Berita Dunia Islam Terdepan

40.000 pengungsi Yaman di Aden tidak mendapatkan bantuan

Lebih dari 40.000 pengungsi di Aden tidak mendapatkan bantuan. (Foto: AP)
95

ADEN (Arrahmah.com) – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyatakan keprihatinannya terhadap lebh dari 40.000 pengungsi Yaman yang telah mencari perlindungan di Aden, mengatakan bahwa pihaknya tidak dapat mendistribusikan bantuan sejak kelompok bersenjata menguasai sebagian besar kota pada akhir pekan.

“Kami sangat priharin dengan kekerasan yang telah kami lihat dalam beberapa ahri terakhir, terutama bentrokan senjata antara apa yang disebut Dewan Transisi selatan (STC) dan pasukan pemerintah [pimpinan Abd-Rabbu Mansour Hadi],” ujar juru bicara PBB stephane Dujarric mengatakan kepada para wartawan di New York, seperti dilansir Al Jazeera.

“Kami telah melihat laporan sejumlah besar korban tewas, terluka,” lanjutnya.

“Kami meminta semua pihan untuk mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum kemanusiaan internasional, dan sangat penting bahwa warga sipil dilindungi dan orang-orang yang terluka mendapatkan perawatan medis yang aman, dan bahwa semua pihak memfasilitasi akses untuk menyelamatkan jiwa.”

Pejuang dari Pasukan Perlawanan Selatan (SRF), sayap bersenjata sebuah gerakan politik yang menuntut pemisahan diri untuk Yaman selatan, menangkap sebagian besar Aden awal pekan ini, dengan bantuan dari Uni Emirat Arab.

Gerakan tersebut telah bertempur di sisi pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi melawan milisi Syiah Houtsi yang menguasai sebagian besar wilayah utara, namun “memberontak” pada Ahad setelah Hadi menolak untuk memecat perdana menterinya.

Kelompok tersebut menuduh Perdana Menteri Ahmed bin Daghr dan kabinetnya telah melakukan korupsi yang merajalela, yang mengakibatkan situasi ekonomi, keamanan dan sosial terus memburuk, yang belum pernah disaksikan sebelumnya dalam sejarah selatan.

Pada Rabu sore (31/1/2018), warga mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kehidupan normal mulai kembali di kota, dengan bank dan toko-toko dibuka kembali setelah tiga hari pertempuran sengit.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...