Berita Dunia Islam Terdepan

AS tegaskan tidak akan tarik pasukannya dari Manbij

Jenderal Joseph Votel
987

WASHINGTON (Arrahmah.com) – AS tidak akan menarik pasukan dari Manbij yang berada dalam kendali Unit Perlindungan Rakyat Suriah (YPG), ungkap Jenderal Joseph Votel, komandan Komando Pusat AS, yang mengkoordinasikan operasi anti-Daesh di Irak dan Suriah, Senin (29/1/2018), saat Turki berusaha untuk memperluas Operasi Cabang Zaitun untuk membersihkan teroris dari perbatasannya, sebagaimana dilansir Daily Sabah.

Jenderal Votel mengatakan bahwa menarik pasukan dari Manbij yang dikuasai YKG – yang terkait dengan PKK- bukan sesuatu yang menjadi perhatian AS.

Pejabat Turki menegaskan bahwa Operasi Cabang Zaitun akan terus berlanjut hingga ke Manbij. Pihaknya juga mengkritik AS karena tidak menepati janjinya. Sebelumnya AS berjanji bahwa dewan daerah akan mengelola kota-kota itu setelah dibebaskan, namun ternyata PYD/PKK mengambil kendali di Suriah utara.

Sebelumnya, pemerintahan A.S. di bawah kepemimpinan mantan Presiden Barack Obama telah berjanji kepada Turki bahwa teroris YPG akan pindah ke timur sungai Efrat. Namun, meski ada peringatan dari Turki, janjinya tetap tidak ditepati, dan YPG tidak pindah ke timur sungai Efrat.

Tujuan utama YPG adalah untuk mendirikan sebuah daerah otonom di Suriah utara dengan menghubungkan Afrin barat laut ke Kobani dan Jazeera di timur laut. Dengan demikian, operasi Turki ini bertujuan untuk menghentikan pembangunan daerah otonom, yang disebut oleh Turki sebagai “koridor teror”.

Akibat tidak ditepatinya janji tersebut oleh A.S., Turki mengubah sikapnya dan berjanji untuk membersihkan semua teroris dari Suriah utara, termasuk Manbij dan bagian timur sungai Efrat.

Operasi Cabang Zaitun ini diluncurkan pada 20 Januari untuk membersihkan teroris YPG yang telah mengusik perbatasan Turki untuk waktu yang lama.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...