Berita Dunia Islam Terdepan

Lebih 200 perusahaan terkait dengan pemukiman Israel

Bulldozer terlihat saat penggalian di dekat Ramat Shlomo, sebuah permukiman Yahudi, di Bagian Timur Yerusalem.
232

YERUSALEM (Arrahmah.com) – Kantor hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi ada 206 perusahaan yang sejauh ini melakukan bisnis yang terkait dengan permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki, di mana dikatakan bahwa pelanggaran terhadap orang-orang Palestina “meluas dan menghancurkan”.

“Sebagian besar perusahaan-perusahaan ini berdomisili di Israel atau permukiman (143), dan kelompok terbesar kedua berdomisili di Amerika Serikat (22). Sisanya berdomisili di 19 negara lain,” ungkap kantor hak asasi manusia PBB dalam sebuah pernyataan, lansir MEMO, Rabu (31/1/2018).

Laporan tersebut mengatakan bahwa pengidentifikasian ini adalah dalam rangka database, dan tidak dimaksudkan untuk melakukan proses peradilan dalam bentuk apapun.

Laporan itu tidak menyebutkan nama perusahaan, namun mengatakan bahwa 64 dari perusahaan-perusahaan itu telah dihubungi.

Perintah pembuatan laporan ini adalah untuk mengidentifikasi bisnis yang terlibat dalam pembangunan permukiman, pengawasan, layanan, termasuk diantaranya adalah layanan transportasi dan perbankan serta operasi keuangan seperti pinjaman untuk perumahan yang dapat menimbulkan masalah hak asasi manusia.

Pelanggaran hak asasi manusia yang terkait dengan permukiman tersebut dapat merembet dan menghancurkan setiap aspek kehidupan rakyat Palestina, kata laporan tersebut. Ini meliputi pembatasan kebebasan beragama, gerakan dan pendidikan serta kurangnya akses terhadap tanah, air dan mata pencaharian.

Israel memprotes Dewan Hak Asasi Manusia pada bulan Maret 2016 karena dianggapnya telah meluncurkan inisiatif atas permintaan negara-negara yang dipimpin oleh Pakistan, dengan menyebut database tersebut sebagai “daftar hitam” dan menuduh forum negara beranggotakan 47 orang tersebut “bersikap obsesif” terhadap Israel.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...