Berita Dunia Islam Terdepan

Pesan Syaikh Ayman al Zawahiri Terkait Kegagalan Gerakan Perlawanan Arab

Syaikh Dr Ayman al Zawahiri
1,290

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Syaikh Ayman al Zawahiri, pemimpin Al Qaeda global, mengungkapkan tentang kegagalan gerakan perlawanan Arab dalam pesan audio yang baru dirilis oleh As Sahab, sayap media Al Qaeda. Rekaman online berbahasa Arab itu berdurasi 12 menit.

Sebagaimana dilansir Long War Journal, Jumat (26/1/2018), Syeikh Zawahiri menyampaikan pidatonya pada peringatan tujuh tahun gerakan perlawanan Arab, yang dimulai di beberapa negara pada akhir 2010 dan awal 2011.

Dalam pesan audionya yang berjudul, “Tujuh Tahun Berlalu, Mana Hasilnya?”  Syeikh Ayman menyampaikan, bahwa “semua revolusi telah tertekan kecuali Suriah, yang memasuki spiral solusi internasional,” yang berarti bahwa negara-negara kuat sekarang mendikte jalannya peristiwa.

“Rezim yang memerintah di Tunisia, Mesir, Yaman dan Libya semuanya hanya berubah menjadi lebih ganas dan korup daripada sebelumnya,” kritik Syeikh Zawahiri.

Dia mengingatkan bahwa jihadis harus belajar dari pengalaman pahit ini. Pelajaran terpenting yang ingin dia sampaikan adalah bahwa para jihadis tidak dapat berkompromi dengan ideologi mereka dengan cara yang sama seperti yang dilakukan oleh banyak parta-partai Islam lainnya.

Syaikh Ayman memperingatkan kelompok Islam, seperti partai Annahda di Tunisia dan Ikhwanul Muslimin Mesir, atas kegagalan revolusi Arab untuk mewujudkan pemerintahan berbasis syariah di beberapa negara.

Ia mengatakan bahwa massa Muslim meminta diterapkannya syariah, namun kelompok Islam tersebut hanya tertarik pada kekuasaan, membuat konsesi yang membahayakan ideologi mereka.

Menurut Syaikh Ayman, Annahda dan Ikhwanul Muslimin sangat ingin menenangkan Barat dan Amerika, namun jalan ini hanya membawa kembalinya rezim kriminal yang sama yang telah digulingkan ke tempatnya semula.

Pesan terakhir Syaikh Ayman sama dengan yang dia rilis pada Agustus 2016. Pada saat itu dia mengatakan bahwa revolusi Arab telah “gagal” di Mesir, Tunisia dan Yaman.

ia berpesan bahwa gerakan perlawanan Arab jangan seperti “peternakan unggas”, yang membuat “ayam” senang “dengan apa yang mereka berikan,” namun membuat mereka “tidak tahu apa-apa” dari ancaman pemangsa yang mengelilingi mereka.

Pada pertengahan 2016, Syaikh Ayman tidak yakin tentang Libya, namun memiliki harapan terhadap Suriah.

Namun, penerus Osama bin Laden ini sekarang memasukkan revolusi Libya di antara gerakan revolusi yang gagal. Dan dia menyesalkan bahwa negara-negara dapat mengendalikan konflik Suriah melalui pendanaan dan beberapa kelompok takut dilabeli teroris.

Hal terakhir ini merujuk kepada upaya negara-negara yang dipimpin AS untuk menunjuk kelompok jihad tertentu sebagai organisasi teroris.

Salah satu alasan bahwa proyek penyatuan al Qaeda di Suriah tersendat adalah karena beberapa kelompok perlawanan khawatir penunjukan tersebut akan merusak reputasi mereka, ungkap Syaikh Aiman.

Meski Syaikh Ayman menyesalkan pencapaian tujuan yang telah lama-cita-citakan yaitu untuk membentuk pemerintahan syariah telah gagal di beberapa negara, namun dia tertap yakin bahwa semuanya belum usai.

Meskipun pemerintahan berdasarkan Syariah secara luas belum berakar, Al Qaeda masih mempertahankan tapak perjuangannya di banyak wilayah di negara-negara ini.

Meskipun telah menghadapi kemunduran, faktanya pejuang Al Qaeda berjuang di lebih banyak negara saat ini ketimbang pada 11 September 2001.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...