Berita Dunia Islam Terdepan

Saat Idlib digempur, operasi Afrin diluncurkan, ratusan sipil meregang nyawa

Foto yang diambil pada 29 Januari 2018 menunjukkan noda-noda darah di samping truk-truk yang hancur setelah serangan udara menggempur sebuah pasar sayuran di kota Saraqeb di provinsi Idlib, Suriah. (Foto: AFP)
991

IDLIB (Arrahmah.com) – Serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan rezim Nushairiyah pimpinan Bashar Asad dan sekutunya Rusia telah menewaskan 33 warga sipil dalam 24 jam terakhir di provinsi Idlib, kelompok pemantau perang Suriah melaporkan pada Senin (29/1/2018).

Pada Senin saja (29/1) serangan menewaskan 16 warga sipil termasuk 11 orang di sebuah pasar di kota Saraqeb, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), kelompok pemantau yang berbasis di Inggris mengatakan.

17 lainnya tewas beberapa jam sebelumnya dalam bombardir di berbagai wilayah di provinsi yang sebagian besar dikuasai oleh aliansi Mujahidin Hai’ah Tahrir Syam (HTS), seperti lansir MEE.

“Jet tempur rezim telah mengintensifkan serangan mereka selama 24 jam terakhir setelah relatif tenang karena cuaca buruk,” ujar Direktur SOHR Rami Abdurrahman.

Pasukan rezim telah mengalami kemajuan di Idlib sebagai bagian dari serangan sengit yang diluncurkan pada akhir Desember dengan dukungan Rusia.

Di pasar Saraqeb, seorang koresponden AFP menyaksikan genangan darah di tanah. Truk-truk kecil yang penuh dengan kentang dibiarkan teronggok dengan kaca jendela yang telah pecah.

Di depan sebuah rumah sakit di kota itu, sebuah sepeda motor dan sebuah mobil terjebak di bawah reruntuhan dan rangka mereka telah bengkok.

Sebuah aliansi Mujahidin dan faksi pejuang lainnya telah menguasai sebagian besar provinsi Idlib sejak 2015 termasuk sebuah bandara militer penting yang berada di pinggir provinsi, bandara Abu Dhuhour.

Rezim Asad berupaya untuk merebut kembali bandara tersebut di mana mereka mengatakan penangkapan bandara bisa mengamankan rute utama yang mengarah dari provinsi Aleppo menuju ibu kota Damaskus.

HTS mengatakan bahwa faksi pejuang lainnya telah meninggalkan Idlib untuk bergabung dengan perang Turki melawan milisi Kurdi YPG di barat laut Afrin.

“Merespon pertempuran di seputar bandara Abu Dhuhour, sebuah pertempuran untuk membebaskan kota Afrin dari milisi Kurdi diluncurkan. Ribuan pejuang menanggapinya,” ujar HTS dalam sebuah pernyataan.

“Apakah Afrin lebih penting daripada Idlib dan desa-desanya, yang mencakup lebih dari 5 juta orang terlantar dari berbagai daerah?” Lanjut pernyataan HTS.

Perang Suriah yang dimulai pada Maret 2011 menurut laporan PBB telah menewaskan lebih dari 340.000 orang dan membuat jutaan lainnya mengungsi. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...