Berita Dunia Islam Terdepan

Ulama Persis dianiaya hingga meninggal, disebut pelakunya orang setres

Salah seorang ulama sekaligus tokoh organisasi Persatuan Islam, Ustaz Prawoto menjadi korban penganiayaan. Korban mengembuskan napas terakhir setelah sempat dirujuk ke Rumah Sakit Santosa, Kopo, Bandung. [Foto: Ayobandung.com]
1,990

BANDUNG (Arrahmah.com) – Salah seorang ulama sekaligus tokoh organisasi Persatuan Islam, HR Prawoto SE atau juga dikenal Ustaz Prawoto menjadi korban penganiayaan. Korban mengembuskan napas terakhir setelah sempat dirujuk ke Rumah Sakit Santosa, Kopo, Bandung.

Sebagaimana dilansir portal berita ayobandung.com, Kamis (1/2/2018), ustadz Prawoto mengalami penganiayaan pada Kamis pagi. Terduga pelaku penganiayaan diketahui berinisial AM (45) yang merupakan tetangga korban.

Menurut penuturan salah seorang saksi, Yudi (35) kejadian bermula saat AM melakukan pelemparan batu ke arah atap bangunan kediaman Prawoto yang berjarak hanya beberapa jengkal dari kediamannya. Korban yang tidak terima dengan pelemparan batu tersebut lantas menegur AM.

“Awalnya yang keluar istri korban. Tapi karena enggak nurut, korban yang keluar. Dia sempat negur jangan lempar batu sembarangan. Terus korban dikejar,” tutur Yudi saat dijumpai di sekitar tempat kejadian perkara.

Setelah itu, Yudi menuturkan AM yang sejak semula menenteng linggis lantas mengejar korban. Korban yang merasa terancam lantas sekuat tenaga menghindar dengan cara berlari.

Saksi lain, Agus Solihin menuturkan korban sempat berteriak meminta tolong saat dalam pengejaran. Namun lantaran kondisi waktu yang masih pagi buta, warga sekitar tidak sadar dengan peristiwa tersebut.

“Saya ngeliat pas di tengah jalan korban dikejar. Saya ikut ngejar juga,” ujar Agus. Setelah berlari kurang lebih sekitar 500 meter, korban yang kelelahan akhirnya terjuntai jatuh ke tanah di jalan setapak Kampung Blok Sawah RT 3, RW 3, Kelurahan Cigondewah Kidul, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung.

“Dia dipukul tiga kali di bagian kepala depan. Langsung saya amankan, saya tangkap orangnya supaya enggak kabur. Dia enggak ngelawan saat ditangkap,” tuturnya.

Kepala Kepolisan Resor Kota Besar Bandung, Komisaris Besar Polisi Hendro Pandowo turut mendatangi lokasi kejadian untuk menghimpun informasi dan mengatakan terduga pelaku ditengarai mengalami gangguan kejiwaan.

“Dia depresi. Orangnya sudah kami bawa ke Rumah Sakit Jiwa Cisarua warga sini juga tahu kalau dia itu memang depresi,” kata dia.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...