tayyip Erdogan menuduh mereka sebagai pengkhianat, lansir Zaman Alwasl.

Lebih dari 300 orang telah ditahan karena memposkan pesan di media sosial yang mengkritik, menentang kampanye Afrin yang dimulai hampir dua pekan lalu.

Otoritas juga menggerebek tempat tinggal seorang pengacara yang secara terbuka membaca pernyataan dari asosiasi medis tersebut, seorang anggota parlemen dari partai oposisi utama mengatakan.

“Mereka tidak ingin membiarkan orang bernafas,” ujar Baris Yarkadas dari Partai Rakyat Republik (CHP) dalam cuitan di Twitter.

Tindakan keras terhadap beberapa dokter Turki telah mendapat kecaman internasional dari kelompok hak asasi manusia Amnesti Internasional dan Asosiasi Medis Dunia yang telah meminta perlindungan mereka dan segera mengakhiri proses hukum.

Kritikus Erdogan melihat penangkapan terbaru sebagai simbol pembersihan yang terjadi setelah kudeta yang gagal pada 2016. Lebih dari 50.000 orang telah ditangkap dan 150.000 dipecat atau diskors dari pekerjaan mereka.

Kelompok hak asasi manusia khawatir Erdogan menggunakan tindakan keras untuk menahan pembangkang dan menghancurkan lawan-lawannya.

Turki meluncurkan operasi Afrin yang dijuluki “Operasi Cabang Zaitun” dua pekan lalu untuk menargetkan pejuang Kurdi YPG. Turki menyatakan milisi tersebut terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang di Turki dan telah berperang melawan pemerintah Turki selama beberapa dekade. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...